
"Ya.. aku membunuhnya."
Ucap Leomort.
Rosa bagaikan tersambar petir jantung nya berdegup kencang tak bisa ia kendalikan kini ia hanya bisa menagis sejadi-jadinya melepaskan semua emosi yang selama ini ia pendam seorang diri.
"Menjauh dari ku, aku tak ingin melihat mu lagi!."
Rosa mendorong bahu Leomort sekuat yang ia bisa.
Tapi Leomort malah mengengam kedua tagan nya itu.
"Maaf.."
Hanya kata itu yang terlontar dari mulut Leomort.
"Maaf??
Kau bilang maaf?!! Setelah Apa yang kau lakukan kepada ku dan keluarga ku, apakah aku bisa memaafkan mu begitu saja hah!!!!"
Ucap Rosa berteriak nyaring sampai-sampai tenggorokan benar-benar terasa sakit sekarang.
__ADS_1
"Aku takkan pernah memaafkan mu sampai kapan pun,, camkan itu baik-baik!!."
"Dasar kau monster!!!.."
Ucap Rosa lalu mendorong jauh tubuh Leomort dan berlari meninggalkan Leomort seorang diri
Ia harus menahan sakit pada bagian kaki nya karena yang ia tinjak adalah serpihan tanah yang terbakar api, yang kini mulai menghangus itu.
Ia berlari semampu yang ia bisa menjauh dari iblis yang ia sebut monster keji itu.
tak ada yang bisa Rosa lakukan selain menagis dan menagis, air mata nya kini bisa jatuh begitu saja.
Rosa tahu yang ia coba jauhi ini dan ingin berlari jauh dari nya bukanlah seseorang yang sekedar biasa saja, melainkan Raja iblis yang bernama Leomort itu yang merupakan iblis yang telah menghancurkan segalanya bahkan hidup nya juga.
Leomort lalu menarik pingang Rosa dekat pada tubuh nya, Rosa yang di perlukan seperti itu lalu memukul-mukul tubuh Leomort tapi iblis itu tidak membiarkan Rosa memberontak dari diri nya.
Leomort lalu mencengkram kedua belah tangan Rosa, dengan mengunakan satu tangan nya dan kedua pipinya di tekan kuat dengan jari-jari Leomort yang melingkar kuat di bagian pipi dagu bagian bawah nya.
"Kesabaran ku ada batasnya Rosa..
Dari tadi aku sudah semaksimal mungkin terlihat seperti orang baik di depan mu dan memperlakukan mu dengan baik, tapi kau terus menerus bertanya kepada ku tentang kematian kedua Kaka mu itu, sungguh benar-benar membuat ku muak! Mereka memang pantas mati dan tidak ada sangkut pautnya dengan mu!"
__ADS_1
Ucap Leomort kini telah terselimuti oleh emosi melihat Rosa yang berusaha menjauh dari nya itu.
"Tentu mereka ada sangkut pautnya dengan ku, mereka berdua itu Kaka ku!!"
Ucap Rosa berteriak, Rosa tak peduli dengan apa yang ia bicarakan walaupun Kata-kata nya itu akan membuat Leomort semakin marah kepada nya.
"Hahaha.. sekarang kau berani sekali berteriak nyaring seperti itu, kita lihat saja apakah kau masih bisa berteriak nyaring seperti yang kau lakukan tadi itu Hm."
Ucap Leomort tertawa setelah menunjukkan seringai nya itu pada Rosa.
Rosa tak tahu apa yang akan di lakukan iblis Leomort itu pada dirinya.
"Tunggu.. apa yang akan kau lakukan pada ku!!!."
Ucap Rosa memberontak saat kedua tangan Leomort mulai mencekram kuat pinggang nya dan semakin kuat pada bagian pipi nya itu.
"Hentikan dasar kau iblis Berengsek.."
Ucap Rosa terputus saat kini bibir Leomort mulai mencium bibir nya dengan sangat rakus.
seperti orang gila yang sedang kelaparan.
__ADS_1