
Ucap Leomort yang lalu menutup wajah Rosa dengan sebelah telapak tangan nya.
"Apa yang sedang kau bicarakan."
Rosa dapat melihat wajah Leomort dari jemari-jemari tagan itu.
Sekilas senyuman kecil dan iris mata merah yang semakin pekat membuat Rosa Ragu
Dan merasakan sesuatu yang aneh pada diri nya, mata nya mulai berkabut
Tatapan gadis itu sedikit rapuh dan mulai ketakutan.
Apa ini kenapa kamar ku di penuhi sebuah asap, ucap Rosa dengan tagan kecil nya
Menutup mulutnya yang sedang terbatuk
"ibu.. ayah aku takut."
Ucap gadis itu yang mulai berlari kecil berusaha membuka pintu kamar nya.
Ia sedikit kesusahan karena pintu kamar itu begitu besar dan sulit Rosa dorong.
Selang beberapa menit Rosa berhasil mendorong pintu besar itu dengan keringat
Yang bercucuran di pelipis kepala nya.
Rosa berlari mencari keberadaan ayah dan ibunya, sedang kan kedua Kaka nya
Kini sedang diluar negeri untuk menempuh pendidikan agar menjadi bangsawan yang
Di inginkan ibu dan ayah Rosa.
__ADS_1
Dapat terlihat apii yang mulai mebakar perabotan dan tiang tiang tingi yang berada
Di samping Rosa,
api? apakah istana ini sedang terbakar tapi sipa yang membakar nya dan di mana
Ibu dan ayah uhuk.. ucap Rosa yang mulai ketakutan.
Ia semakin memeluk boneka beruang yang sedari tadi ia peganag dan peluk itu.
"Ibuu.. Ayahh... Bi miraa.. Dimana kalian
Rosa takut hiks.. hiks Rosa pegen ketemu
Ama kalian di sini panas, baju gaun putih
tidur Rosa jadi agus kebakar"
Padahal di istana itu memiliki 50 pelayan dan 5000 perajurit tapi tak ada seseorang
Pun yang dapat mendengar teriakkan nya.
Rosa harus menuruni tangga seorang diri
Hanya boneka nya yang dapat ia peluk saat ini, walupun ia sedang ketakutan tapi.
Rosa masih terus berusaha payah mempertahankan nyawa nya itu melewati
Apii api yang kini mulai membakar instan Alexander Lemos.
Kobaran api mulai melahap sesuatu apa pun yang berada di disekitar nya.
__ADS_1
"Ibu.. ayah.."
Sedangkan Rosa, nyali nya semakin menciut saat melihat seseorang dengan sorot mata
Mengerikan itu yang kini mulai mendekati ibu dan ayah nya yang sedang berlutut
Mohon bekas kasih dari nya.
"Kami mohon jangan bunuh kami, aku dan istriku hanya manusia biasa, yang mennyagi Putri dan putar kami, walaupun ini kesalahan, karena telah mengingkari janji tapi. Aku mohon setidak biarkan putri dan putra kami hidup tenang tanpa sebuah kutukan yang telah aku dan istriku perbuat.
Ucap ayah yang menitihkan air mata dengan menangkup kedua tangannya
Memohon belas kasih dari sesuatu yang mengerikan itu.
"Yaa kami mohon belas kasih dari mu.
Keluarga Alexander memang bersalh dan kau Boleh mengambil jiwa siapa pun selain putra kami Leon Raya dan putri kami Rosa."
ibu yang sampai-sampai meletakkan kepalanya ke lantai dengan kedua tangan
Yang memohon kepada sesuatu itu.
Sesuatu yang mengerikan degan tatapan yang bahkan bisa membuat orang tunduk
Atas perintah nya.
Maaf yaa kalo tulisan nya kurang rapi!
Author nya masih berusaha memperbaiki penulisan agar terlihat mudah untuk di mengerti dan di pahami, jika ada kesalahan kata mohon di pahami karena setiap manusia tidak luput dari kesalahan yang ada, semoga bermanfaat.
Terimakasih.
__ADS_1
(◍•ᴗ•◍)❤