Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 31: Mencarimu


__ADS_3

Malam itu, Lucas yang menatap kearah ponselnya, menjadi cukup syok.


Disana, ada hasil rekaman di mana, mobil yang Adelia tumpangi menuju ke arah salah satu bukit.


Dari cuplikan video itu saja akhirnya semua ketakutan yang Lucas miliki, kemungkinan besar benar.


Begitulah cara keluarganya bermain, menyingkirkan dan memusnahkan orang-orang yang sudah tidak berguna untuk keluarga mereka, orang-orang yang berkhianat.


Semuanya akan dihabisin tanpa sisa.


Dan sekarang Adelia harus menghadapi semua hal itu, dan lagi ini sudah sejak pagi sejak kejadian ini, ini adalah sebuah ke ceroboh dan yang dirinya memiliki sampai Adelia terlibat dengan semua ini.


Lucas lalu segera mematikan video itu dan menelepon salah satu anak buahnya,


"Sekarang aku meminta kepada semua orang untuk segera mencari Adelia,"


Namun ada sebuah keraguan dari seseorang yang di telepon oleh Lucas itu.


"Namun Bos, jika kita mengerahkan semua orang-orang kita kami takut Ketua kan curiga dengan pergerakan yang tuan muda lakukan apalagi ga sampai ketahuan tuan muda saat ini sedang mencari adelia hal ini bisa membuat konflik yang tidak diperlukan,"


Lucas yang mendengar itu tentu saja menjadi marah,


"Apakah menurutmu masih penting soal masalah itu? Saat ini yang paling penting adalah temukan keberadaan Adelia!"


"Bos, tolong pertimbangkan lagi kami saat ini tidak bisa mengerahkan semua anak buahnya sebagian yang bisa digerakkan,"


Lucas yang mendengar itu terlihat menjadi semakin bingung dan mulai memarahi anak buahnya lagi.


"Pokoknya aku tidak mau tahu,"


"Bos sebenarnya saya memiliki beberapa nasehat untuk anda,"


"Cepat katakan apa nasehat yang kamu miliki,"


"Bagaimana jika Tuan Muda meminta bantuan dari Tuan Muda Alfano untuk mencari nona adelia? saya kira kalian berdua cukup dekat harusnya jika itu Tuan Muda Alfano dia pasti memiliki anak buah cukup untuk bisa membantu mencari Adelia,"


Lucas yang tiba-tiba mendapatkan nasehat itu segera terdiam.


Sebenarnya jika dipikir-pikir ide dari anak buahnya ini cukup bagus, jika itu meminta bantuan Alfano, dia jelas memiliki anak buah yang banyak dan memiliki banyak pengaruh jadi nanti ketika Adelia nanti bisa ditemukan dirinya juga bisa meminta orang itu untuk mengamankan dan menyembunyikan keberadaan Adelia.


Bagaimanapun juga, orang-orang di Keluarganya jelas berbahaya, dirinya sendiri merasa tidak yakin apakah nantinya akan bisa melindungi Adelia saat keluarganya mengincar Adelia.


Dan bahkan sekarang dirinya jelas sudah terlalu ceroboh sampai membuat Adelia sekarang keberadaannya tidak diketahui.


Dirinya tidak boleh terlalu lama berpikir karena di sini yang dipertaruhkan adalah nyawa Adelia.


"Kamu benar, aku akan menghubungi kamu nanti segera siapkan beberapa orang-orang kita dan pastikan hal-hal yang kita lakukan saat ini bisa dirahasiakan dari Keluarga Liones,"


Dengan itu ponsel segera ditutup kemudian, Lucas segera mencari nomor telepon Alfano.


Namun ketika hendak memencet nomor itu tiba-tiba ada sedikit keraguan.


Lucas ingat, bagaimana Alfano ini sepertinya memiliki perasaan pada Adelia, tentang bagaimana pemuda itu selalu mencoba untuk mendekati Adelia selama ada kesempatan.


Ekpersi Lucas jelas menjadi buruk ketika memikirkan ini.


Apakah tidak apa-apa meminta tolong padanya?


Sungguh, ini sebenarnya bukan saatnya untuk memikirkan soal hal-hal semacam itu karena yang paling penting adalah Adelia selamat.


Jadi tanpa ragu, Lucas segera memencet nomor telepon itu.

__ADS_1


dan tidak lama sampai nomor itu diangkat oleh pemiliknya terlihat ada nada terkejut dari balik telepon,


"Lucas? Sungguh kamu meneleponku malam-malam begini? Kamu biasanya tidak pernah meneleponku,"


Lucas yang mendengar itu hanya langsung berkata langsung,


"Aku saat ini tidak memiliki waktu untuk basa-basi Tolong dengarkan aku baik-baik,"


Lucas mengatakan hal itu dengan ekspresi serius jadi orang yang ada di balik telepon segera menjadi tegang dan mulai mendengarkan dengan serius juga.


"Melihat kamu seperti ini sepertinya hal-hal gawat terjadi, jadi jelaskan tentang apa yang terjadi,"


Lucas sedikit bingung untuk memulai cerita ini dari mana.


Jadi, Lucas hanya segera mengatakan dengan ringkas.


"Kamu jangan terlalu memiliki banyak pertanyaan sekarang Yang aku minta adalah kamu membantuku menemukan Adelia, saat ini kemungkinan besar Adelia berada di jurang,"


Alfano yang mendengar itu segera menjadi kaget Dan bertanya,


"Kenapa bisa?"


Namun Alfano segera teringat kata-kata Lucas untuk segera banyak bertanya.


"Baik, Aku tidak akan banyak bertanya jadi kirimkan saja alamatnya aku pasti akan mengerahkan seluruh anak buahku untuk mencarinya,"


"Ya, Aku benar-benar minta tolong padamu, Aku juga sudah menyuruh orang untuk mencoba mencarinya dan segera hubungi aku jika kamu sudah menemukannya,"


"Itu pasti, aku akan menemukan Adelia, Aku akan segera berangkat,"


"Bantu aku menjaganya Jika kamu menemukannya,"


Setelah kata-kata itu, telepon segera ditutup.


Dan Lucas merasa sedikit lega setelah mengatakannya setidaknya temannya ini tidak memiliki banyak pertanyaan dan langsung melaksanakan apa yang dirinya minta.


Saat ini jam 9 malam, Sudah berapa jam berlalu sejak kejadian itu yang terjadi kurang lebih jam 10 pagi tadi?


Lucas yang memikirkan itu segera menjadi takut.


Namum ini bukan saatnya memikirkan hal-hal buruk dirinya juga langsung bergerak untuk berangkat mencari Adelia.


Setelah mengirimkan lokasi TKP pada Alfano tentunya.


####


Saat ini, sudah jam hampir 12 malam, tim pencarian saat ini sudah dikerahkan ke sekitar hutan di bawah tebing.


Dan Alfano dan Lucas kebetulan baru saja bertemu di dekat lokasi kejadian.


"Maaf, Lucas aku belum bisa menemukan jejaknya," kata Alfano merasa sedih.


"Aku juga saat ini belum menemukan jejaknya padahal sudah 2 jam kita di sini namun masih belum ada hasil," kata Lucas yang terlihat saat ini memiliki wajah keputusan.


"Aku akan berusaha lebih keras untuk mencarinya, kita pasti menemukannya. Yakinlah, Adelia akan baik-baik saja,"


Lucas memaksakan senyumnya dan mengangguk setelah mendengar kata-kata optimis dari Alfano.


Ini membuat Lucas teringat, dirinya pernah juga hampir kehilangan Gadis itu tepat di depan matanya saat gadis itu mencoba untuk menyelamatkan nyawanya.


Adelia selalu mengalami hal-hal yang buruk karena bersama dengan dirinya.

__ADS_1


"Lucas! kamu jangan patah semangat Ayo kita segera mencari lagi kita akan berpencar aku akan ke sebelah kiri dan kamu akan menyusuri sebelah kanan,"


Lucas segera tersadar dari lamunannya setelah mendengar kata-kata penuh semangat dari temannya itu.


"Kamu benar masih ada harapan kita tidak boleh menyerah,"


Setelah itu, mereka berdua berpencar, diikuti dengan beberapa bawahan mereka masing-masing.


Malam menjadi semakin larut namun Lucas masih tidak menemukan apapun juga hanya kegelapan yang tersisa.


Disisi lainnya, Alfano yang menelusuri pinggiran hutan di bawah tebing itu, menemukan sebuah potongan baju, merasa jadinya akhirnya memiliki petunjuk dan mulai mencari lebih keras ke sekitar sana.


Dan tidak jauh dari sana, benar saja ada seseorang berbaring di tanah, seorang gadis yang saat ini terluka cukup parah yang sedang tidak sadarkan diri.


"Adelia? Adelia?"


Namun sekali lagi Gadis itu masih belum sadarkan diri.


Alfano segera mengecek detak jantung dari gadis itu, dan nafasnya.


Dan dirinya segera menarik nafas lega karena Gadis itu masih hidup, walaupun memiliki luka-luka yang cukup parah.


"Cepat bantu aku untuk membawanya keatas, Upin ini cukup curam seharusnya cukup susah untuk membawanya mari kita lewat jalan memutar,"


Alfano mulai menginstruksikan bawahannya.


Alfano lalu segera menghubungi Lucas, Lucas yang saat itu terlihat putus asa di ujung lain jurang akhirnya merasa cukup lega karena keberadaan Adelia cukup aman.


"Aku... Aku akan segera ke sana...."


Dengan perasaan cemas, Lucas segera kembali menuju ke atas untuk bertemu dengan Alfano yang sudah menemukan Adelia.


Saat itu,ketika Lucas sampai di atas kebetulan Alfano juga baru saja sampai dan memasukan Adelia ke mobil ambulans yang sudah disiapkan sebelumnya.


Lucas lalu menatap ke arah Adelia yang saat ini berbaring di tempat tidur sementara.


Kepala Adelia yang berdarah, dan memar di seluruh tubuhnya.


Juga, wajah Adelia yang saat ini pucat dan tidak sadarkan diri.


Melihat hal itu saja, Lucas merasa sangat sedih, mengigatkannya pada Kakaknya yang saat ini masih terbaring, di rumah sakit dan tidak tahu kapan akan sadar.


Ketika menatap wajah itu, Lucas akhirnya sadar...


Bahwa Adelia mungkin sudah jauh memasuki hatinya lebih daripada yang dirinya kira...


Lucas mulai memegang tangan Adelia, dan ikut mobil itu bersama Alfano menuju ke Rumah Sakit.


Selama perjalanan ini, Lucas yang cemas itu segera bercerita pada Alfano kurang lebih hal-hal yang terjadi juga soal keluarganya.


Alfano tentu saja sudah tahu latar belakang Lucas, mendengarkan dengan serius kata-kata temannya itu.


"Jadi itu rencana mu? Aku akan mencoba memberikan dukunganku semampuku, aku jelas tidak bisa membiarkan orang-orang yang membuat Adelia seperti ini hidup tenang,"


Lucas menatap keseriusan wajah pria yang ada di depannya itu.


Lalu, sebuah pertanyaan segera muncul,


"Apakah kamu menyukai Adelia?"


Lucas menata pemuda itu dengan ekspresi penasaran ketika mulai bertanya hal-hal yang mengganggunya ini.

__ADS_1


__ADS_2