
"Siapa kah pelayan yang berbeda di samping mu ini."
Ucap Leon pada Rossa.
"Ia hanya seorang pelayan biasa."
Ucap Rossa biasa membalas pertanyaan Kaka nya.
Rossa sangat bosan jika terus berada di dekat kedua kakak nya itu, selain suka mengejek, mereka juga suka mempertanya kan hal-hal yang menurut Rossa aneh.
"Apa dia tidak bisa menebak dari cara berpakaian nya."
Ucap Rossa dalam hati sambil memutar bola matanya dengan malas.
"Jika kalian sudah selesai bertanya maka kalian boleh pulang ke rumah kalian masing masing."
Ucap Rossa lalu di timpali dengan pertanyaan Raya yang membuat Leomort jengkel.
"Seperti nya dia bukan pelayan biasa."
Raya memandang sinis kearah Leomort.
Tapii entah kenapa keanehan sesuatu terjadi pada Rossa.
Mata Rossa yang awalnya coklat kini berubah menjadi merah pekat.
Ada apa yang sebenarnya terjadi pada gadis yang bernama Rossa itu.
"Jika tidak ada hal yang penting kalian boleh pergi meninggalkan kami berdua."
__ADS_1
Ucap Rossa digin kepada kedua kakak nya.
Rossa lalu pergi menuju kamar, dengan di ikuti oleh pelayan nya Leomort."
Seringai muncul di sudut bibir Leomort.
Siapakah sebenarnya pelayan Rossa Leomort itu.
Saat pelayan itu ada di sisi Rossa suatu kejadian aneh selalu saja terjadi .
"Diaa bukan pelayan biasa."
Ucap Leon degan tatapan yang serius
Ia terus memandangi Leomort yang mengikuti adik nya dari belakang itu.
"Entah apa yang terjadi, tapii yang di maksud kakek benar, bahwa Rossa telah di kendalikan oleh iblis itu."
Ucap Raya fedora yang membuat Leon mengebu-gebu karena amara nya.
"Apa yang kau maksud Raya! Apa kau akan membiarkan adik satu-satunya semata wayang kita di rengut oleh iblis itu!!."
Leon menarik kerah baju Raya, terlihat jelas dari mata nya bahwa ia sangat benar-benar marah kepada adik, bodoh nya itu.
"Tenangkan emosi mu Kaka tertua. Aku tahu kau sangat menyayangi adik mu Rossa dan tentu aku juga sebaliknya nya. Tapi apa kau lupa dengan apa yang kakek katakan."
Kata dari Raya membuat Leon terdiam seketika ia teringat apa yang kakek mereka katakan, lalu Leon melepaskan tangan nya dari kerah baju Raya.
"Pasti ada jalan keluar untuk membebaskan Rossa dari iblis itu."
__ADS_1
Ucap Leon yang mulai mengacak-ngacak rambut nya dan duduk di kursi nya.
"Ada satu jalan untuk bisa membebaskan adik kita dari iblis itu."
Leon lalu memalingkan wajahnya kearah Raya.
"Apa?."
"Kita harus membunuh iblis itu."
Ucap Raya ketus.
"Kauu gilaaa..! Sebuah kutukan tidak bisa di musnah kan dengan mudah!!."
"Yaa.. aku tahu, tapii apa salahnya kalo mencoba."
Ucap Raya menaikan kedua bahu dan tagan nya.
Terlihat Leon sedang berfikir keras. apa yang dikatakan Raya juga ada benar nya tapii, apa kah mungkin mereka bisa mengalahkan iblis itu, bisa saja nyawa mereka yang menjadi taruhan nya.
"Ikut aku!."
Leon menarik tangan Raya.
"Ke mana?."
"Sudah ikut saja."
Leon dan Raya kini menuju ruang bawah tanah di kastil besar itu.
__ADS_1
Kini mereka sudah sampai di pintu besar perpustakaan bawah tanah yang memang mereka tahu bahwa di dalam sana banyak barang berharga dan buku-buku kuno peninggalan kedua orang tua mereka.