
Alfano yang tiba-tiba ditanya oleh Lucas, segera menunjukkan ekspresi malu, namun akhirnya menjawab dengan jelas.
"Emm, Apakah itu terlihat jelas?"
Lucas yang mendengar jawaban itu entah kenapa memiliki perasaan tidak nyaman.
Ya, dirinya tidak menyukai bahwa ada pria lain yang menyukai Adelia.
Apakah ini disebut sebuah perasaan cemburu?
Namum jika memikirkannya lagi apakah dirinya layak memiliki perasaan semacam ini?
Setelah semua dirinya dan Adelia tidak memiliki hubungan apapun yang jelas.
Dirinya bukan Kekasih Adelia.
Dirinya tahu, bahwa Adelia menyukainya, namun sampai saat ini dirinya belum memberikan balasan yang cukup layak.
Lucas sendiri, masih merasa cukup bimbang dengan perasaan yang dirinya miliki selama ini.
Namun dari semua kejadian ini, membuat Lucas sadar, tentang perasaannya ini...
Hanya...
Saat ini dirinya tidak tahu harus mengatakannya bagaimana ke Adelia ketika Adelia sadar.
Setelah semua Adelia mengalami hal-hal ini karena dirinya.
Alfano segera melihat ke arah Lucas yang saat ini menunjukkan ekspresi tidak senang.
"Kenapa kamu memasang ekspresi seperti itu? Jangan bilang kamu ingin tidak memberikan Restu? Astaga, Lucas, Kenapa kamu begitu jahat sekali pada sahabat mu?"
Mendengar kata-kata penuh percaya diri dan semangat dari Alfano itu, membuyarkan Lucas dari lamunannya, lalu Lucas yang memang perasaannya terasa tidak nyaman itu segera mengatakannya dengan jujur,
"Apa? Aku pikir Adelia tidak akan menyukai seseorang sepertimu,"
"Seperti ku bagaimana? Bagaimana kamu tahu tentang hal itu?"
Lucas tentu saja merasa malu jika dirinya harus mengatakan dengan jelas tentang Adelia menyukai dirinya, jadi Lucas hanya segera mulai membuat alasan.
"Adelia... Dia jelas memiliki Tipenya sendiri, Aku cukup dekat dengannya jadi aku tahu sesuatu seperti apa yang Adelia suka,"
Alfano segera menunjukkan ekspresi kesalnya.
"Kamu itu hanya selalu mengatakan omong kosong,"
Namun mereka berdua juga tahu ini bukan saatnya untuk membicarakan hal semacam itu sekarang lebih penting untuk membicarakan kondisi Adelia.
Saat ini mereka sudah tiba di rumah sakit terdekat.
Sangat beruntung, Adelia sampai di sana tepat waktu sehingga mendapatkan penanganan yang cukup.
Luka-luka yang dimilikinya, untungnya tidak terlalu parah sampai membuat dia gagar otak.
Adelia hanya mengalami beberapa memar dan luka-luka di tubuhnya, efek terjatuh dari tebing, namun selain memar itu, tidak ada cedera lain yang serius setelah dilakukan beberapa scaning.
"Untuk kondisinya lebih lanjut mari kita tunggu, Nona Adelia untuk bangun,"
Setelah mendengarkan paparan dari dokter itu dua orang itu akhirnya merasa sangat lega.
Tidaknya tidak ada hal apapun yang akan mengancam jiwa Adelia.
"Hanya... Kapan Adelia akan kembali sadar?" Kata Lucas dengan cemas, yah walaupun sedikit lekas setelah mendengar jika tidak ada luka parah pada Adelia, namun dirinya benar-benar takut Adelia tiba-tiba menjadi masuk dalam kondisi Koma, seperti Kakaknya sekarang yang bahkan sampai saat ini masih terbaring di Rumah Sakit.
Dokter itu segera berkata,
__ADS_1
"Soal itu, harusnya besok pagi dia sudah sadar, saat ini dia hanya mengalami pingsan karena syok akibat benturan ini bukanlah hal-hal yang terlalu berat sampai membuat dia tidak sadar terlalu lama, Jadi kalian tidak perlu khawatir,"
Lucas yang mendengar itu akhirnya merasa cukup lega, hanya bisa berharap bahwa Adelia benar-benar segera sadar dan dirinya bisa minta maaf karena merahasiakan banyak hal darinya.
Pada akhirnya, waktu berjalan dengan cukup cepat, baik Lucas atau Alfano, mereka berdua menunggu di ruangan Adelia, menunggu gadis itu untuk sadar.
Sampai pagi hari segera tiba, dan Adelia mulai mengembalikan kesadarannya.
Hal pertama yang adil ia lihat adalah sebuah ruangan putih yang terlihat tidak familiar.
Kepalanya terasa sangat sakit dan juga seluruh tubuhnya terasa pegal-pegal dan menyakitkan.
Adelia lalu menjadi teringat ingattan terakhirnya sebelum naik kehilangan kesadaran.
Saat itu dirinya baru saja dilemparkan ke dalam jurang oleh bawahan mafia Keluarga Liones, di bawah tapi merupakan tanah-tanah yang cukup curam membuat dirinya berguling-guling di tanah itu.
Rasanya sangat menyakitkan ketika tubuhnya berguling-guling dari ketinggian yang cukup tinggi sampai seolah-olah kepalanya membentur tanah padat, setelah itu dirinya tidak lagi ingat soal apa yang terjadi.
Adelia saat ini merasa cukup bingung dan berpikir bahwa hari itu dirinya kira itu adalah hari terakhirnya namun keberuntungan sepertinya masih memihak padanya dan dirinya masih bisa selamat setelah jatuh di tebing itu.
Ini merupakan sebuah keajaiban...
Namun bagaimana caranya bisa selamat?
Adelia yang binggung lalu mulai menatap ke arah kesekeliling ruangan, dan ketika Adelia mulai mengangkat tubuhnya tatapan matanya bertemu dengan salah satu pria yang ada di situ, Adelia tentu saja mengenali sosok pria itu.
"Tuan Muda Alfano? Kenapa kamu ada disini?" Kata Adelia sambil memegangi sedikit kepalanya yang masih terasa menyakitkan.
Alfano yang melihat Adelia itu akhirnya kembali memulihkan kesadarannya langsung segera berdiri dari sofa dan mendatangi ke arah tempat tidur di mana Adelia berada.
Secara refleks, Alfano memeluk Adelia.
"Kamu akhirnya sadar juga ini benar-benar membuatku sangat lega, tidak tahukah kamu betapa takutnya aku ketika melihat keadaanmu seperti itu?"
Kata-kata itu terdengar sangat lembut dan hangat juga pelukan itu terasa sangat hangat, Adelia sempat merasa kaget juga dengan pelukan dan kata-kata itu hampir saja memikirkan bahwa kata-kata itu berasal dari Tuan Mudanya Lucas.
Alfano tentu saja baru saja menyadari tindakan memalukannya yang memeluk gadis yang ada di hadapannya itu.
Namun Adelia, entah kenapa tidak ingin melepaskan pelukan itu, membuat mereka dalam posisi pelukan itu untuk beberapa waktu.
Lucas saat itu sedang pergi ke kamar mandi dan ketika dirinya membuka pintu dan melihat tentang bagaimana dua orang itu saling berpelukan, ada perasaan marah di dalam hatinya.
Dirinya tentu saja senang melihat Adelia akhirnya sadar, namun melihat gadis itu berada dalam pelukan orang lain rasanya terasa sedikit membuatnya kesal.
Apalagi setelah dirinya tahu bahwa Alfano ternyata memiliki perasaan pada Adelia.
Walaupun dirinya tahu Adelia memiliki perasaan untuk dirinya namun tetap saja perasaan itu bisa saja berubah karena sampai detik ini dirinya belum memberikan kejelasan.
Apalagi soal insiden yang menimpa Adelia sebelumnya...
Ini semua karena dirinya jadi apakah nantinya Adelia akan menyalahkannya?
Ketika ingin memasuki ruangan itu entah kenapa Lucas tiba-tiba memiliki keraguan seolah-olah masih belum siap untuk bertemu dengan Adelia.
Hal apa nanti yang akan dirinya katakan pada gadis itu?
Lucas masih terdiam di depan pintu masuk sambil menatap ke arah dalam, Lucas akhirnya merasa cukup segar karena pelukan dua orang itu segera berakhir.
Namun perilaku Alfano, yang bahkan membantu Adelia minum, dan perlakuannya yang terlihat sangat dekat dengan Adelia itu membuat dirinya kesal.
Namun sekali lagi Lucas tidak berani untuk segera masuk ke dalam.
Sampai kemudian, Lucas mendapatkan sebuah telepon.
Akhirnya Lucas memutuskan untuk tidak jadi memasuki ruangan itu dan memilih untuk mengangkat teleponnya.
__ADS_1
Ternyata itu adalah telepon dari Kakeknya,
Ketika melihat nama itu tiba-tiba perasaannya dipenuhi dengan kemarahan apalagi mengingat bahwa orang yang meneleponnya ini adalah seseorang yang menyebabkan Adelia sampai ada di rumah sakit.
Namun Lucas hanya bisa mencoba menahan perasaannya itu dan segera mengangkat telepon itu dengan sopan,
"Hallo, Kakek selamat pagi,"
'Lucas, sebenarnya berada di mana kamu? Apakah kamu tidak tahu sekarang sudah hampir jam sepuluh, apakah kamu tidak ingat jika sekarang kamu memiliki jadwal untuk pergi ke Kota Y? Kenapa kamu belum tiba juga di bandara?'
Lucas yang mendengar kata-kata kakeknya itu jelas baru saja teringat jika memang berdasarkan jadwal yang dimilikinya hari ini di dirinya harus pergi ke Kota Y, untuk melakukan salah satu transaksi penyelundupan Senjata Api, yang baru saja dikirimkan dari Luar Negri.
Ya inilah salah satu bisnis keluarganya, sesuatu yang jelas tidak begitu dia sukai.
Namun sekarang jawaban apa yang harus dirinya berikan?
Kakeknya pasti akan curiga jika dirinya sampai tidak tiba di bandara.
Namun dirinya juga tidak bisa meninggalkan Adelia disini.
'Lucas? Di mana kamu sebenarnya?'
Setelah berpikir sejenak, Lucas mulai membuat sebuah alasan yang cukup masuk akal.
"Aku saat ini berada di rumah sakit, tadi pagi aku baru saja mendapatkan telepon dari rumah sakit tempat Kak Theo dirawat,"
'Hah, Kakakmu sekarang sudah menjadi rongsokan tidak berguna kenapa kamu masih saja untuk mengurusi orang tidak berguna itu?'
Mendengar itu ada kemarahan yang tersulut di Lucas, tidak hanya Adelia yang sudah kakeknya anggap tidak berguna selalu bisa dibuang kapanpun, bahkan Kakaknya Theo yang saat ini masih berterima di rumah sakit juga sudah tidak dianggap berguna oleh kakeknya, yang bisa dibuang kapan saja.
Mungkin Hal pertama yang harus dirinya lakukan sebelum menjalankan rencananya ini adalah memindahkan rumah sakit Kakaknya Theo.
"Kakek, mohon mengertilah mau bagaimanapun dia masih kakakku dan dia juga masihlah Cucu, Kakek,"
'Baiklah terserah kamu namun ingat untuk jangan pernah mengabaikan tugasmu,'
Dan telepon itu segera ditutup.
Akhirnya Lucas memutuskan untuk sebaiknya pergi dulu, saat ini tidak baik untuk memprovokasi Kakeknya lebih lanjut.
Namun tiba-tiba ponsel Lucas berbunyi, ada senuah pesan disana, yang berisi sebuah video di mana Adelia yang di seret keluar oleh anak buah kakeknya sebelumnya.
Di bawahnya lalu ada sebuah pesan,
'Satu persatu orang yang kamu sayangi akan dimusnahkan, aku harap kamu menikmatinya,'
Itu berasal dari kiriman anonim namun Lucas yang menerima pesan itu segera tenggelam dalam kemarahan dan kesedihan.
Jadi memang semua ini sudah diatur dari awal tentang bagaimana fotonya dan Adelia sampai ke kakeknya.
Memang ada orang yang mengincar dirinya selama ini....
Ibunya...
Kakaknya...
Bahkan Adelia....
Sialan, jika Adelia terus berada di sisinya Adelia juga pasti akan diincar lebih banyak dan dia bisa dalam bahaya.
Apakah sebaiknya dirinya menyerahkan Adelia di bawah pengawasan Alfano?
Alfano pasti memang bisa menjaganya dirinya sudah memperkirakan hal ini sebelumnya sebelum menelepon dan meminta tolong padanya.
Namun Alfano menyukai Adelia, bagaimana nanti jika keduanya menjadi dekat satu sama lain?
__ADS_1
Lalu Adelia mulai menyukai Alfano?