PELAYAN MONSTER

PELAYAN MONSTER
episode 30. PELAYAN MONSTER


__ADS_3

Leomort menggeleng-gelengkan kepalanya Ia lalu menatap nanar kedua bola mata Rosa itu tanpa berkedip.


Kedua mata Rosa begitu indah untuk diperhatikan dari jarak yang begitu dekat


Leomort seperti terhanyut kedalam arus keindahan yang di pancarkan dari mata Rosa, seperti menarik Leomort masuk kedalamnya untuk mennyagi gadis itu yang kini tak memiliki siapa-siapa lagi di


kehidupan ini bahkan ia tak menyukai iblis yang telah membunuh keluarga nya itu.


Apakah Leomort seperti iblis yang sangat kejam di kehidupan Rosa, di kehidupan sebelumnya bahkan di kehidupan ini.


Ia sama saja membunuh orang orang yang di sekeliling Rosa, Leomort takut jika orang orang itu akan menyakiti Rosa seperti kehidupan sebelumnya tapi pada


dasarnya diri dia sendiri lah yang


menyakiti gadis kecil itu.


"Maaf"


Ucap Leomort yang masih terpaku dengan kedua bola mata Rosa yang indah itu.


"Maaf?"


Rosa mengernyitkan dahi nya bingung kenapa Leomort yang tiba-tiba meminta maaf kepada diri nya.


Apakah aku perlu memperlihatkan kehidupan Firda pada diri nya yang sekarang.


Apakah itu hal yang tepat.


Tapi bagaimana jika Rosa semakin membenci ku.


Ucap Leomort dalam hati nya berfikir keras untuk dapat membuat hubungan mereka jauh lebih baik dari sebelumnya.


"Hei.."


"Helo.. apakah kamu baik-baik saja?."


Ucap Rosa melambai-lambaikan telapak tangan nya ke arah wajah Leomort.

__ADS_1


Leomort tersadar dari pikiran nya.


"Yaa aku baik-baik saja."


Leomort kembali memeluk tubuh Rosa dengan sangat lembut.


Menangkup kan kepala nya ke ceruk leher putih Rosa, menghirup udara segar di sana.


Bagi nya Rosa adalah sesuatu yang berharga di kehidupan ini.


Rosa hanya menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya dengan perlahan.


Ada apa dengan sesuatu yang kejam yang sedang memeluk nya ini.


Rosa hanya membiarkan Leomort memeluk tubuh nya dan menghirup aroma wangi tubuh Rosa.


Rosa malah membalas pelukan itu.


Tapi entah kenapa hidung Leomort malah terus terusan mengendus ngendus bagian leher Rosa.


menjilat nya.


Rosa sangat kaget saat Leomort semakin mengigit tengkuk leher nya itu.


Ah


"Leomort.. ada apa dengan mu?!!"


Kini Leomort mencium bibir Rosa membungkam mulut gadis kecil itu.


Leomort kini memegangi dua bola pada bagian bokong Rosa.


"Leomort.."


Ucap Rosa di sela-sela ciuman panas itu.


Bokong Rosa lalu di pukul oleh Leomort.

__ADS_1


"Jagan bergerak Rosa."


"Aku tak tahu rasanya sangat panas sekali saat aku menyentuh tubuh mu, aku


Aku benar-benar menginginkan mu."


Leomort mendorong tubuh Rosa.


Kini tubuh gadis kecil itu terjatuh di tempat tidur.


Leomort kini mulai melepaskan baju nya sedikit demi sedikit.


"Tunggu.. tunggu dulu Leomort.."


"Terus terus panggil namaku Rosa, aku menyukai nya."


Ucap Leomort cepat lalu membuka mulut Rosa dan mencium nya.


Panas.. sangat panas


Perasaan apa ini, Rosa tak ingin mengikuti permainan mereka, tapi jelas tubuh nya


berkata lain.


"Leomort panas.."


Ucap Rosa terhanyut dalam permainan mereka.


"Rosa.."


Ucap Leomort memperhatikan wajah gadis itu dengan kata-kata yang sulit di artikan.


Mereka merasakan bawah tubuh mereka sama-sama panas dan menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar ciuman itu


***


terimakasih yang sudah mau membaca, Jagan lupa tinggalkan jejak, like, komen, dan vote agar author semangat selalu dalam berkarya.

__ADS_1


__ADS_2