PELAYAN MONSTER

PELAYAN MONSTER
episode 6. PELAYAN MONSTER


__ADS_3

"Apaa yang akan kita lakukan disini?!"


Ucap Raya penasaran.


"Kita akan mencari buku silsilah keluarga Alexander, siapa tahu di sana ada petunjuk yang dapat menolong kita."


Alexandre adalah nama mendiang ayah


Mereka yang telah lama meninggal dunia.


Leon mulai membuka pintu besar itu.


Dan benar saja pintu itu tidak dikunci sama sekali.


"Yang benar saja. Tempat sepenting ini tidak di kunci sama sekali."


Ucap Leon. tentu saja mereka senang karena dapat memudahkan mereka mencari buku itu tapii, apakah tidak wajar jika biasanya tempat sepenting ini dikunci dan di jaga dengan ketat tapii, malah di biarkan terbuka dan hanya tertutup rapat.


Seperti ada seseorang yang sengaja tidak mengunci pintu itu dan memudahkan mereka membuka nya.


Banyak serakan buku, di dalam sana dan patung kuno yang kalo saja di jual dapat menghasilkan uang yang sangat fantastis.


Mungkin dapat menghidupi se keluarga atau pun sampai anak cucu nya tanpa harus berkerja.


Tapi masalah nya, siapa yang ingin membeli patung mahal itu.


"Kauu cari di sebelah sana, dan aku cari di sebelah sini."


Ucap Leon yang lalu berjalan ke arah rak buku yang ada di samping nya itu. Di sana sudah tersedia tangga panjang untuk menjangkau buku yang tidak bisa digapai dengan tagan.

__ADS_1


Beberapa suara aneh terdengar dari dalam ruangan itu, tapii Leon dan Raya tidak terlihat takut sama sekali.


Malahan Raya memberanikan diri untuk menyuruh diam, suara yang terus mengema di telinga mereka.


"Nggak bisa diam yaa?!! Mana suaranya jelek lagi menganggu telinga saja."


Ucap Raya kesal. Entah suara apa yang menggangu mereka dari tadi. Yang pasti suara itu terdengar sangat menakutkan.


Sedangkan Leon masih fokus membolak


balik halaman buku besar yang ada di tagan nya itu.


"Tempat ini memang sangat aneh, dari hawa nya saja sudah membuat merinding."


Raya.


Di luar kastil itu sedang turun hujan deras hawa nya sangat digin tapii sangat nyaman jika berbaring di dalam ruangan kamar dengan selimut besar yang menutupi tubuh.


Tidak membuat gadis kecil yang bernama Rossa itu tidur juga di dalam kamar nya itu.


Ia masih menunggu pelayan nya Leomort karena pelayan nya itu menghilang entah kemana tanpa memberi tahu nya dulu.


"Astaga putri Rossa belum tidur juga."


Ucap Leomort pelayan Rossa.


"Kau habis dari mana saja?."


Tanya Rossa pada pelayan nya itu.

__ADS_1


"Hanya membereskan sedikit masalah."


Jawab Leomort, lalu menutup semua tubuh Rossa degan selimut.


Saat Leomort berbalik dan ingin menutup pintu kamar, kerah lengan baju nya di tahan oleh Rossa.


"Jagan tinggal kan aku"


Ucap Rossa yang lalu menutup mata dan terlelap dalam tidur nya.


"Tentu pelayan ini tidak akan pernah meninggalkan mu."


Ucap Leomort sembari menatap wajah Rossa dan mengelus rambut hitam nya.


Dari mata Leomort tersirat bahwa ia sangat menyayangi Rossa gadis kecil yang berumur 16 tahun itu.


Tatapan Leomort penuh dengan cinta dan kehangatan.


Kilasan senyuman terukir di sana.


"Sangat Cantik."


Ucap Leomort yang terus memandangi wajah Rossa.


Sedangkan dibawah kastil perpustakaan bawah sana.


Terlihat Leon dan Raya yang sedang berdebat satu sama lain.


"Bagaimana ini kenapa pintu nya tidak bisa terbuka. Siapa yang mengunci nya dari luar sana."

__ADS_1


__ADS_2