PELAYAN MONSTER

PELAYAN MONSTER
episode 23. PELAYAN MONSTER


__ADS_3

***


Tatapan mereka bertemu saat Rosa tersadar dari lamunan nya, ia merasa malu karena telah berani melihat Leomort yang sedang tertidur pulas dan kini telah membuka kedua matanya melihat


kearah nya.


Sebuah ciuman hangat mendarat pada bibir mungil Rosa.


"Apa yang kau laku..kn."


Ucap Rosa berusaha menolak disela sela ciuman itu.


Tapi iblis Leomort itu tidak membiarkan Rosa memberontak dan menyudahi ciuman mereka.


"Dasar iblis Berengsek.. Cepat berhenti !!"


Ucap Rosa yang memberontak memukul


mukul kedua bahu Leomort.


Leomort yang merasa terganggu lalu mencekram kedua pergelangan tangan Rosa agar gadis kecil itu tidak memberontak melawan nya.


Ia lalu menaikan kedua tagan Rosa ke atas kepala nya dan mulai leluasa menikmati mulut mungil Rosa, yang terasa manis saat Leomort mencium nya.

__ADS_1


Kini ciuman itu menjadi sangat panas dan mendebarkan.


Rosa berusaha memberontak tapi ia tak bisa berbuat apa-apa karena kedua tangan nya di cekram kuat dan kedua kaki nya di borgol mengunakan rantai besi.


Tentu Rosa tak Sudi membiarkan iblis itu menguasai tubuh nya.


Ia terus memberontak melawan hasrat nya dan menggeleng geleng kan kuat kepala nya sampai membuat iblis itu jengkel dengan tingkah Rosa.


"Jagan melawan ku Rosa! Jika kau tak ingin aku berbuat kasar' kepada mu!!."


Ucap Leomort dengan nada penekanan di dalamnya, terlihat dari mata nya bahwa ia tidak ingin melukai Rosa tapi bagaimana menundukkan gadis yang keras kepala ini.


Satu tagan mencekram kuat pergelangan tangan Rosa dan sebelah tangan kanan Leomort mencekram bagian pipi Rosa.


Buliran air bening kini jatuh dari kelopak mata indah Rosa.


Ia tak ingin seperti ini Rosa hanya ingin bertemu dengan kedua orang tua nya dan kedua Kaka nya, Raya dan Leon.


Rosa terus menagis sejadi-jadinya.


"Huaa.. hiks.. hiks.."


"Berhenti menagis Rosa!!!

__ADS_1


Aku tidak yakin muka ku yang tampan ini tidak membuat mu terangsagng sama sekali. Ucap jengkel Leomort


Tapi Rosa tetap menangis seperti anak kecil yang merengek karena telah ditindas oleh orang lain.


Kini muka Leomort mulai mengkerut masam ia tak suka dengan sebuah tagisan, bagi nya sebuah tagisan sangat mengangu telinga dan mata nya.


Leomort merasa sedikit tertekan melihat Rosa yang menagis, ia tak tahu mengapa gadis kecil yang ada di depan nya ini masih terus terusan menagis.


Leomort mengunakan Indra penglihatan nya ia mencari tahu hal apa yang membuat gadis kecil berusia 16 tahun itu menagis.


Pikiran Rosa kini mulai terputar di kepala Leomort hal dimana masa lalu yang tak bisa di lupakan oleh gadis kecil itu.


Pelecehan yang pernah ia alami saat ia berusia 12 tahun lalu, dan kematian kedua orang tua Rosa tergiang giang dikepala gadis kecil itu.


Tentu hal itu juga di lihat oleh Leomort.


Ternyata hal itu yang membuat gadis itu terpuruk sampai sedemikian rupa.


Sampai sampai ia tak nyaman jika Leomort melakukan hal yang sama pada diri nya.


Ada satu hal yang meganjal di hati Leomort kenapa saat ia melakukan hal yang sama kepada Rosa hal itu tak dapat ia lihat dari pikiran Rosa saat ini.


di baca ya di baca dan di like juga ya kawan

__ADS_1


Terimakasih 😁.


__ADS_2