PELAYAN MONSTER

PELAYAN MONSTER
episode 18. PELAYAN MONSTER


__ADS_3

Dapat Leomort Rasa kan bahwa gadis kecil yang berada dibawah kukugan nya ini


Tengah berkelahi dengan pemikiran nya sendiri, menahan hasrat nya sendiri


Karena ulah iblis Leomort itu.


"Ahh" entah berapa lama mereka melakukan nya, tapii kenapa waktu seakan terasa berhenti dan mulai berjalan melambat membuat kedua insan itu tak menyudahi permainan mereka.


Ada apa sebenarnya ini terjadi?


Rossa tak dapat menggerakkan tangan dan seluruh badan nya sedang kan waktu seakan berhenti begitu saja.


Siapa sebenarnya iblis ini. Kata-kata monster bahkan tak pantas untuk wajah nya yang tampan itu.


Smirk yang di tunjukkan oleh iblis itu membuat Rossa seakan hilang kendali


Membuat nya meleleh degan tatapan iris mata merah dan bentuk rahang Leomort


Yang kini bukan lagi pelayan setia nya melainkan iblis yang telah membunuh kedua orang tua Rossa.


Tak dapat Rossa pungkiri bahwa Leomort adalah sosok iblis yang tampan.


Yang Mungkin dapat membuat wanita yang sekali menatap nya, dapat membuat nya tergila-gila langsung pada iblis itu.


Tapii tidak untuk gadis kecil yang bernama Rossa itu.


"Sekarang kau adalah milik ku,"

__ADS_1


Ucap Leomort di sudut telinga Rossa.


Leomort tak peduli bahwa Rossa akan membencinya, atau tidak akan menjauhi nya nanti, tapi yang pasti gadis kecil yang ada di bawah nya ini adalah sebuah takdir bagi nya, dan tak akan mungkin ia lepaskan.


......................


Malam hari yang telah berganti dengan pagi hari. Terlihat Rossa sedang tidur pulas di sebuah ranjang besar itu, ia tak menyadari ada dua belah mata yang sedang memperhatikan nya dengan saksama.


Leomort iblis itu, tatapan nya penuh dengan cinta dan kasih sayang yang ia tunjukkan untuk Rossa gadis kecil yang berumur 16 tahun itu.


"Aku sangat mencintaimu Rossa."


Ucap Leomort lalu kecupan hangat mendarat di bibir ranum Rossa.


"Apa yang sedang iblis ini, lakukan!!


Ucap Rossa dalam hati nya, tapii Leomort dapat mendengar nya karena ia dapat membaca pikiran orang lain.


Kilasan senyuman terukir di sudut bibir iblis itu Leomort.


"Sayang kau sedang pura-pura tidur yaa?"


Sebuah erat tangan memeluk pinggang ramping Rosa.


Bagaimana ia mengetahui bahwa aku hanya berputar-putar tertidur.


Kesal Rosa tapi ia tidak dapat memungkiri bahwa ia nyaman dengan pelukan Leomort itu, kaget nya hanya sebentar kini Rosa membuka mata nya, dan ia lalu kembali menutup kedua matanya itu.

__ADS_1


"Duhh ni iblis kok tambah ganteng."


Ucap Rosa yang awalnya kesal kini berubah karena malu. Leomort tentu dapat mendengar perkataan dalam hati Rosa itu.


2 menit kemudian tapi Rosa juga belum membuka matanya itu.


"Astaga gua harus apa??


Apa gua bundir aja yak biar nggak malu."


Seketika tatapan Leomort menajam.


"Jagan mencoba-coba untuk bunuh diri."


Ucap Leomort yang kaget dengan perkataan Rosa itu.


"Sudah kuduga kau bisa membaca pikiran ku. pujian yang tadi hanya sandiwara ku saja di dalam hati."


Seketika mata Leomort melotot.


"Astaga sejak kapan kau mengetahui nya."


Leomort menyentuh rambut Rosa yang berantakan itu, lalu menangkup pipi nya dan mencium bibir ranum Rosa.


Imut sekali, aku tak bisa memalingkan tatapan ku dari bibir nya yang indah itu.


Ucap Leomort dalam hati, dan perkataan itu tak bisa didengar oleh Rosa.

__ADS_1



__ADS_2