
***
"Ibu.. ayah.. kalian tidak bisa melakukan ini ke padaku aku mencintai nya aku berhak bersama nya.. aku ingin bersama nya apa salah ku jika aku mencintai seseorang?
apa aku tak berhak bahagia?? ayah.. ibu.. kumohon jangan lakukan ini
kepada Putri mu.
Ucap Firda sambil menagis dan memberontak.
"Apa yang sedang kalian lakukan cepat seret hama yang akan menggangu ketentraman kerajaan ini.
aku tak Sudi mengurus seorang putri pembawa sial seperti dia!"
Ucap ibu Firda dengan emosi dan menagis.
Kedua orang tua Firda benar benar sangat kecewa kepada sang putri nya itu.
"Tidak ibu.. ayah.. maafkan aku, apakah kalian harus Setega ini kepada ku?!!."
Firda kini mengais sejadi jadinya ia melihat ibunya yang telah berpaling jauh meninggalkan nya.
Firda lalu di seret keluar menjauh dari kerajaan ia di kerumuni oleh banyak orang orang dari desa itu.
__ADS_1
"Apa ini hukuman yang akan aku dapatkan."
Ucap Firda tersenyum tipis degan kedua mata nya yang sebeb karena
sehabis menagis.
"Aku berharap aku bisa bahagia dengan orang yang ku cintai."
Firda di lempari degan kotoran dan batu batu dari penduduk desa itu bahkan mereka tak segan-segan mengatai Rosa degan sebutan ****** dan pembawa sial.
"BUNUH PEMBAWA SIAl UNTUK DESA INI!!!"
Ucap sorak sorakan orang-orang yang ada di sekeliling Firda.
Firda tak memiliki tenaga lagi, suara nya sudah begitu parau karena terikan nya di saat orang orang menancapkan busur panah yang mengenai tepat pada tubuh nya
Sakit.. begitu sakit
Hal itu yang ia rasakan tapi hal yang lebih menyakitkan lagi di mana, jika ia tidak bisa hidup bersama dengan orang yang ia cintai.
Kehidupan seperti apakah itu
Kenapa sangat begitu menyakitkan.
__ADS_1
Bahkan mereka tidak tahu bawah Firda yang mereka anggap itu sebagai Dewi kehidupan hanyalah seorang manusia biasa yang juga ingin merasakan cinta di kehidupan nya.
Tapi semua itu sudah menjadi tradisi pada jaman x itu, Firda tak bisa berbuat apapun.
"Sebelum ia membawa sial di desa kita bakar saja tubuh nya, bahkan kematian nya pun masih menyisakan jasat yang harus kita lenyap kan dari kehidupan ini ia dapat membawa malapetaka bagi desa ini."
Api di nyalakan kini wanita cantik yang terikat di kayu itu degan berbagai kesakitan yang ia rasakan telah pergi dari kehidupan ini ia pergi jauh sejauh mungkin dari mereka yang tak ada sedikitpun belas kasih.
Mata Firda tertutup erat dengan tagan nya yang terikat di samping kayu, baju nya kotor bersimbah darah.
Api mulai mengelilingi tubuh Firda hingga siang hari yang mulai menjelang sore dan malam hari.
Orang orang tersebut sudah pergi meninggalkan Firda yang telah menjadi debu itu.
Malam hari telah tiba
Dewa rembulan telah turun menyinari bumi
Ia di selimuti oleh amarah nya setelah mengetahui semuanya.
Yang awalnya Dewa Rembulan adalah laki laki yang baik hati, Lemah lembut kepada siapapun, kini telah berubah menjadi seseorang yang kejam tanpa berbelas kasih sedikit pun.
Mata nya berubah merah karena amarah nya, seperti bulan purnama merah yang pekat yang kini telah mengubah malam hari itu menjadi Langit merah, pada malam hari yang digin dan mencekam itu.
__ADS_1