
Rosa menatap kedua mata Leomort
Kedua mata yang kini sedang menatap wajah nya itu. Dari tatapan Leomort memang sangat sulit di artikan tapi Rosa bisa merasakan ada kehangatan dan cinta di sana. Rosa belum Pernah merasakan cinta itu seumur hidup nya.
Cinta yang bisa mengingat nya sekuat mungkin, tak membiarkan ia pergi
sampai-sampai ia tak bisa pergi dan menjauh dari iblis itu. Apakah ini semua akan sampai pada seumur hidup nya.
Arghh.. Rosa tak tahu harus berbuat apa
ia tak tahu, yang dia inginkan itu apa.
Tapi yang jelas sesuatu apa yang sedang berada didepan nya ini!! Kenapa hawa nya sangat lah berbeda.
Hawa yang menakutkan tapi tak membuat Rosa merinding atau merasa sedikit pun ketakutan, Hangatt itu lah yang Rosa rasakan.
Leomort iblis itu kini merangkul tubuh mungil Rosa yang ia bawa dalam pelukan nya itu.
"Rosa.. kau tak bisa pergi dari ku, aku akan selalu berada di sisi mu sampai kapan pun."
Ucap Leomort yang sambil memejamkan kedua matanya.
Rosa hanya melihat Leomort dengan tatapan bingung.
"Apakah aku tidak bisa pergi dari mu?"
Jawb Rosa bertanya pada Leomort.
"Yaa.. kauu tidak akan pernah bisa pergi dari ku!."
"Kenapa?"
__ADS_1
Tanya Rosa dengan tatapan polos nya.
"Karena aku tidak akan membiarkan mu pergi dari sisi ku."
Jawb Leomort degan tatapan lembut menatap kedua bola mata indah Rosa.
"Kalau begitu biarkan aku pergi dari sisi mu biar aku bisa hidup dengan tenang."
Mata Leomort lalu menajam seketika
"Kenapa kau ingin pergi dari ku?
Apakah aku tidak bisa membuat mu nyaman jika berada di dekat ku?!"
"Kenapa.. kenapa? Rosa biarkan aku berada di sisi mu, dan aku akan berjanji tidak akan memaksa kehendak ku lagi pada mu."
Leomort mengeratkan pelukannya itu pada tubuh Rosa.
"Bagaimana bisa.."
Ucap Rosa samar-samar yang terdengar di telinga Leomort.
"Hem.."
"Bagaimana bisa aku berada di dekat orang yang telah membunuh kedua orang tua ku."
Leomort lalu terdiam seketika.
Kini tatapan Rosa teduh seperti biasanya.
Hati nya hancur jika mengingat apa yang telah pelayan nya lakukan pada kedua orang tua nya itu bahkan Leomort telah membunuh tunangan nya juga.
__ADS_1
"Jagan menyentuh ku lagi, aku tak ingin di sentuh oleh tagan kotor mu itu!!"
Rosa menempis kasar kedua tangan Leomort.
Rosa lalu hendak berdiri pergi dari hadapan Leomort.
Rosa berhenti sejenak,
"Di di mana ini!!."
Kini tempat yang Rosa lihat bukan lagi kamar biasa nya.
Melainkan tempat yang mungkin belum pernah ia lihat sebelumnya.
"Ini kamar berbeda."
Leomort lalu menghempas Rosa ke tempat tidur itu dan megcekram dagu nya.
"Aku tahu ini akan terjadi, dan kau pasti akan berontak melawan ku."
"Aku memang telah membunuh kedua orang tua mu, dan itu semua kulakukan hanya demi untuk mendapatkan mu, dan sekarang kau ingin pergi meninggalkan ku sendiri hahaha yang benar saja."
"Lepas kan aku."
Ucap Rosa
Tapi perkataan Rosa tak di gubris oleh Leomort, Leomort malah mengoyak habis baju yang Rosa kenakan itu.
"Sayang.. kau mencoba untuk pergi dan aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi Apa kau ingin seperti itu Hm.."
Tanya Leomort lembut setelah mengoyak habis baju Rosa.
__ADS_1
Kini yang Rosa lihat adalah iris mata merah yang seperti siap untuk memakan nya lagi.