PELAYAN MONSTER

PELAYAN MONSTER
episode 29. PELAYAN MONSTER


__ADS_3

Ia mulai berubah menjadi monster yang haus akan darah untuk membinasakan semua manusia yang ada di desa itu.


Tak ada terpikirkan oleh nya kecuali bisikan dari iblis untuk me "Bunuh semua nya."


Bahkan ayah dan ibu Firda telah hangus terbakar di dalam kerajaan yang di penuhi kemegahan itu.


Darah mengalir dari tanah dan permukiman desa.


Dewa rembulan kini telah di butakan oleh amarah dan cinta nya setelah ia tahu bahwa kekasihnya telah mati di bunuh oleh warga desa itu.


Ia membunuh semua orang yang telah menyakiti Firda.


Kini gelar nya bukan lagi Dewa Rembulan melainkan Raja iblis.


Kematian bagi setiap orang yang berani membangunkan nya dari amarah nya.


***


Hujan mulai turun lebat mengguyuri daratan


Raja iblis melihat ke arah abu Firda yang mulai ia sentuh dan ia peluk itu.


Air mata jatuh dari mata nya.


Apakah cinta mereka begitu sesakit ini


Ia mulai tertawa menertawai semua orang yang telah mati di bumi kecuali dirinya.


Buliran air mata jatuh mengenai debu Firda

__ADS_1


Ia melihat ke arah debu Firda


"Hahaha.. kau benar-benar mempermainkan ku takdir."


Teriak nya pada langit merah yang diselimuti dengan asap hitam di sekeliling Raja iblis.


"Hahaha aku telah membunuh semua nya


Ku pastikan tak ada yang bahagia di dunia ini setelah ia merenggut kebahagiaan ku."


"Semua nya sudah MATI Haha.. bahkan Firda ku juga sudah pergi meninggalkan ku seorang diri."


"Persetan... Dengan kehidupan."


Raja iblis itu tertawa, sekarang julukan nya bukan lagi Dewa Rembulan melainkan Alexsa Leomort sang raja iblis.


***


Sedangkan Leomort masih senantiasa memeluk tubuh Rosa yang mugil itu


Ia takut kehilagan Rosa lagi, jadi ia membunuh setiap manusia yang berada di muka bumi itu.


Dan mungkin dunia aka mulai berjalan dari awal nya lagi.


"Apa yang sedang terjadi di luar sana?"


Tanya Rosa tanpa membalikan badannya.


Tapi Leomort tak bergerak sedikit pun

__ADS_1


Apa lagi berminat untuk menjawab pertanyaan Rosa itu, ia masih


menutup mulutnya rapat-rapat membayangkan apa jadinya jika ia kehilangan Rosa lagi.


Rosa berusaha melepas pelukan Leomort untuk melihat kerah jendela, apa yang telah sedang terjadi di luar sana.


Tapi Leomort menutup matanya ia masih tidak mau melepaskan pelukan erat nya itu


"Kau ini kenapa, cepat lepaskan aku jika


kau tidak ingin memberi tahu ku, aku akan mencari tahu nya sendiri."


Ucap Rosa yang memberontak, berusaha melepaskan lengan besar Leomort yang telah terkena banyak percikan darah itu.


Leomort melepaskan pelukan nya lalu membalik tubuh Rosa untuk dapat lebih memeluk dalam lagi tubuh Rosa itu.


"Kurang ajar, Apa mulut mu sudah bisu!!"


Ia mendorong kuat lengan tagan Leomort itu.


Entah kenapa Rosa baru menyadari bahwa lengan tagan Leomort terdapat darah di lengan baju nya itu.


"Darah..! apa kau terluka?"


Rosa mengulurkan kedua tangannya lalu menangkup kepala Leomort.


Leomort yang di perlukan seperti itu pun merasa sangat senang karena ia sedang di perhatikan oleh Rosa wanita yang ia cintai itu.


Leomort lalu menggeleng-geleng

__ADS_1


terimakasih yang sudah mau membaca Jagan lupa tinggalkan jejak like komen dan vote agar author nya selalu semangat dalam memberikan yang terbaik pada novel ini.


bay


__ADS_2