
Kesadaran nya semakin berkabut
Karena seseorang itu lalu memukul kepala nya dengan sebuah besi
Setelah beberapa menit kemudian
Akhirnya Rosa sadar dengan kepala nya yang sedikit sakit.
"Di mana ini"
Ucap Rosa yang mulai kembali dengan kesadaran nya dan membuka mata nya itu.
Terlihat ruangan kumuh dan serakah bangun, semen yang masih memenuhi ruangan sangat terlihat jelas.
Bangunan ini sedang dalam proses perbaikan.
Terlihat kedua pria yang satunya sedang duduk sambil menghisap puntung rokok
Dan satu nya lagi sedang menelpon seseorang.
Samar-samar tapi Rosa dapat mendengar percakapan mereka.
"Tuan dia sudah kita culik lalu kita apakan bocah ini"
Penelpon itu adalah penculik yang barusan saja menculik nya, dan kenapa ia di panggil dengan sebutan bocah
Rosa sangat tidak terima dengan kata-kata itu.
Seketika kepala nya kembali berdesir
Dan itu sangat sangat lah sakit bagi Rosa.
__ADS_1
"Kau bisa melakukan apapun dengan nya. lalu sesudah itu bunuh bocah ingusan itu,
Aku tidak Sudi memiliki keponakan yang akan menghancurkan keluarga Alexander."
Apa yang sedang di maksud orang yang di dalam telpon itu.
Paman? dan kenapa ia ingin membunuh ku
Kenapa aku harus menghancurkan keluarga Alexander keluarga ku sendiri, dan kenapa paman Setega itu kepada aku ponakan nya sendiri.
Aku, aku tidak mengerti.
Kedua itu lalu saling pandang dan mereka berdua mulai menghampiri ku dengan bersiul
"Tu bocah cantik baget kayak boneka."
Aku yang tahu mereka akan datang lalu
"Seperti nya kita ada mainan baru."
"Yaa, sepuas mungkin kita lakukan pada gadis itu."
Apakah mereka akan melecehkan ku!
Pikiran Rosa semakin menjadi-jadi saat salah satu dari mereka mengoyak gaun yang Rosa gunakan.
Rosa lalu membuka mata nya.
"Apa yang akan kalian lakukan kepada ku!."
Suaraaa.. ku kenapa... suara ku seperti anak kecil?.
__ADS_1
"Kita akan bersenang senang putri Rosa!."
Bisik salah satu dari Mereka yang lalu menari kedua tangan ku.
"Tidak.. aku tidak mau!."
Tapii semua itu telah terlambat, mereka berdua mengoyak habis baju yang Rosa kenakan. kini Rosa tidak memakai sehelai benang pun dari tubuh mungil nya.
Rasanya sangat sakit saat mereka memaksakan sesuatu masuk ke tubuh Rosa
Ibu... Ayah dimana kalian Rosa takutt
Tak ada yang datang menolong Rosa pada saat itu.
Mereka tak berhenti melakukan hal menjijikkan itu pada Rosa, tubuh gadis malang yang kini telah kehilangan harga diri nya dan senyuman manis nya itu.
Hanya sebuah tagisan yang terdengar dari gadis yang bernama Rosa itu.
Hiks.. hiks..
Rosa terus menagis dan berteriak sampai suara nya parau dan tenggorokan nya benar benar sangat sakit.
Mereka yang mendengar Rosa terus terusan menagis hanya memukuli gadis kecil yang lemah itu yang kini bahkan tak bisa berteriak lagi.
"Sudah kubilang berhenti menagis."
Rosa di tampar hingga terjatuh dan tersungkur dilantai, tendangan yang terus menghantam tubuh. punggung dan perut nya sangat begitu sakit.
Tapii Rosa gadis kecil yang malang itu hanya bisa mengeluarkan air bening di ujung kelopak mata nya.
3 orang lalu datang dan menghampiri nya lalu melakukan hal yang sama seperti kedua orang yang melecehkan tubuh nya.
__ADS_1
Betapa bejat dan menjijikan nya orang-orang yang melecehkan nya itu.