
Leomort yang mendengar hal itu sangat marah, hewan-hewan yang berada di sekitar mereka dan burung mulai terbang jauh menjauhi bayangan hitam yang semakin besar dan menunjukkan hawa pembunuh yang siap membunuh magsa nya.
"Kau manusia lemah tahu apa tentang Rosa dan takdir nya, kau dan manusia lainnya.
kalian hanya manusia serahkan yang menginginkan kebahagiaan, Lemah dan tidak berguna hanya mengandalkan kekuasaan, serakah, haus akan kekuasaan, dan hanya meminta kepada iblis untuk mengabulkan permintaan nya, kau kira kedua orang tua mu tidak seperti itu."
"Dasar iblis rendahan, keluarga ku tidak serakah seperti apa yang kata kan Jagan merendahkan ibu dan ayah ku, mereka bisa saja menghukum dan memengal kepala mu karena telah berani merendahkan keluarga kerajaan."
"Manusia yang memuakkan"
Mawar putih itu kini di penuhi oleh warna merah darah yang pekat.
Rosa merasakan firasat buruk yang akan terjadi pada Cristian tunangan nya itu.
Dan ya firasat itu sudah benar terjadi.
"Jika terjadi sesuatu pada Cristian aku tidak akan memaaf kan mu, iblis."
ucap Rosa dengan tatapan yang ingin mengutuk iblis itu.
"Putri Rosa."
Ucap Leomort yang mengagetkan nya.
"Apa yang kau lakukan pada Cristian!
Kau tidak membunuh nya kan!!!."
__ADS_1
Terlihat dari wajah Rosa yang menunjukkan wajah unek tidak menyukai pelayan nya itu.
"Hanya memberi nya sebuah pelajaran."
Jawab Leomort pelayan itu.
Rosa lalu menarik kerah baju kemeja hitam Leomort, "kau.. sekali lagi aku tanya kau tidak membunuhnya kan!!."
Tegas Rosa yang mulai terpancing emosi di ubun-ubun nya.
"Tidak, aku hanya memberi nya pelajaran, bahwa jagan mendekati putri Rosa karena seorang seorang putri Rosa itu hanya milik pelayan nya, pelayan iblis itu!."
Lengkungan sabit muncul sekilas di bibir Leomort nada nya begitu terdengar berat tapi mampu memabukkan setiap wanita yang mendengar nya, tapi tidak dengan gadis yang bernama Rosa itu.
Rosa berlari meninggalkan Leomort sendiri an di dalam ruangan tamu.
"Dasar Monster."
Ucap Rosa yang menghentikan langkahnya dan lalu pergi dalam ruangan kamar nya itu.
"Sampai kapan aku harus menunggu dan memainkan sebuah peran ini putri Rosa."
Gadis yang bernama Rosa itu kini sedang terduduk di lantai dekat jendela di balik
Gorden itu. Terlihat jelas dari mata nya
Bahwa ia tak memperdulikan lagi
__ADS_1
Hidup nya, kehilangan kedua orang tua nya
Kedua kk nya pergi meninggalkan nya
Dan sekarang ia harus kehilangan orang yang sangat mencintai nya.
Bagaimanapun Cristian adalah teman nya di masa kecil
Rosa sangat menyayangi nya begitu juga sebaliknya Cristian sangat mencintai
Dan menyayangi nya, bahkan ia sudah tahu hal buruk apa yang akan ia hadapi nanti.
Tapi pria Inggris itu masih tetap kekeh untuk mendampingi nya dan menjadi pasangan
Hidup nya, apa kah itu bisa di sebut dengan kata cinta.
Rosa tak tahu apa yang sedang terjadi pada Cristian tunangan nya itu.
Ia hanya bisa berdoa kepada Tuhan agar pria itu baik-baik saja.
Pintu jendela masih terbuka agin sejuk masuk ke dalam ruangan itu.
Dan seketika ada bayangan hitam yang juga ikut masuk dan membekap mulut Rosa.
***
terimakasih yang sudah mau membaca, Jagan lupa tinggalkan jejak.
__ADS_1
terimakasih:v