Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 10: Merasa Beruntung


__ADS_3

Hari-hari berlalu dalam sekejap mata, Lucas menjadi sibuk dengan jabatan baru yang didapatkannya, sampai-sampai belum lagi mengurus soal masalah cintanya.


Jadi, hari itu karena kebetulan adalah sebuah hari libur, Lucas mengambil kesempatan hari itu untuk mencoba sekali lagi bertemu dengan Eve.


Nanti sepertinya, masih akan ada tugas sukarelawan di komunitas.


Harusnya tidak apa-apa untuk mencoba mengobrol dengannya nanti?


Lucas jelas terlihat cemas untuk pertemuan nanti.


Adelia yang bersama dengan Tuan Mudanya itu jelas tahu dengan kekhawatiran pria itu.


"Tuan Muda tidak perlu terlalu cemas cukup lakukan seperti biasa,"


"Astaga, namun aku menjadi begitu cemas, Bagaimana jika dia sudah benar-benar membenciku?"


"Tuan Muda mencobanya saja, tidak perlu terlalu cemas,"


Adelia jelas merasakan perasaan pahit ketika mencoba memberikan nasehat pada Tuan Mudanya.


Yah, cinta satu arah memang menyakitkan.


Namun Adelia tetap mencoba memasang senyum terbaiknya dan memilih berpura-pura mendukung Tuan Mudanya itu.


"Namun bagaimana jika aku ditolak lagi dan dia tidak ingin bicara denganku?"


Mendengar Tuan Mudanya menjadi bersikap tidak masuk akal tidak seperti dirinya itu jelas Adelia merasa binggung.


Ya, Tuan Mudanya, biasanya seseorang yang penuh kepercayaan diri, namun yah...


Namanya orang jatuh cinta?


Seorang Pria yang biasanya memiliki ekspresi dingin dan pendiam pun bisa berubah menjadi seperti ini.


Hah, Cinta benar-benar bisa memiliki dampak yang sangat signifikan!


Coba saja wanita yang di sukai Tuan Mudanya ini adalah dirinya..


Sayang sekali, dirinya ini hanyalah seorang pelayan rendahan yang tidak pantas bersanding dengan Tuan Mudanya itu.


Terlalu berlebihan, meminta hal semacam itu.


Jadi, Adelia segera mengatakan sebuah lelucon,


"Kalau Tuan Muda di tolak, Tuan Muda selalu bisa datang padaku, Aku akan memberimu sebuah penghiburan,"


Lucas lalu segera Adelia yang duduk di sampingnya itu.


Saat ini mereka berada di sofa di Kamar Tidur Lucas.


"Benarkah? Kamu akan menghiburku? Bagaimana caranya?"


Adelia tahu, Tuan Mudanya juga sama-sama membuat lelucon seperti dirinya, jadi Adelia hanya mengatakan dengan asal.


"Aku akan mengijinkan Tuan Muda untuk tidur di pangkuanku, lalu menghibur Tuan Muda dengan lagu pengantar tidur,"


Lucas sekali lagi menjadi tertawa setelah mendengar itu.


Dan tanpa pikir panjang, Lucas segera meletakkan kepalanya pada pangkuan Adelia, mulai tiduran disana.


"Kalau begitu kenapa kamu tidak menghiburku dulu sekarang?"


Adelia jelas merasa kaget dengan tindakan yang tiba-tiba itu.


Tuan Mudanya benar-benar berbaring di pangkuannya!

__ADS_1


Adelia rasanya jantungnya merasa ingin cepat hanya dengan gerakan itu.


Ini terlalu berlebihan.


Lucas sadar jika pelayannya itu tiba-tiba menjadi diam.


"Adelia? Bukankah kamu bilang tadi kamu ingin menghiburku Kenapa kamu malah diam saja?"


Lucas segera menarik tangan Adelia ke kepalanya, seorang menyuruh Adelia untuk mengelus rambutnya.


Adelia jelas menjadi tambah kaget dengan hal ini.


Dirinya dan Tuan Mudanya, sebenarnya tidak sedekat Itu untuk bisa berinteraksi cukup intim seperti ini.


Yah, hanya ada situasi-situasi khusus di mana Dirinya memang memeluk dan menghibur Tuan Mudanya.


Hanya...


Adelia tidak bisa untuk tidak berpikir tentang bagaimana Tuan Mudanya ini benar-benar bersikap sangat curang!


Ya, dengan perlakuan Tuan Mudanya yang seperti ini terhadap dirinya, bagaimana bisa dirinya melupakan perasaan yang ada di hatinya itu?


Tuan Muda Lucas benar-benar sangat curang dalam menggunakan pesonanya.


Lihat saja, wajah Tuan Mudanya yang saat ini ada di pangkuannya ini, terlihat sangat tampan yang memukau.


Apalagi, rambut Tuan Mudanya yang terasa begitu lembut dan halus sangat nyaman untuk disentuh.


Adelia tanpa sadar segera mengelus rambut Lucas.


Lucas juga cukup terkejut tentang bagaimana Adelia benar-benar mengelus rambutnya.


"Pfff... Ini sedikit geli, sepertinya kamu sangat menyukai untuk bermain-main dengan rambut ku?" Kata Lucas sambil sedikit tertawa mengoda Adelia.


Adelia yang merasa tertangkap basah itu segera menarik tangannya.


Tangan ini, sangat di luar batas sekali!


Namun jelas dirinya tidak akan pernah melupakan rasa sentuhan dari Rambut Tuan Mudanya.


Dari awal ini adalah salah dari tuan mudanya itu.


Jadi Bukankah tidak apa-apa jika dirinya diam-diam mengambil keuntungan dari hal ini?


"Bukankah itu perintah Tuan Muda? Aku hanya melakukan semua perintahmu,"


Adelia mencoba untuk menormalkan ekspresinya dan juga hatinya agar bisa mengatakan semuanya dengan nada santai.


"Ya, Kamu mungkin ada benarnya juga. Namun kamu jangan menjadi begitu patuh padaku seperti itu,"


Adelia jelas merasa heran dengan kata-kata itu dan segera berkata lagi,


"Tapi Aku adalah Pelayan Pribadi Ekslusif milik Tuan Muda, Aku selalu setia padamu dan akan menuruti semua permintaan Tuan Muda, apapun itu,"


Lucas yang mendengar itu, segera bangun dari pangkuan Adelia.


Lalu segera menatap ke arah wajah Gadis itu dan berkata lagi,


"Lalu bagaimana jika Aku menyuruhmu untuk menciumku?"


Adelia tentu saja menjadi terkejut dengan permintaan barusan.


Dan segera memikirkan itu dengan serius.


Lucas yang melihat gadis yang ada di depannya itu terlihat begitu serius dengan ucapannya jelas langsung tertawa,

__ADS_1


"Kamu tidak perlu begitu serius, Tentu saja aku tidak akan pernah memintamu sesuatu yang macam-macam seperti itu,"


"Namun Aku adalah milik Tuan Muda, Tuan Muda selalu bebas memerintahkan apapun kepadaku, bahkan hidupku adalah milik dari Tuan Muda,"


Lucas jelas menjadi terkejut dengan kata-kata itu.


"Adelia, jangan menjadi seperti itu oke? Aku tidak akan pernah mengekang kebebasanmu, kamu bukan milik siapa-siapa, kamu selalu akan aku berikan kebebasan untuk melakukan apapun yang kamu inginkan,"


"Tidak Tuan Muda, sejak dari awal saya memasuki rumah ini, dan menjadi pelayan Tuan Muda, saya adalah milik Tuan Muda seutuhnya,"


Ya, Adelia benar-benar mengatakan ini dengan serius.


Saat ini bahkan hatinya milik Pria di hadapannya ini, milik Tuan Mudanya.


Lucas yang mendengar kata-kata serius itu segera mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


"Sudahlah, aku rasa percuma mencoba mengatakannya padamu, mari kembali ke bahasan sebelumnya, soal rencanaku. Aku bahkan belum memilih baju untuk nanti,"


Adelia tahu jika Tuan mudanya itu sepertinya tidak ingin membicarakan soal hal kesetiaan dirinya atau sesuatu.


Karena jika membicarakan soal itu apalagi soal tradisi Keluarga Liones, itu akan membuat Tuan Muda sama seperti anggota keluarga lainnya di rumah.


Tuan Mudanya, sebenarnya tidak ingin disamakan dengan orang-orang penghuni rumah ini, yang bersikap sangat kejam dan keji, bahkan pada Pelayan Pribadi mereka, yang di perlakukan seperti Budaknya sendiri, yang harus mematuhi semua perintah Tuannya tanpa terkecuali, bahkan ketika, harus...


"Saya akan memilihkan baju untuk Tuan Muda,"


Lucas segera tersenyum dan berkata,


"Tentu saja, ah benar nanti apakah perlu aku memberikan beberapa hadiah untuk Eve?"


Adelia sekali lagi berusaha untuk menenangkan hatinya dan memberikan jawaban secara profesional.


"Saya rasa itu berlebihan, namun mungkin memberikan beberapa camilan kecil seperti biskuit atau coklat, atau minuman dingin, nanti tidak masalah? Toh nanti di acara itu pasti Nona Eve haus atau lapar,"


Lucas yang mendengar itu segera tersenyum merasa senang dengan nasehatnya itu.


"Hmm, Aku rasa kamu harus ikut denganku nanti, aku mungkin membutuhkan banyak nasehatmu soal hal-hal ini, Setelah semua aku tidak memiliki pengalaman apapun. Apakah kamu mau ikut denganku?"


Adelia segera memiliki perasaan rumit soal.


Karena dirinya tidak tahu apakah dirinya benar-benar sanggup ketika melihat Tuan Mudanya bersama dengan wanita lainnya.


Namun Ini semua adalah tugasnya dirinya jelas tidak bisa menolak.


Bahkan walaupun Tuan Mudanya tidak pernah memaksanya.


Dirinya hanya harus sebisa mungkin bisa mendukung Tuan Mudanya.


Lagipula, dirinya cukup penasaran dengan Nona Eve ini.


Walaupun dirinya sudah pernah melihat di foto namun berhadapan secara langsung adalah sesuatu yang berbeda.


"Tentu saja, aku akan ikut dan mencoba mendukung Tuan Muda nanti,"


Dengan itu, mereka segera memutuskan untuk berangkat acara sukarelawan itu.


Adelia selain memilihkan baju untuk Lucas, bahkan memilihkan camilan mana yang akan di berikan Tuan Mudanya nanti.


Adelia benar-benar terlihat serius ketika memilih cemilan-cemilan di toko.


Lucas yang melihat betapa seruan Adelia itu hanya bisa tersenyum.


Ya, Adelia selalu menjadi seseorang yang sangat bisa diandalkan dalam hidupnya.


Pelayannya yang sangat kompeten.

__ADS_1


Dirinya sangat beruntung memiliki orang seperti ini di sampingnya setidaknya dirinya tidak pernah merasakan kesepian atau merasakan sendirian selama di Keluarga Liones, terutama setelah Kakaknya mengalami kecelakaan itu.


Ya, dirinya benar-benar sangat bersyukur ada Adelia yang selama ini ada di sisinya dan mendukungnya.


__ADS_2