
Sebuah tagan mengusap lembut kepala Rosa di pagi hari yang terlihat mendung dan sedang di guyur hujan lebat diluar kastil tua kerajaan sana.
Rosa masih memenjam erat kedua matanya dengan berbalik badan ke arah menghadap Leomort, tepat pada bagian wajah nya.
Leomort dapat melihat semua wajah cantik Rosa, dan memperhatikan wajah itu dengan sangat dalam-dalam.
Detak jantung nya seakan semakin menjadi-jadi saat ia menyentuh kepala Rosa dan menyentuh Surai rambut hitam Rosa.
Ia sangat mencintai gadis kecil itu
Walaupun ia sudah membunuh setiap manusia yang ada di muka bumi itu, tapi ia masih takut untuk kehilangan Rosa.
Pada akhirnya Rosa akan menua dan meninggalkan nya lagi seseorang diri.
Leomort tak ingin itu terjadi.
Pikir nya
Ia sudah menunggu bertahun-tahun untuk menemui tubuh rekarnasi Firda, dan sekarang ia menemukan nya ia tak mungkin membiarkan jiwa itu pergi lagi dari sisi nya.
Tidak akan pernah terjadi itu yang Leomort ucap kan sungguh-sungguh dalam hati nya.
Walaupun suatu saat Rosa akan pergi dari sisi nya tapi ia tidak akan melepaskan jiwa Rosa.
Bagi nya itu jiwa Rosa adalah sesuatu yang sangat berharga untuk hal apa pun.
Tentu karena ia mencintai jiwa Rosa itu.
__ADS_1
***
Rosa membuka kedua matanya yang dapat ia lihat adalah kedua iris mata merah yang memperhatikan nya.
Tatapan yang seakan akan menyihir Rosa
Sungguh Rosa sangat menyukai tatapan sayang Leomort walaupun ia masih belum mengerti dengan apa yang dibicarakan Leomort pada malam hari itu.
Arghh.. tatapan itu, ia sungguh sangat mencintai tatapan mata merah itu.
Tatapan yang penuh dengan kasih sayang dan seperti takut kehilangan.
Entah kenapa Rosa seperti pernah di tatap seperti itu sebelumnya walaupun dia tidak ingat dengan pasti, tapi tatapan itu sungguh sangat Dejavu.
Rosa mendekatkan wajahnya kearah Leomort, megecup singkat kelopak mata Leomort yang kini sedang menutup sebelah satu mata nya itu karena kecupan Rosa.
Perhatian Leomort tersita pada gadis kecil yang wajah nya kini sangat dekat sekali pada wajah nya itu.
Rosa semakin menyukai nya di tatap lama seperti itu oleh Leomort.
"Leomort kenapa tatapan mu sungguh sangat membuat ku panas."
"Apa kau punya sihir di mata mu?"
Ucap Rosa, ia bertanya dengan sangat jujur.
Lagian jika ia berbicara dalam hati nya iblis Leomort itu pasti akan juga dapat mendengar nya, jadi ya sama saja.
__ADS_1
Lebih baik membicarakan nya secara terang-terangan.
"Iya dimata ku memang memiliki sihir, Jika aku menatap musuh ku ia akan langsung tunduk dan tak bergeming sedikitpun. ini berlaku pada seluruh dewa langit"
Rosa bingung dengan perkataan Leomort tapi entah kenapa ia sangat penasaran.
"Em.. oh."
Jawaban singkat itu membuat Leomort mengernyitkan dahi nya.
Tunggu tunggu... Bukannya sebelumnya dia mencium ku, ucap Leomort dalam hati nya.
"Kau barusan mencium ku!"
Ucap Leomort cepat.
"Apa kau bisa mencium ku lagi?"
Ucap Leomort sambil melingkarkan kedua tangannya memeluk Rosa dan
memperhatikan wajah Rosa dengan tatapan nya itu.
Sebuah kecupan singkat mendarat pada bibir Leomort yang pink natural dan tidak di poles sedikit pun begitu juga dengan bibir Rosa.
Ada apa dengan gadis kecil ini kenapa ia sangat penurut sekali.
Ucap Leomort di dalam hati nya, sambil melihat kearah bibir ranum Rosa yang sebelumnya mengecup singkat bibir nya itu
__ADS_1
***
jagan lupa tinggalkan jejak:v