
Saat itu, hari sudah malam, ketika Lucas sampai di apartemennya.
Namun kali ini ketika dirinya sampai di sana, suasana di apartemen itu bisa terbilang cukup suram karena semua lampu masih mati.
Lucas hanya tinggal disini bersama dengan Pelayan Pribadinya Adelia, yang akan mengurusi semua keperluannya juga masalah mengurus Apartemen ini, ya sesuai dengan tugas yang Adelia miliki.
Terlalu berisik jika memiliki banyak pelayan seperti di kediaman utama, dan lagi ukuran apartemen yang dirinya tempati tidak cukup luas jadi setidaknya tidak masalah untuk hanya Adelia yang mengurusinya.
Biasanya ketika dirinya sampai di apartemen, ada Adelia yang selalu menyambutnya.
Dan sudah menyiapkan makan malam di meja.
Namun kali ini tidak ada siapa-siapa disana.
Lucas jelas memiliki ekspresi cemberut.
Sehari ini, Adelia juga tidak menghubunginya.
Dirinya seharian ini sibuk dengan masalah di perusahaan, juga tentang Asisten Kepercayaan Ayahnya itu mulai membuat masalah untuknya membuatnya dirinya jadi pusing jadi tidak sempat untuk mengabari Adelia seharian.
Dan baru sekarang lah Lucas merasa ini adalah hal yang aneh, untuk Adelia tidak ada di rumah.
Lucas segera mulai menyalakan lampu di rumah itu.
Rumah itu benar-benar terasa hampa dan sepi.
"Tadi pagi memang dia izin untuk pergi, namun Apakah urusannya masih belum selesai juga?"
Lucas lalu duduk di sofa dan mencoba untuk menghubungi nomor telepon dari Pelayan Pribadinya itu.
Namun ternyata nomor telepon yang coba dirinya hubungi tidak aktif.
Tiba-tiba, Lucas memiliki firasat buruk soal ini.
Adelia sebelumnya tidak pernah seperti ini sampai tidak bisa dihubungi.
Apakah terjadi sesuatu padanya?
Dan lagi sebenarnya urusan di luar apa yang gadis itu lakukan?
Adelia biasanya tidak seperti ini.
Apakah mungkin untuk pergi ke panti asuhan?
Lucas segera menelepon Panti tempat Adelia berasal, namun dari sana Lucas dengar jika Adelia tidak pernah ke sana.
Dari sini, Lucas menjadi semakin bingung.
Dirinya tidak benar-benar tahu soal Adelia, dengan siapa dia biasa bertemu, teman-temannya, atau apapun.
Hanya Panti itu saja yang Adelia sering kunjungi.
Lalu jika tidak ke sana ke mana lagi Adelia pergi?
__ADS_1
Dirinya yakin, Adelia seharusnya tidak memiliki tempat untuk pergi selain ke sana.
Firasat Lucas menjadi semakin buruk ketika memikirkan ini.
Terutama setelah teringat tentang kejadian sebelumnya di mana Dirinya bertemu dengan kakeknya.
Dan soal foto-foto antara dirinya dan Adelia.
"Jangan bilang, Kakek...."
Lucas yang panik itu segera memencet salah satu nomor teleponnya, ini adalah nomor telepon dari Pelayan Mata-mata yang sudah dirinya siapkan di Rumah Keluarga Liones.
"Apakah kamu melihat Adelia datang ke kediaman utama?"
'Benar Tuan Muda, tadi saya sempet berpapasan dengannya ketika dia memasuki Rumah Keluarga Liones, namun aku tidak melihatnya lagi setelahnya karena memiliki hal-hal yang harus diurus, aku dengar dia dipanggil oleh Kepala pelayan,'
Ekpersi Lucas segera menjadi pucat setelah mendengar itu.
Adelia dipanggil oleh Kepala pelayan keluarga.
Hal ini dirahasiakan Dari Dirinya.
Foto yang sebelumnya kakeknya dapatkan.
Perintah Kakeknya selalu menjadi hal yang mutlak dan tidak bisa dilanggar.
Tidak...
Lucas mulai memikirkan sebuah kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi.
Tidak...
Jangan bilang keluarganya melakukan sesuatu pada Adelia?
Lucas merasa hatinya menjadi hancur ketika memikirkan tidak bisa melihat Adelia lagi.
Adelia saat ini adalah satu-satunya yang dirinya miliki.
Adelia yang mencintai dirinya dengan tulus.
Tidak...
"Kamu, Tolong bawakan aku rekaman CCTV dari dekat Ruangan Kepala Pelayan, jamnya kira-kira sekitar Adelia datang kesana.
'Baik, Tuan Muda. Saya akan membawanya dengan cukup cepat,'
Kemudian telepon itu segera ditutup.
Sekarang, Lucas mulai terdiam di ruang tamu itu dengan perasaan panik dan penuh kekhawatiran.
Astaga, Kenapa dirinya tidak mencegah Adelia pergi tadi pagi?
Bagaimana jika sesuatu benar-benar terjadi padanya?
__ADS_1
Adelia...
Tolong kamu jangan sampai terjadi apa-apa.
Lucas, menjadi terdiam disana dan mulai menelepon para bawahannya, untuk juga mengecek kamera CCTV di sekitar Rumah Keluarga Liones.
Harusnya dirinya bisa mendapatkan petunjuk.
Dan sekarang, Lucas mulai membuka ponselnya dan mendapatkan sebuah rekaman di mana Adelia, yang di ikat dan di tutup matanya, dibawa keluar oleh beberapa orang berjas dari ruangan Kepala Pelayan.
Ekpersi Lucas ketika melihat itu menjadi buruk.
Dirinya buru-buru untuk menghubungi anak buahnya yang lain.
"Aku minta kalian cepat menemukan kamera CCTV nya, periksa semua mobil dan plat mobil yang keluar dari rumah itu di jam yang aku sebutkan di SMS sebelumnya, tidak boleh terlambat dalam 10 menit semua rekaman CCTV harus ada,"
'Tapi Tuan Muda... Setidaknya butuh sekitar 1 jam sampai kami mendapatkannya,'
"Aku tidak mau tahu ini adalah hal yang sangat penting kalian harus bisa mendapatkannya secepatnya!" Kata Lucas lalu segera menutup telepon itu.
Ya, karena setiap menit adalah sesuatu yang sangat penting yang tidak boleh disia-siakan.
Ini menyangkut keselamatan Adelia.
"Adelia... Apa yang aku bisa lakukan tanpamu? Maaf... Maaf aku malah merahasiakan hal itu padamu dan malah membuatmu menjadi terlibat masalah ini, Jika saja aku memberikan peringatan padamu lebih awal aku mungkin tidak akan datang kesana..."
Lucas begitu frustasi ketika memikirkan semua ini.
Karena Adelia adalah hal yang sangat berharga dalam hidupnya.
Ini salahnya...
Adelia...
Aku pasti akan menyelamatkanmu!
Dan aku juga akan memastikan akan menghancurkan orang-orang yang berani menyentuhmu.
Huh.
Lucas mulai memikirkannya bahwa sepertinya rencana yang dirinya miliki untuk melakukan pemberontakan agar dipercepat.
Dirinya tidak bisa membiarkan hal-hal berharga yang dirinya miliki direnggut satu demi satu oleh keluarga sampah itu...
Mamanya...
Kakaknya...
Sekarang Adelia...
Tidak!
Dirinya tidak akan pernah membiarkannya!
__ADS_1
Kalian harus membayar semua yang telah aku alami!