
Keduanya saat ini sedang berada di dalam kamar tidur yang ada di Klub itu, yang biasanya memang di sewa oleh Beberapa pelanggan ketika mereka terlalu mabuk atau ketika ingin melakukan sesuatu yang pribadi.
Lucas yang sampai di kamar itu, segera membaringkan tubuh Adelia di atas tempat tidur, lalu segera mencium lagi gadis itu.
Keduanya, sama-sama terbawa oleh suasana yang mendalam.
Sampai akhirnya, ketika Lucas melepaskan ciumannya, dan menatap gadis yang berbaring di bawahnya itu dirinya kembali memulihkan kesadarannya.
Bahwa barusan dirinya benar-benar melakukan hal yang sangat gila dengan memanfaatkan Adelia dengan istilah mencari penghiburan dan pelarian.
Bukankah jika dirinya seperti ini dirinya tidak lebih sama seperti Ayahnya yang Brengsek ataupun orang-orang lain di Keluarga?
Yang hanya menganggap orang lain sebagai sebuah barang?
Lucas segera berdiri dan duduk di sana wajahnya termenung.
"Maaf Adelia, Aku barusan benar-benar memiliki sebuah keinginan yang bodoh, Aku seharusnya tidak boleh memanfaatkanmu seperti itu,"
Adelia segera menjadi cukup kaget ketika Tuan Mudanya itu mulai bangun, dan berkata seperti itu.
Dirinya sekarang juga jujur tidak tahu harus berbuat apa.
"Tuan Muda tidak salah,"
Sekarang Lucas kembali menatap gadis yang ada di sampingnya itu.
"Adelia!! Apakah kamu tidak mengerti tentang apa yang akan aku lakukan padamu? Aku akan mengambil kehormatanmu yang berharga dengan paksa! Jika aku melakukan itu Bukankah aku menjadi sama dengan orang-orang brengsek di keluarga Liones? atau mungkin karena aku tumbuh seumur hidupku bersama orang-orang Brengsek itu aku juga sekarang menjadi orang beregsek?"
Terdengar nada kemarahan keputus asaan dan kesedihan di balik kata-kata itu.
Dan Adelia akhirnya menyadari tindakannya ini juga salah karena menerima semua perlakuan itu.
Apakah dirinya ini malah mengambil keuntungan dari Tuan Mudanya yang saat ini setengah sadar karena terlalu banyak minum?
Adelia merasa dirinya sangat bersalah seperti ini dan sekarang bahkan membuat Tuan Mudanya itu malah menyalahkan dirinya sendiri, padahal Tuan Mudanya tidak salah apapun.
Mingkin memang dirinya memiliki keinginan terpendam yang terlalu dalam, karena rasa cintanya pada Tuan Mudanya ini.
Adelia segera memegang kedua pipi Lucas, agar mereka berdua bisa saling menatap.
"Tuan Muda tidak salah apapun. Itu aku yang salah karena menerima semuanya tanpa melawan,"
Tatapan mereka saat ini bertemu satu sama lain.
Lucas lalu segera berkata,
"Lalu kenapa Kamu menerimanya begitu saja? Kenapa kamu tidak menolakku? Kamu selalu bisa menampar atau memukulku!"
__ADS_1
"Aku tidak bisa," kata Adelia lagi dengan nada penuh keyakinan.
Lucas yang mendengar itu jelas merasa bingung karena tidak mengerti, lalu dirinya segera memikirkan beberapa hal.
"Apakah karena kamu adalah Pelayan Pribadiku? Jadi menurutmu, jika aku menginginkan apapun darimu kamu akan menurutinya? Sungguh aku akan sangat marah jika kamu mengatakan itu,"
Adelia jelas sekarang menjadi bingung tentang bagaimana caranya menjawab.
Hanya...
"Adelia? jawab aku Kenapa kamu bisa begitu patuh dan bilang iya dengan semua yang aku katakan padamu?"
Adelia yang ditanya itu masih diam dan tidak berkata apapun.
Masih memikirkan kata-kata yang cocok untuk menjadi sebuah alasan.
Namun Adelia tidak menemukan kata-kata yang cocok dalam situasi ini.
"Juga sebelumnya saat di tebing, Kenapa kamu bahkan rela mengorbankan dirimu sendiri demi menyelamatkanku? Apakah itu juga karena kamu adalah Pelayan Pribadiku?"
Adelia cukup kaget ketika Tuan Mudanya mulai mengatakan hal-hal itu dan mengungkit-ngungkitnya.
"Adelia? Jawab aku Kenapa kamu bisa berbuat sampai sejauh itu hanya demi Aku? Aku bukanlah orang yang seberharga itu... Seorang pria yang Bahkan dibenci oleh Ibu Kandungnya sendiri, Jadi kenapa kamu rela melakukan semua itu demi aku? Aku yang sangat tidak berharga ini, yang Bahkan ditolak oleh gadis yang aku cintai,"
Ada nada keputusasan dalam semua kata-kata itu.
Dirinya memang tidak bisa menjawab pertanyaan barusan dengan sebuah alasan.
Mungkin ini saat yang tepat untuk dirinya menyatakan perasaannya.
Dirinya mungkin akan ditolak dan hubungan mereka mungkin tidak bisa kembali seperti sebelumnya.
Namum tidak apa-apa dirinya tidak akan pernah menyesal untuk mengatakannya sekarang.
"Itu karena Aku mencintai Tuan Muda Lucas, untukku kamu adalah sesuatu yang sangat berharga, sangat Aku cintai, Aku tidak ingin kehilanganmu jadi aku melindungimu dan menyelamatkanmu saat itu. Aku tidak ingin melihatmu menjadi begitu terpuruk dan sedih seperti ini jadi Aku memberikanmu sebuah penghiburan dan menuruti semua kemauanmu, bahkan ciuman itu, aku benar-benar menikmatinya dan menyukainya karena aku sangat mencintaimu... Di sini aku yang salah karena terlalu memanfaatkan kebaikan Tuan Muda..."
Lucas yang mendengar kata-kata itu jelas tidak bisa mempercayainya.
"Kamu menyukai ku?"
"Ya, Aku sangat menyukai Tuan Muda lebih daripada yang Tuan Muda pikirkan,"
"Tapi kenapa? Kenapa kamu bisa mencintai dan menyukai seseorang sepertiku?"
Adelia lalu memeluk tubuh Lucas lagi.
"Apakah butuh sebuah alasan untuk jatuh cinta? Aku hanya jatuh cinta padamu itu saja,"
__ADS_1
Kata-kata itu, terdengar begitu hangat dan sangat tulus, membuat Lucas tiba-tiba mulai menangis dan terbawa emosi.
Karena tidak berpikir jika didunia ini masih ada seseorang yang tulus mencintainya seperti itu.
"Tuan Muda adalah sesuatu yang sangat berharga untukku orang yang paling aku cintai, jadi jangan lagi Tuan Muda bilang, jika Tuan Muda adalah sesuatu yang tidak berharga lagi, mengerti?"
Lucas tidak mengatakan apa-apa setelahnya karena Lucas, yang mulai menagis itu, perlahan-lahan mulai menjadi tenang dan tenggelam dalam pelukan Adelia, dan mulai tertidur lelap.
Adelia hanya bisa memeluk Tuan mudanya itu sekarang.
Baiklah, Tuan Mudanya sekarang malah tidur?
Apa yang harus dinya lakukan sekarang?
Adelia juga merasa binggung sendiri dengan semua itu.
Jadi, Adelia hanya bisa membaringkan tubuh Tuan Mudanya itu ke tempat tidur dengan benar, lalu menyelimutinya dengan benar.
Adelia lalu menatap wajah tidur itu yang saat ini di ujung matanya ada sedikit air mata.
Adelia tidak mengerti juga kenapa Tuan Mudanya menagis.
Namun menahan wajah itu, Adelia menjadi sedikit tidak tahan, dengan tangannya Adelia mulai mengusap air mata itu, lalu segera memberikan ciumannya pada mata Tuan Mudanya itu.
"Tuan Muda Jangan menangis lagi semuanya akan baik-baik saja dan aku akan selalu di sampingmu bahkan jika nanti kamu pada akhirnya akan membenciku,"
Tidak ada hal lain yang terjadi malam itu, hanya malam yang tenang, dimana Lucas memiliki mimpi yang indah.
Dan Adelia merasa sangat lega karena Akhirnya bisa mengungkapkan isi hatinya.
Namun tanpa dua orang itu sadari, ternyata dari saat mereka memasuki Klub Malam itu, ada seseorang yang menatap dan mengamati mereka berdua.
Juga mengambil foto mereka, lalu mengirimkannya pada seseorang tertentu.
####
Di ujung lainnya, saat ini terlihat seorang Pria muda, menatap ke arah ponselnya dengan ekspresi senang setelah baru saja menerima sebuah foto.
Gadis yang bersama dengan pria itu menjadi terkejut karena melihat pria itu tiba-tiba tersenyum, Dia segera bertanya,
"Ada apa Tuan Muda Deminic?"
Pria itu, Deminic Liones, saudara tiri Lucas.
"Aku hanya baru saja mendapatkan foto-foto yang menarik, jika aku menunjukkan foto ini pada Kakek, kira-kira Bagaimana pendapatnya? Aku benar-benar menantikan sebuah kekacauan, Aku tidak mengira Lucas yang sok suci itu, ternyata diam-diam memiliki hubungan dengan Pelayan Pribadinya sendiri, ini jelas adalah berita yang sangat besar,"
Deminic terlihat menjadi sangat gembira dengan rencana yang dia miliki, Salah satu cara untuk menghancurkan saudaranya itu yang sangat dia benci.
__ADS_1