
Pagi hari berganti dengan malam hari dan malam hari yang berganti lagi dengan pagi hari, dimana hari yang terus berganti dengan seiring berjalannya waktu sedang kan gadis kecil yang bernama Rosa itu hanya bisa duduk dan terbaring di tempat tidur nya. dengan sejuntai rantai besi yang memborgol kedua tagan dan kaki nya. iblis Leomort itu tidak membiarkan nya pergi sedikit pun dari kastil menyeramkan itu.
Rosa merasa kotor dengan Diri nya sendiri bahkan ia merasa muak dengan keadaan yang seperti mempermainkan nya.
Rosa tak tahu harus melakukan apa ia ingin pergi dari iblis itu, tapii ia harus pergi kemana ia tak mempunyai tempat tujuan lagi melainkan dirinya tak memiliki tujuan untuk tetap hidup di dunia ini.
Pemerkosaan dan kematian ibu dan ayah nya yang ia saksikan sendiri dengan kedua matanya Membuat Rosa perustasi bahkan hampir gila.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku tak memiliki apa pun lagi Hidup ku saja sudah sangat hancur.
Yaa tuhan jika kau hanya ingin menyiksa ku, maka siksa saja aku di neraka Aku lebih baik terbakar di api Dari pada harus bersama iblis monster yang telah membunuh kedua
orang tua ku itu."
Ucap Rosa Tak terasa buliran air mata jatuh mengenai gaun putih yang Rosa kenakan.
Pelukan hangat lalu memeluk tubuh mungil nya dan suara yang berhasil membuat nya menatap tajam pada seseorang itu.
"ada apa Rosa kenapa kau mengeluarkan air mata? aku aka Menuruti semua keinginan mu Kecuali meninggalkan ku."
__ADS_1
Ucap Leomort itu Tak ada suara yang keluar dari mulut Rosa, ia hanya menatap tajam pada kedua mata Leomort yang juga menatap kedua mata nya.
Leomort tersenyum lalu mengeratkan pelukannya pada tubuh Rosa.
"Kau tahu Rosa bagaimana pun cara kau menatapku, yang kulihat hanyalah seorang anak kecil yang Sangat megemaskan dengan tatapan manja nya."
Ucap Leomort gemas memeluk tubuh Rosa lalu mengecup singkat pipi chubby Rosa yang basah karena air mata nya.
"Manis" Ucap Leomort yang seusai menjilati bibir nya sendiri.
Tak ada perlawanan dari Rosa ia hanya menatap datar kedepan dengan muka masam nya.
Ia memperhatikan wajah gadis itu dengan lembut dan penuh syg pada kedua mata nya.
Tapi tidak dengan Rosa, ia tak dapat memahami isi hati nya sendiri, di satu sisi ia juga ingin tetap berada di sisi Leomort walaupun iblis itu sudah kurang ajar pada diri nya dan meniduri Rosa tapii di sisi lain Rosa membenci Leomort, karena Leomort ia kehilangan kedua orang tua nya.
Apa yang harus Rosa lakukan pada perasaan nya itu, ia sungguh tak dapat memahami nya.
Ia ingin pergi menjauh tapi bagaimana jika ia tidak bisa merasakan kehangatan Leomort.
__ADS_1
Kehangatan yang mungkin dapat mendatangkan kasih sayang dan cinta jika Leomort bukan lah pembunuh kedua orang tua nya, melainkan pelayan setia nya.
Tapi semua Nya sudah terbongkar Rosa seharusnya tak berada dekat pada pembunuh kedua orang tua nya sendiri.
"apa itu bukan wajah asli mu? Kau monster yang telah membunuh kedua orang tua ku, cepat tunjukkan rupa jelek mu agar aku mudah untuk membenci mu!"
Ucap Rosa yang menatap Leomort yang membuat Leomor langsung tertawa karena pertanyaan konyol nya itu.
"Hhh..apa maksud mu sayang.. tentu saja ini wajah asli ku. apakah tampang ku yang rupawan membuat mu tergila gila Pada ku Hem.."
Ejek Leomort sambil tersenyum kecut meladeni pertanyaan Rosa yang menurut nya sangat lucu itu.
"Ada apa dengan nya kenapa dia tertawa dengan pertanyaan ku apakah ia tidak bisa melihat cermin untuk melihat pantulan dirinya sendiri, oh astaga kenapa dia masih tertawa seperti itu apakah dari pertanyaan ku ada yang salah? toh paras nya memang tampan tapi hobi nya suka mengambil jiwa
Jiwa orang lain untuk dimakan, bukan kah itu menyeramkan."
Ucap Rosa tak berhenti berfikir dalam hati nya ia lupa menyadari bahwa iblis itu bisa membaca pikiran nya.
Hhh gadis ini sangat lucu dan menarik sekali
__ADS_1
Ucap Leomort.