
NOVEL MASIH DALAM KEADAAN REVISI
MAAF JIKA ADA PENULISAN YANG SALAH
ATAU KATA-KATA YANG MUNGKIN KURANG
NYAMAN UNTUK DIBACA.
***
Kata-kata itu saat kecil pernah mendengar nya tapi kenapa kenapa ia tidak ingat "arghh kepala ku benar-benar sakit"
Rosa lalu terduduk dari balik pintu sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Rosa aku benar-benar menyukai mu"
Kata-kata yang terus terngiang-ngiang di kepala nya "berisik aku tidak ingin mendengar apapun lagi."
Kata-kata itu saat kecil pernah mendengar nya tapi kenapa kenapa ia tidak ingat "arghh kepala ku benar-benar sakit"
Rosa lalu terduduk dari balik pintu sambil memegangi kepalanya yang terasa sakit.
"Rosa aku benar-benar menyukai mu"
Kata-kata yang terus terngiang-ngiang di kepala nya "berisik aku tidak ingin mendengar apapun lagi."
__ADS_1
"Apa yang harus kulakukan kepala ku benar-benar sakit."
Seketika ia mengigat kejadian dimana saat ia bertemu pertama kali dengan Cristian
"Apa itu sakit?." Tanya Cristian kepada Rosa sembari mengelus pelan kaki yang memar itu.
"Sakit hiks..." Jawab Rosa yang barusan jatuh saat memenjat pohon.
"Lagian kenapa kau memanjat pohon setinggi ini." ucap Cristian yang menyalah kan Rosa yang semakin menagis karena Rosa tidak suka di bentak atau di marahin oleh orang lain.
"Cup..cup anak cantik tidak boleh menagis nanti cantik nya hilang."
"Apakah aku terlihat cantik di mata kk Cristian?." Tanya Rosa yang dengan tatapan polos nya.
"Kk Cristian menerima perjodohan ini tapi bukankah, kk Cristian tidak mencintai ku?."
Ucap Rosa ketus dan memalingkan wajahnya, karena senyuman yang di tunjukkan Cristian kepada nya membuat nya malu dan pertanyaan aneh nya.
"Hhh.. putri Rosa imut sekali, saya merasa senang di jodohkan kepada Putri secantik dan seimut ini" Cristian mengulurkan tangannya kepada Rosa.
Dan uluran tangan Cristian di balas oleh Rosa dengan sambil menundukkan kepalanya nya.
Tapi saat itu juga kaki Rosa tidak seimbang dan hampir terjatuh, tapi syukurlah ada tagan yang menopang tubuhnya.
Cristian lalu berjongkok dan merentangkan kedua tangannya ke arah belakang.
__ADS_1
"Saya akan menggendong anda putri Rosa."
Rosa tak menjawab apapun ia lalu memeluk leher Cristian degan sangat erat.
"Rosa senang saat di anggap cantik dan imut oleh Cristian." Ucap gadis itu yang saat ini mukanya sudah berubah merah seperti buah tomat.
"Haha benar kah, saya juga merasa sangat senag kalo begitu." Cristian tertawa dengan ucapan Rosa yang terdengar lucu oleh nya.
Rosa hanya bertumpu pada bahu Cristian untuk menopang kepala nya.
Wangi Cristian sangat ia sukai, pria yang ada di depannya ini sangat manis dan ramah pada nya, bagi nya jika ia menikahi pangeran seperti ini ia pasti akan sangat bahagia.
Ucap Rosa dalam hati sambil tersenyum.
"Putri Rosa saya sangat menyukai anda"
Ucap Cristian ia lalu menunduk kan kepala nya dan berjalan melewati jalanan yang di penuhi rerumputan hijau dan bunga anggrek di pinggir-pinggiran danau.
Rosa dapat melihat dari balik tubuh Cristian bahwa pangeran itu bisa menunjuk kan
Raut wajah yang seperti itu juga.
Hanya balasan senyuman dari ucapan Cristian Rosa sangat sangat senang pada saat itu, pipi chubby nya merona dan lesung pipi nya tampak jelas dapat bisa di lihat oleh Cristian dari ujung samping sana.
Cantik sekali.
__ADS_1