
"Baik.. putri Rossa."
Leomort menjentikkan jari nya.
Seketika dengan ajaib nya, Leon dan Raya terbagun.
Dan kini kedua nya sedang berjalan seperti orang linglung, menuju tempat Rossa dan Leomort berada.
Rossa tak tahu apa yang sebenarnya terjadi
Tapi, terlihat dari kedua matanya bahwa ia tidak peduli sama sekali apa yang akan dilakukan Leomort pelayan nya itu.
Kini Rossa hanya kembali diam dan menatap piring emas yang berada di depan nya itu, dan menunggu kedua Kaka nya.
Setelah beberapa menit.
Leon dan Raya duduk di kursi meja makan yang cukup jauh dari tempat duduk Rossa.
Rossa gadis kecil itu, menatap sendu kedua kaka nya.
Walaupun cukup jauh, tapi Rossa dapat melihat mata Kaka nya Leon, sembab karena habis menagis.
Jentikan jari kedua terdegar. Kini Leon dan Raya sadar sepenuhnya dan mereka dapat mengontrol tubuh nya sendiri.
"Apa yang sebenarnya terjadi."
Ucap Raya memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Selamat pagi Kk, kalin boleh makan dan lalu pergi dari kastil ini."
Ucap Rossa degan senyuman tipis nya tapi terlihat manis untuk di lihat.
Leon dan Raya menatap satu sama lain.
__ADS_1
Raya masih tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi, tapi tidak dengan Leon
Ia telah menahan semua amarah nya sendari tadi, sekarang ia tak bisa mengontrol nya lagi.
Dor..dorr
Suara tembakan pistol terdegar.
Leon mengeluarkan pistol yang ia letak di dalam saku nya.
Leon menembak ke arah pelayan Rossa.
Bunyi peluru yang menembus tubuh Leomort. Darah merah merembes dari baju ke bawah lantai.
Tembakan untuk yang ke tiga kali nya berhasil menumbangkan Leomort iblis itu.
"Bebaskan Rossa, dasar kau iblis sialan."
Ucap Leon
Sedangkan Raya panik dan berdiri melihat kejadian itu.
"Leon apa yang kau lakukan?
Kau membuat Rossa ketakutan."
Ucap Raya
Leon melihat ke arah Rossa. Terlihat jelas bahwa adik nya itu terauma akan hal sesuatu.
Leon lalu memeluk tubuh Rossa.
"Maaf kan Kk Rossa. Kk membuat mu takut."
__ADS_1
Bayangan hitam dari pelayan itu lalu bagun
Dengan luka peluru yang menutup sendirinya.
"Jagan menyentuh nya.
Rossa adalah milik ku!"
Ucap iblis Leomort itu.
Keadaan kini sungguh sangat mengagetkan
Pelayan itu adalah iblis yang selama ini menyamar menjadi pelayan Rossa, dan
Apakah selama ini Rossa mengetahui nya bahwa iblis itu sebenarnya menginginkan jiwa nya dan tak akan mungkin lepas dari jiwa Rossa.
Rossa menarik nafas dalam, lalu menghembuskan nya perlahan.
"Pergilah kalian cepat dari sini. Jika kalian masih mennyagi nyawa kalian."
Ucap Rossa.
"Tapii.. Rossa."
Sebelum Leon menghabiskan Kalimantan nya, bayangan Leomort kini mulai membesar dan memancarkan aura yang siapa untuk membunuh siapapun.
Kini kedua nya, Leon dan Raya menghilang entah kemana, sedang kan Rossa telah pingsan setelah menyuruh kedua Kaka nya pergi meninggalkan nya.
Sesuatu di mulai dari awal lagi.
Rosa keluar dan menemui seorang laki-laki yang berada di luar kastil kerajaan itu.
Cristian Gonzales adalah laki-laki berumur 18 tahun yang di jodohkan oleh kedua orang tua nya sejak Rosa berumur 10 tahun.
__ADS_1
Ya walaupun Rosa tidak mengingat nya
Tapi Cristian pernah datang dan melamar nya saat ia berumur 14 tahun.