
Saat itu, ketika Adelia kembali memulihkan kesadarannya, tubuhnya masih terasa cukup dingin.
Adelia masih sedikit tidak sadar, juga karena dingin, lalu Adelia merasakan sebuah kehangatan, yang seolah membungkus dirinya.
Rasanya sangat nyaman untuk berada dalam kehangatan itu.
Jadi, Adelia yang setengah sadar itu, segera mendekat ke arah kehangatan itu, dan memeluknya lebih erat agar dirinya lebih bisa mendapatkan kehangatannya.
Adelia cukup nyaman dengan posisi itu karena rasanya sangat hangat, tubuhnya juga perlahan, berbagi suhu dengan kehangatan itu.
Butuh waktu beberapa saat sampai Adelia benar-benar tersadar.
Lalu Adelia mulai perlahan membuka matanya.
Tepat saat Adelia membuka matanya, dirinya melihat sebuah wajah yang familiar tersenyum ke arahnya terlihat sangat lega.
"Adelia? Apakah kamu sudah sadar?"
Suara maskulin, yang terlihat penuh dengan kekhawatiran.
"Tuan... Tuan Muda..."
Adelia masih merasa cukup gugup dan mulai memahami keadaan sekitarnya.
Dan sekarang Adelia baru saja sadar jika dirinya berada dalam pelukan Tuan Mudanya itu.
Ya, Lucas mendekap erat Adelia, ada jaket yang menutupi tubuh mereka berdua, yang tidak mengenakan apapun itu.
Adelia jelas merasa kaget dengan posisi mereka, terutama setelah menyadari jika dirinya tidak memakai apapun!
Sungguh!
Sebenarnya apa yang terjadi?
Adelia sekarang merasa malu apalagi ketika menyadari posisi tubuhnya yang begitu dekat dengan Tuan Mudanya, yang sepertinya juga tidak mengenakan apapun.
Rasa dari sentuhan kulit ke kulit.
Adelia merasa wajahnya, seperti terbakar sekarang, saking malunya.
"Tuan Muda... Ini..."
Adelia mulai sedikit bergerak-gerak mencoba untuk memisahkan posisi mereka.
Namun segera, Lucas menahan Adelia dalam pelukannya.
"Adelia, ini adalah pertolongan darurat, Kamu tadi terkena Hipotemia, jadi aku terpaksa melakukan ini maaf jika ini adalah hal yang tidak sopan untukmu, Aku benar-benar minta maaf,"
Adelia yang mendengar itu segera terkejut.
"Justru Aku yang minta maaf karena telah merepotkan Tuan Muda,"
"Tidak, ini adalah kesalahanku yang ceroboh hingga kamu mesti jatuh ke sungai ini semua jelas merupakan kesalahanku,"
__ADS_1
"Tuan Muda tidak bisa begitu..."
Lucas yang melihat lagi-lagi gadis dalam pelukannya itu begitu keras kepala akhirnya hanya bisa menghela nafas dan berkata,
"Mari kita membicarakan ini lagi setelah kamu baikan, yang paling penting sekarang adalah kondisimu. Apakah kamu sudah cukup hangat?"
"Aku... Aku masih cukup dingin,"
Lucas juga bisa melihat gadis dalam pelukannya itu masih memiliki bibir yang pucat.
Lucas segera menyentuh pipi Adelia.
Mencoba mengecek suhunya, yang memang masih dingin.
Lucas sendiri juga merasakan, Adelia di pelukannya, masih memiliki suhu yang cukup dingin, mungkin itu karena dirinya belum lama melakukan pertolongan pertama ini.
Masih butuh waktu cukup lama untuk benar-benar berbagi suhu tubuh mereka.
"Aku masih melihat tubuhmu masih sedikit dingin Aku rasa kita harus dalam posisi ini untuk beberapa saat,"
Adelia jujur sangat bingung harus berekspresi seperti apa, rasanya sangat canggung, seolah jantungnya meledak.
Hanya memikirkan, dirinya di peluk oleh Tuan Mudanya saja, sudah membuat jantungnya berdebar-debar apalagi sekarang dipeluk dalam posisi ini.
Bahkan walaupun ini sebuah keadaan darurat.
Namun, perasaan pelukan hangat ini sangat nyaman.
"Tidak apa-apa, Aku akan terus seperti ini,"
Baik detak jantung Adelia atau Lucas sekarang terasa lebih berbedebar.
Ya, Lucas jujur saja mencoba menahan dirinya agar tetap waras, disaat seperti ini.
Ini harusnya hanya pertolongan darurat, namun menyadari jika yang ada di pelukanya adalah seorang gadis, apalagi secantik Adelia, yang juga memiliki tubuh yang sangat bagus, ini jelas merangsang gairah tertentu.
Ya, Lucas bagaimanapun merasa dirinya masih seorang pria normal walaupun seharusnya dalam situasi seperti ini tidak boleh memiliki pikiran semacam itu.
Namun namanya juga relasi tubuh.
Lucas merasa malu sendiri ketika melihat tubuhnya bereaksi dengan tidak sewajarnya, terutama di bagian tertentu.
Lucas hanya bisa berdoa bahwa gadis yang ada dipelukannya itu tidak menyadarinya.
Adelia sendiri, mulai tenggelam dalam pikirannya dan sedikit menikmati pelukan hangat itu.
Adelia berpikir apakah tidak apa-apa, untuk dirinya terus berada dalam pelukan ini?
Setidaknya dirinya ingin menikmati setiap pelukan dari Tuan Mudanya ini.
Ya, pelukan ini terasa sangat hangat dan nyaman.
Adelia lalu segera meletakkan kepalanya di dada Lucas, mencoba mencari kehangatan lebih banyak di sana.
__ADS_1
Seolah-olah, Adelia juga tidak ingin melepaskan pelukan ini.
Walaupun ini keadaan darurat dan beberapa insiden terjadi...
Adelia juga merasa bodoh, karena malah memanfaatkan situasi ini.
Namun dalam keadaan normal tidak mungkin dirinya dan Tuan mudanya berpelukan seperti ini dan dalam posisi yang cukup intim seperti ini.
Adelia tahu, jika pikirannya benar-benar melenceng.
Namun bagaimanapun juga itu karena Pria yang memeluknya ini adalah pria yang sangat dirinya cintai, jadi bagaimana bisa Adelia tidak mengambil kesempatan ini dengan baik dan memanfaatkannya?
Dua orang itu lalu segera tenggelam dalam posisi masing-masing.
Mereka saat ini jelas dalam posisi yang canggung untuk berbicara apapun karena dua-duanya sama-sama mencoba menahan diri sebaik-baiknya.
Adelia mulai memikirkan, sebenarnya apa yang ada di benak Tuan Mudanya itu?
Apakah Tuan Mudanya tidak merasakan apapun ketika memeluknya seperti ini?
Namun jelas, Adelia tidak bisa merasa kecewa ini sudah lebih dari cukup untuk bisa menikmati sekedar pelukannya.
Mungkin karena Adelia merasa tidak nyaman di posisi awal, Adelia sedikit bergerak.
Dan ketika Adelia bergerak, bagian pahanya baru saja seperti menyentuh sesuatu, yang sedikit keras dan panas di bawah sana.
Adelia menahan nafas ketika memikirkan sesuatu apa yang barusan dirinya duduki.
"Ah~"
Lucas segera menutup mulutnya sendiri, dan juga mencoba menahan nafasnya ketika hal-hal itu tidak segaja di duduki.
Ya, dirinya bukannya ingin tidak memakai celana, namun celananya basah, bukankah itu akan buruk juga, jika nanti malah membuat Adelia kedinginan?
Jadi Lucas benar-benar melepas segalanya yang dirinya pakai ataupun Adelia pakai.
Ada api unggun disana yang Lucas buat, harusnya itu sedikit hangat, ini adalah pondok kecil, sepertinya tempat ini pernah di jadikan tempat kemping atau sesuatu.
Dan sekarang Lucas merasa terkena batunya, dirinya tidak mengira jika Adelia bergerak tiba-tiba.
Sungguh...
Lucas mencoba tetap memasang ekspresi santainya sambil tersenyum.
Adelia sendiri melihat bagaimana Tuan Mudanya itu tidak merubah ekpersinya, dan sadar jika situasi mereka benar-benar sangat canggung!
Astaga...
Bagaimana ini...
Sampai kapan mereka akan dalam posisi yang canggung ini?
Sungguh, Adelia juga merasa sangat malu dengan posisi ini semakin dirinya memikirkannya.
__ADS_1
Walaupun ada di pelukan Tuan Mudanya terasa sangat menyenangkan....
Adelia benar-benar berdebat dengan keinginannya sendiri dan rasa rasionalitasnya.