
Malam itu, di Rumah Keluarga Liones, terlihat para Pelayan sedang begitu sibuk mempersiapkan jamuan makan malam.
Itu benar, hal itu karena malam minggu akan diadakan sebuah Pertemuan Keluarga, yang merupakan hal yang cukup jarang, untuk semua anggota keluarga Liones berkumpul.
Hingga, waktu akhirnya berlalu dalam sekejap, dan waktu sudah hampir menunjukkan pukul delapan malam.
Satu demi satu, mobil mewah gulai masuk ke dalam Rumah Keluarga Besar itu.
Lucas adalah yang paling terakhir datang.
Ya, itu bener Lucas masih sibuk mengurusi hal-hal di Rumah Sakit, karena Kondisi Kakaknya.
Namun walaupun kakaknya sangat ini terbaring di rumah sakit seperti itu, tidak ada yang benar-benar peduli dengan kondisi kakaknya itu, dan pertemuan Keluarga Rutin ini tetap saja dilakukan seperti biasa bahkan setelah tahu Kakaknya baru saja kritis.
Adelia melihat kearah wajah Tuan Mudanya, yang saat ini menunjukkan ekspresi dingin, seolah penuh dengan emosi di sana.
"Tuan Muda, jika memang Tuan Muda tidak ingin datang ke pertemuan seharusnya tidak apa-apa untuk tidak datang,"
"Aku mengerti apa maksudmu kamu tidak perlu khawatir aku baik-baik saja. Kamu jelas bahan juga alasan kenapa aku datang, ditanya aku harus memiliki penampilan yang baik di depan Kakek, aku tidak akan membiarkan orang orang mengambil kesempatan ketika aku mungkin tidak hadir dalam acara ini, cih semua orang selalu memiliki agenda licik tersembunyi,"
Ya, Adelia jelas aja merasa khawatir, karena selalu bukan hal yang baik jika ada Pertemuan Keluarga Liones.
Hah, Tuan Mudanya harus bertemu dengan Ibu tirinya juga dengan saudara dirinya yang menyebabkan, belum lagi sepupu Tuan Mudanya itu.
Dan benar saja, ketika mereka tiba di Parkiran Rumah Keluarga Liones, mereka bertemu dengan sosok yang familiar.
Seorang Pria yang memiliki penampilan rapi, dan tato di sebagai lehernya, datang menghampiri kearah Lucas.
"Ah, ternyata Kak Lucas datang? Aku dengar kakak tertua hari ini masuk dalam kondisi kritis, Aku kira Kak Lucas akan pergi menjaganya malam ini tapi wow ternyata kakak malah datang ke sini apakah sekarang Kak Lucas sudah tidak begitu peduli juga dengan kondisi kakak tertua?"
Kata-kata itu diucapkan dengan nada yang terdengar santai namun jelas penuh ejekan di baliknya.
"Itu bukan urusanmu Deminic, apakah Aku datang atau tidak, tunggu jangan bilang kamu menjadi takut karena aku datang ke sini? Aku dengar hari ini kakak ingin membicarakan hal penting, mungkin dia ingin segera mengangkatku sebagai penerusnya,"
"Cih, jangan kamu berharap. Tidak mungkin Kakek memilihmu, Pria lembek sepertimu, yang bahkan tidak pernah mengganti Pelayannya selama bertahun-tahun, Astaga lihat Pelayanmu ini, dia masih memiliki ekspresi yang sama seperti biasanya, Aku bertanya-tanya, apa yang membuatmu begitu betah sampai mempertahankan Pelayanmu ini?" Kata Deminic sambil mulai mengelus pipi Adelia, jelas dari tatapan matanya sedikit menujukan rasa ketertarikan.
Adelia yang mendapatkan sentuhan tiba-tiba itu, jelas saja merasa kacang dan menepis tangan itu.
"Tuan Muda Deminic, tolong jangan melakukan hal-hal seperti itu,"
Deminic kelas merasa tidak suka tentang bagaimana Adelia bersikap kasar padanya.
"Cih, kamu itu hanya seorang pelayan namun kamu itu benar-benar berlagak sok hebat, Aku bertanya-tanya, kenapa Kak Lucas masih mempertahankan mu selama ini walau dilihat-lihat kamu memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang cukup bagus, apakah kamu merayunya dengan tubuhmu?" Kata Deminic lagi, terlihat matanya menatap kearah Adelia dari atas ke bawah dengan seksama, tatapan yang menurut Adelia terlihat kotor.
__ADS_1
Sudah buka rahasia umum, jika Tuan Muda ke tiga ini, selalu suka bermain wanita, terutama bermain-main dengan Pelayan Wanita di Rumah ini.
Kebanyakan Pelayan Wanita, yang berhanti bekerja dari Rumah Keluarga Liones, adalah karena perbuatan Tuan Muda ketiga, yang selalu tidak tahan untuk melecehkan Para Pelayan yang masih muda.
Dan Tuan Muda ketiga ini, sudah lama mengincar Adelia.
Namun jelas, Adelia yang merupakan Pelayan Pribadi Lucas, ada di bawah perlindungan Lucas, sehingga tidak memungkinkan untuk Deminic menyentuhnya, bahkan seujung jari pun.
Hal ini lah juga yang membuat Deminic tambah membenci Kakak tirinya itu.
Lucas yang mendengar itu jelas sudah merasa sangat tidak tahan dengan sikap kurang ajar adik tirinya itu, tangan segera mengengam tangan Deminic dengan keras, memastikan tangan itu tidak bisa menyentuh Adelia lagi.
Lucas menjadi teringat, hari dimana adik tirinya ini pernah mencoba melecehkan Adelia ketika mereka masih cukup muda.
Saat itu, dirinya dan Adelia belum terlalu dekat, karena baru awal-awal Adelia berkerja untuknya.
Sangat beruntung saat itu, hal itu kepergok oleh Kakaknya Theo.
Jika memikirkan soal kelakuan saudara tirinya ini, hanya kemarahan yang tersisa.
Belum lagi, kejadian yang menimpa Kakaknya Theo, jelas itu adalah sesuatu yang di sengaja.
Saat ini mungkin dirinya bahwa menemukan bukti yang valid namun dirinya telah yakin jika itu kemungkinan perbuatan saudara tirinya ini, atau perbuatan Ibu Tirinya.
Deminic jelas merasa tangannya kesakitan ketika Lucas mengegam tangannya.
Deminic langsung segera menarik tangannya itu, dan berkata,
"Cih, kamu itu banyak berlagak dasar sampah," katanya lalu segera pergi dari sana.
Dan sekarang hanya ada Adelia dan Lucas disana.
"Sial. Hanya melihat wajahnya saja sudah membuatku sangat muak,"
"Sabar Tuan Muda, anda harus menahan nya sedikit lebih lama untuk tetap berbaur dengan keluarga ini, demi rencana masa depan kita,"
"Hah, kamu bener sekali. Ku hanya harus bertahan lebih lama dengan keluarga menyebalkan ini, aku pasti akan bisa membalas kan dendam Kakakku itu,"
"Itu benar, sebaiknya sekarang kita segera masuk atau itu akan membuat Tuan Besar menjadi lebih marah,"
Lucas segera mengaguk, dan mulai masuk ke dalam Rumah Besar itu.
Ya, dia sudah tidak tinggi di sana lagi dan hanya tinggal di Apartemen yang dekat dengan kantor.
__ADS_1
Sebenarnya di dalam rumah itu memiliki lebih banyak kenangan buruk daripada kenangan yang baik.
Salah satunya, di tempat ini juga dimana Almarhum Ibunya di kurung.
Ibunya selalu ingin pergi dari tempat terkutuk ini, namun ketika Ibunya berhasil melangkah pergi, kejadian yang begitu buruk segera terjadi, dan sebuah kecelakaan merenggut nyawanya.
Itu adalah kejadian lebih dari lima belas tahun lalu, namun kejadian itu masih terasa segar dalam pikirannya.
"Tuan Muda Lucas? Apakah Tuan Muda tidak apa-apa?"
Mendengar suara itu, Lucas segera sadar dari lamunannya.
Ya, Adelia jelas merasa sangat khawatir dengan Tuan Mudanya, bagaimanapun juga dirinya pernah mendengar cerita soal masalalu Tuan Mudanya itu dari Tuan Muda Theo.
Tuan Muda Lucas masih begitu muda saat itu, yang membantu Ibunya pergi dari Rumah Keluarga ini, lalu kejadian tidak terelakan terjadi.
Bagaimanapun juga, Ibu Tuan Mudanya itu, di paksa untuk menikah dengan Keluarga Liones demi Keuntungan Perusahaan atau sesuatu seperti itu.
Namun Ayah Tuan Muda Lucas bukan Pria yang baik dan setia, selain dia berdarah dingin, dia juga tidak hanya memiliki satu Istri.
"Aku tidak apa-apa, Mari segera masuk saja,"
"Tapi ngomong-ngomong, Tuan Muda, apa anda tahu kenapa Tuan Besar ingin mengadakan pertemuan ini?"
Lucas segara berkata,
"Aku sebenarnya tahu alasannya, itulah kenapa aku harus datang ke sini,"
"Apa itu?"
"Ini soal Pertunanganku, Kakek sepertinya ingin segera menikahkanku dengan orang yang dipilihnya,"
Adelia jelas tidak siap mendengar berita itu.
Apa?
Tuan Muda akan di jodohkan?
Bagaimana ini bisa terjadi?
Astaga, bahkan dirinya masih merasa cukup sulit ketika dengar jika Tuan Mudanya baru saja jatuh cinta, yah walaupun itu ada penolakan dan sekarang ini...
Apakah memang takdirnya untuk melihat Tuan Mudanya bersama dengan wanita lain?
__ADS_1