Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 9: Kelicikan


__ADS_3

Ketika Lucas sampai di ruang Keluarga, semua orang yang ada di ruangan itu segera menatap kearah nya.


Tentu saja, Lucas masuk sendirian, Adelia menunggu di luar seperti para pelayan lainnya.


"Selamat Malam Kakek, Ayah, Ibu dan Paman," kata Lucas dengan sopan memberi salam pada mereka semua.


Seorang pria tua berdiri di kursi tengah ruangan itu.


Pria tua itu, walaupun saat ini memiliki lebih banyak rambut putih namun ekspresi wajahnya masih menujukan ekpersi serius yang sedikit menyeramkan, tidak terlihat seperti kakek-kakek seumurannya.


"Duduklah dulu, Lucas."


Lucas segera menuruti perintah Kakeknya itu yang saat ini merupakan kepala Keluarga Liones, yaitu Jimmy Liones, Mantan Ketua Grup Mafia Lion.


Saat ini, yang menjadi pemimpin Keluarga memang masih Kakeknya, kekuasaan tertinggi masih dimiliki olehnya, setiap keputusan penting masih tergantung Jimmy Liones termasuk untuk urusan penerus masa depan.


Namun, untuk sebagai besar hal seperti Perusahaan dan Kelompok Mafia serta yang mengurus bisnis bisnis-bisnis Ilegal sudah diberikan pada Edward Liones, yaitu Ayah Lucas, dan beberapa hal akan di atur juga Paman Lucas atau adik dari Edward., yaitu Daniel Liones.


Untuk penerus yang akan datang, akan ditentukan dari anak-anak Putra Pertama Jimmy, anak-anak Edward.


Mereka masih menganut sistem, anak tertua yang akan mewarisi bisnis keluarga, namun itu tidak benar-benar mutlak karena yang menentukan nya adalah kemampuan.


Sebenarnya, Calon Pewaris yang sesungguhnya setelah Edward Liones, adalah Theo Liones yang merupakan Putra tertua juga adalah Cucu Tertua dalam Keluarga itu.


Theo Liones merupakan seorang jenius sejak dia masih muda, sudah terkenal dengan kepintarannya, bahkan dia yang sudah bisa memegang senjata sejak usia muda, juga tumbuh menjadi seorang pria yang bermartabat, pintar, dan terkenal dengan julukan Sang Jenius Keluarga Liones, dia juga berpartisipasi dalam bisnis bawah tanah Keluarga sejak muda, bahkan bisa menemukan celah celah untuk lebih mengembangkan bisnis, baik yang ilegal ataupun yang legal.


Seorang Pewaris Sempurna Keluarga Liones yang tidak perlu lagi dilakukan kualitasnya.


Harusnya seperti itu.


Namun, Theo pernah menunjukkan kebaikan hatinya yang membuat kecewa Kakeknya.


Mengambil cela dalam hal itu, Theo yang memang memiliki begitu banyak musuh dan tidak begitu disukai oleh semua orang, berakhir terlibat dalam sebuah tragedi kecelakaan, sampai dia saat ini terbaring di Rumah Sakit dan Koma.


Namun karena kejadian sebelumnya, tidak ada orang-orang dalam keluarga itu yang benar-benar peduli.


Lucas yang memasuki ruangan itu dan melihat semua orang begitu tenang bahkan tidak ada sedikitpun yang menanyakan soal keadaan Kakaknya, hatinya terasa sakit dan dipenuhi dengan kemarahan.


Orang-orang biadab ini...


Lucas tahu, sabar soal kakaknya yang memasuki masa kritis itu pasti juga sudah didengar oleh semua orang di ruangan ini, namun semua orang benar-benar tidak ada yang peduli.


Itulah bagaimana keluarga ini bekerja.


Ketika seseorang terlihat tidak lagi berguna, mereka akan dibuang.

__ADS_1


Lucas sendiri, tidak tahu sampai kapan dirinya akan bisa bertahan di keluarga ini, namun dirinya harus bisa bertahan untuk Kakaknya juga.


Untuk membalas kan dendam kakaknya yang saat ini ada di Rumah Sakit, jelas sekali Kakaknya bisa sampai seperti itu karena Konflik yang ada dalam keluarga ini.


"Semuanya sudah berkumpul rupanya. Hari ini aku memiliki pengumuman penting untuk kalian semua," kata-kata Jimmy buat semua orang yang ada di ruangan itu menjadi gugup.


"Apa yang ingin Ayah katakan?" Tanya Edward dengan nada penasaran.


"Seperti yang kalian semua tahu, saat ini posisi wakil ketua kosong sejak kejadian yang menimpa Theo. Namun aku sekarang sudah menemukan sosok yang layak untuk menggantikan dia, yaitu Lucas cucuku, yang akan menggantikan tempat kakaknya yang kosong itu aku sudah menemukan dia layak setelah mengamati nya beberapa tahun belakangan,"


Begitu kata-kata itu keluar, Lucas merasa cukup puas ini sebenarnya merupakan sebuah kejutan.


Setidaknya Kakeknya sekarang berada di pihaknya.


Namun jelas tidak semua orang dalam ruangan itu menyukai keputusan itu.


"Ayah, apakah itu tidak terlalu gegabah? Masih ada Deminic Putraku, yang seumuran dengan Lucas, Aku rasa dia juga sebaiknya diberikan kesempatan, ayah setidaknya harus adil kepada putra-putra ku, bukankan masih ada posisi yang cukup baik juga untuk Deminic? Kenapa hanya Lucas diberikan promosi posisi bagus?" kata Edward dengan tenang.


"Deminic? Dia itu hanya suka membuat masalah mana pun dia pergi bagaimana aku bisa mempercayakan Bisnis Keluarga padanya? Dia itu ceroboh nanti siapa yang akan membereskan kekacauan yang akan dia buat?"


"Apa yang Ayah ributkan? Ada Jemes Pamannya Deminic yang selalu bisa membantunya dan menjadi asistennya nanti, tidak perlu diragukan kemampuannya untuk membereskan semuanya,"


"Hah, ini terlalu memanjakan putra bungsu ungu itu bahkan membiarkan dia tergantung kepada Adik Iparmu itu? Buat dia mandiri dulu agar aku bisa memberikan posisinya bagus untuknya. Putusan ku sudah bulat soal ini tidak bisa di gangu gugat,"


Beberapa orang yang tidak senang hanya bisa menahan amarah nya karena mereka tidak memiliki keberanian untuk berbicara di depan kepala keluarga.


"Benar, selain doa pengangkatan mu ini aku sebenarnya memiliki hal yang lebih penting yang harus aku bicarakan dengamu Lucas. Kamu mungkin sudah aku beri tahu sebelumnya,"


Lucas tentu saja tahu soal masalah kedua ini yaitu soal perjodohan sesuatu yang sebisa mungkin ini dirinya hindari.


"Ya? Apa itu Kakek?"


"Aku ingin kamu bisa menikahi Putri Keluarga Amory, yaitu Eve Letizia Amory, dia dari Keluarga yang terkenal dekat dengan Para Petinggi dalam hukum, jika kamu bisa berhasil mendapatkan gadis itu untuk menjadi Istrimu, langkah Keluarga kita, sekaligus masalah untuk keluarga kita dengan para petinggi hukum, akan bisa teratasi,"


Lucas benar-benar tidak pernah mengira kata-kata itu keluar dari mulut Kakeknya.


Lucas jelas merasa sangat kaget.


Apa?


Kakeknya mengincar Eve?


Perasaan Lucas jelas menjadi sangat rumit ketika memikirkan hal ini.


Ya, dirinya memang menyukai gadis itu mah namun untuk melibatkan gadis itu dalam perkara keluarga Liones jelas merupakan hal-hal yang berbeda.

__ADS_1


Cara seperti itu memang cara Keluarga Liones.


Seperti bagaimana mereka dulu, memaskan Ibu kandungnya, untuk menikah dengan Ayahnya, demi kekuasaan dan tahta.


Yang berakhir, dengan Ibunya bisa memiliki nasib yang begitu malang setelah memasuki keluarga ini.


Dirinya jelas saja tak akan membiarkan gadis yang dicintainya itu berakhir dengan seperti itu.


Bahkan walaupun dirinya mencintai gadis itu dirinya tidak belah akan membuat Eve terlibat dengan semua masalah ini, karena...


Dirinya akan memasukkan menghancurkan Keluarga ini, sebelum dirinya menikah dengan Eve.


"Lucas? Apakah kamu tidak dengar apa perintah? Dapatkan Eve Letizia Amory itu, bagaimanapun caranya buat dia bertemu lutut dan menikah denganmu, gak perlu gunakan cara yang paling primitif sekalian,"


Lucas semakin dipenuhi kemarahan ketika Kakeknya berbicara seperti itu namun dirinya mencoba menahan diri.


"Baik, Kakek. Pasti akan melakukan sesuai perintah Kakek,"


Lucas memang mengatakan itu karena saat ini belum memiliki pilihan.


Ya, daripada dirinya menolak lalu mungkin hal-hal berikutnya menjadi lebih buruk?


Seperti, misal Kakeknya malah adiknya atau bahkan menyuruh sepupunya untuk mengejar Eve?


Lebih baik dirinya yang melakukannya.


Namun hal ini malah akan membuat hubungan antara Eve dan dirinya menjadi rumit.


Sekarang apa yang harus dirinya lakukan?


Bahkan ketika makan malam itu selesai, Lucas belum menemukan solusi soal masalah itu.


Sampai bahkan ketika dia bercerita itu pada Adelia.


Adelia tidak pernah mengira juga orang yang di minta untuk di nikahi oleh Tuan Mudanya adalah Eve Letizia, masih gadis yang dicintai oleh Tuan Mudanya.


Seolah-olah mereka berdua berjodoh.


Sial.


Hanya memikirkan itu saja membuat Adelia merasa sedih.


"Adelia? Apa yang sebaiknya aku lakukan?"


Lucas jelas meminta pendapat dan nasehat dari Pelayan nya itu.

__ADS_1


__ADS_2