
Leomort lalu keluar dari kamar mandi meninggalkan Rossa yang tengah berendam di bathtub itu.
Sudah 10 menit Leomort menunggu tapi Rossa tak kunjung keluar juga.
"Biasanya dia mandi hanya sampai 2 menit saja hari ini kenapa lama sekali."
Leomort yang merasa kahwatir lalu mengetuk pintu kamar mandi itu.
"Putri Rossa apakah anda belum selesai juga?."
Tak ada sahutan dari dalam kamar mandi.
Gangga Pintu itu lalu coba di buka tapi nihil karena pintu di kuci dari dalam.
Leomort lalu kaget, "sejak kapan pintu ini di kunci nya.
Leomort lalu mendorong pintu itu dengan sekali dorongan, pintu itu lalu terbuka.
Nampak Rossa yang sedang terbaring di bathtub dengan menutup kedua matanya.
Leomort lalu berjalan menghampiri Rossa
"Putri Rossa.. Ada apa dengan anda. kenapa wajah anda pucat sekali."
Leomort menepuk-nepuk pipi Rossa
Tapi Rossa tak kunjung membuka mata nya.
"Putri Rosa..."
Teriak Leomort.
"Astaga berisik baget sih, bisa keluar ngak!"
__ADS_1
Bentak Rossa pada pelayan nya itu.
Leomort lalu terdiam sejenak.
"Gua hanya tidur sebentar doang nggak bakalan mati juaga, cepat keluar!."
Perintah Rossa, tapi Leomort tak mengindahkan perintah nya itu.
Dan lalu mulai memejamkan kedua
matanya lagi.
"Seharusnya kau memberi tahu ku bahwa kau baik-baik saja."
Ucap Leomort yang tampak begitu kesal
Seharusnya Rossa memberi tahu nya saat Leomort memanggil nya tadii, jadi ia tidak harus mendobrak pintu secara paksa.
"Eh.. ngapain, cepat turuni gua!"
Bentak Rossa kepada pelayan nya itu tapi Leomort tidak ingin menurunkan tubuhnya.
"Turuni gua cepat... Gua masih mau mandi!"
Leomort lalu berhenti dari langkah nya dan berbalik masuk kemar mandi dan mengunci pintu itu.
Lalu tubuh Rossa di turunkan di bathtub
Tubuh Rossa terespos sangat jelas tapi nampak di mata Leomort bawah ia tidak ingin macam-macam pada majikannya itu.
Leomort memalingkan wajahnya ke arah
Pengosok sabun, dan menyabuni tubuh Rossa yang sedang duduk.
__ADS_1
Rossa hanya diam tubuh nya seakan Kelu tak bisa ia gerakkan sedikit pun.
Seperti ada seseorang yang menyegel tubuh nya agar tidak bisa berbicara dan bergerak sedikit pun.
"Bibir mu begitu pucat."
Leomort menatap wajah Rossa. tatapan mereka tidak saling bertemu, Rossa hanya diam dengan mata lurus ke depan.
Tatapan nya benar-benar sendu dan menyedihkan.
"Okk.. selesai putri Rossa bisa demam jika terlalu berlama di dalam air."
Leomort lalu mengangkat tubuh Rossa lagi untuk di pakaikan baju.
Tubuh mungil Rossa lalu di letakkan di atas tempat tidur dan perlahan lahan di pakaikan baju oleh pelayan nya Leomort.
Hanya 1 menit saja Rossa sudah selesai mandi dan berpenampilan agun layaknya putri kerajaan pada umumnya.
Entah kenapa Rossa tak merasa malu sama sekali jika tubuh nya terespos dan di lihat oleh pelayan nya itu Leomort.
Rossa masih senantiasa terhanyut dalam lamunan nya itu.
Rossa masih berfikir kenapa ia tidak bisa mengingat apa-pun tentang kedua orang tua nya, dan kehidupan masa kecil nya.
***
maaf jika ada kesalahan kata dalam menulis
dan maaf jiak kata-kata tidak terlalu masuk diakal
Terimakasih yang sudah mau membaca Jagan lupa tinggalkan jejak like dan komen agar author nya semaggat dalam berkarya.
hihihi
__ADS_1