PELAYAN MONSTER

PELAYAN MONSTER
episode 4. PELAYAN MONSTER


__ADS_3

Kedua mata Leon dan Raya tertuju pada adik bungsu nya itu. Adik nya kini sudah tumbuh menjadi gadis cantik dengan pipi chubby dan mata yang indah nya.


"Haii Rossa sudah lama tidak bertemu."


Sapa Leon kepada Rossa yang hendak duduk di kursi besar itu. Kursi yang Rossa kenakan Jika ada raja dan pangeran yang datang kekastil untuk melamar karena kecantikan indahnya yang tiada Tara. tentu tak ada orang yang dapat menolak pesona Gadis yang bernama Rosa itu. Dan lamaran itu selalu saja Rossa tolak Dan pasti ada kejadian aneh setelah ia menolak pangeran yang datang kekastil untuk melamar nya, entah itu kecelakaan atau mati bunuh diri sering terdengar tercetak di surat kabar koran setelah pageran itu pulang dari kastil itu ada kejadian buruk yang menimpa nya, tak heran kastil tua itu terlihat sepi dan jarang orang yang berani datang ke sana, karena telihat sangat angker. dari mulai jalan yang di penuhi oleh bunga mawar putih dan kastil megah yang terletak di perbatasan hutan.


Hanya senyuman tipis namun terlihat cantik yang di tunjukkan oleh Rossa untuk membalas sapaan dari Raja Leon lerlando yaitu kaka tertua nya.


"Adik ku ini semakin cantik saja padahal 2 tahun yang lalu kau masih seorang anak kecil yang suka meregek."


Ucap pageran Raya fedora degan di Seligi tawa nya, itu adalah Kaka kedua Rossa.

__ADS_1


"Berhenti menggoda nya kau akan membuat nya menagis."


Balas Leon degan tertawa menangapi perkataan Raya adik nya itu.


"Berhenti menertawai ku. Itu tidak lucu sama sekali."


Ucap Rossa dengan tatapan biasa saja dan mulai memakan makanan yang telah tersaji.


Raya mencubit gemas kedua pipi chubby Rossa yang sedang mengunyah itu.


Tapi, tagan Raya malah di tempis oleh Rossa dan degan tatapan tajam yang di berikan oleh Rossa membuat kedua kaka ny heran kepada adik bungsu nya ini.

__ADS_1


"Kalian berdua boleh pergi jika hanya ingin bercanda dengan ku, aku tidak ada banyak waktu hari ini."


Ucap Rossa yang mulai mengibas gibaskan tagan kanan nya kepada pelayan nya itu.


Untuk menuangkan teh ke cangkir nya.


Dan Rossa mulai meniup pelan dan meneguk seduhan teh itu. Leon dan Raya saling menatap satu sama lain, Keadaan mulai terasa sangat jangung hanya terdengar dentingan sendok dan garpu


Tak ada yang mau membuka suara sedikitpun. Entah kenapa perasaan Leon sudah merasa aneh saat memasuki kastil ini tidak banyak pelayan di dalam nya, hanya terlihat satu pelayan dan itu adalah seorang pelayan laki-laki yang berada di samping adik nya Rossa, Setelah kejadian kebakaran di kastil tua itu, Entah kenapa Leon merasa tatapan Dari pelayan itu sangat menyiratkan bahwa ada maksud tertentu di balik kedekatan kedua nya. Muka pelayan itu sanggat terlihat mencolok dan iris mata nya kadang seketika berubah menjadi merah. bulu mata lentik nan indah, entah kenapa sangat cocok dengan tatapan digin yang pelayan Leomort itu berikan.


Seketika tatapan Leon dan pelayan itu bertemu, Leon hanya memberikan tatapan dingin pada pelayan itu dan di balas oleh Leomort degan lengkungan bulan sabit di sudut bibir nya.

__ADS_1


__ADS_2