
Siang itu, disalah satu tempat karoke, Lucas akhirnya datang dan terpaksa untuk mengajak Adelia.
Ekpersi Lucas, ketika tiba di sana jelas terlihat tidak nyaman, terutama setelah melihat gaya pakaian Adelia hari ini.
Memang, ini baju yang dirinya belikan untuk Adelia, Adelia terlihat sangat cantik, mengenakan gaun indah semacam ini, namun entah kenapa dirinya merasa tidak senang jika penampilan ini dilihat oleh orang lain, terutama oleh Alfano itu.
Tunggu, kenapa dari sebelumnya dirinya memiliki perasaan tidak enak semacam ini?
"Tuan Muda, kenapa kita tidak segera masuk ke ruangan mereka? Emm? Apakah ini ruangan yang salah? Sepertinya ini benar ruangan 28?" Tanya Adelia sambil menatap ke arah nomor yang ada di pintu itu yang sepertinya benar nomor yang tadi diberikan teman Tuan Mudanya itu.
"Benar ini ruangan yang dimaksud,"
Setelah mengatakan hal itu Lucas segera membuka pintu ruangan itu.
Disana, mereka berdua segera disambut oleh orang-orang yang ada di dalam, terutama Rio dan Alfano.
"Lucas, akhirnya kamu datang juga kamu sangat jarang ikut acara-acara semacam ini," kata Alfano yang langsung menyapa Lucas itu.
"Aku kebetulan memiliki waktu luang, Bukankah kamu yang biasanya selalu begitu sibuk?" Kata Lucas lagi.
"Ya begitulah semakin ke sini pekerjaan menjadi semakin banyak, itulah hidup. Owh benar, kamu mengajak Adelia?"
Adelia yang tadi ada di belakang Lucas segera menampakan dirinya dan menyapa semua orang.
Ekspresi Alfano, segera menjadi sangat ceria ketika menatap Gadis itu dan segera menyapanya,
"Adelia, Kamu terlihat sangat cantik sekali memakai gaun seperti ini, aku sempat pangling dengan kecantikanmu,"
Adelia yang tiba-tiba dipuji itu hanya merasa sedikit malu lalu segera berkata,
"Kamu bisa saja, tidak perlu terlalu berlebihan,"
"Habis kamu biasanya tidak memakai pakaian seperti ini,"
"Tidak apa-apa, Ini adalah gaya baru,"
Dua orang itu terlihat sangat akrab satu sama lainnya, Lucas sendiri saat ini sedang disapa oleh teman-teman yang lainnya namun pandangan matanya terkadang menatap ke arah samping di mana, Adelia dan Alfano berbicara dengan akrab, lihat Adelia benar-benar terlihat tersenyum ceria bersama dengan pemuda itu!
Bukankah Adelia menyukai dirinya?
Namun Kenapa dia bersikap sangat akrab seperti itu dengan pria lain?
Lucas, entah kenapa merasa sedikit kesal dan mencoba, menatap kearah lainnya.
Mana tahu tatapannya malah bertemu dengan seorang gadis tertentu.
Itu adalah Eve Letizia Amory.
Ketika tatapan mereka bertemu, Eve segera memalingkan wajahnya seolah tidak ingin melihat Lucas.
Ekpersi Lucas segera menjadi buruk ketika melihat itu.
Namun entah kenapa hatinya tidak merasa kesal sekesal sebelumnya.
Apakah karena dirinya mungkin sudah menerima jika dirinya ini ditolak?
Atau karena kejadian-kejadian yang dirinya alami belakangan?
__ADS_1
Lucas coba untuk menenangkan pikirannya, dan memilih untuk segera duduk.
Ketika dirinya menatap kembali di mana Adelia berada, Alfano sekarang sudah mempersiapkan Adelia untuk duduk di sampingnya bahkan sudah menawarkan untuk memilih lagu apa.
Adelia awalnya terlihat tidak begitu tertarik, namun setelah beberapa bujukan, Alfano berhasil mengajak gadis itu untuk menyanyi bersamanya di depan.
Hal-hal itu, jelas membuat Lucas menjadi merasa tidak senang.
Dan segera, setelah Adelia selesai bernyanyi, orang-orang mulai bertepuk tangan.
Lucas sendiri, segera menghampiri Adelia yang saat ini duduk sendiri, Alfano baru saja di suruh menyanyi satu lagu solo oleh yang lainnya, karena suaranya memang sangat bagus.
Adelia, tentu menyadari kedatangan Tuan mudanya itu lalu segera mencoba mencari topik pembicaraan,
"Suara Tuan Muda Alfano sangat merdu bukan? Dia bisa bernyanyi sangat bagus seperti itu,"
Adelia hanya sekedar mengatakannya untuk mencari topik pembicaraan namun mana tahu Hal itu membuat Lucas menjadi semakin kesal.
"Kamu begitu menyukai suara Alfano itu?"
"Ya, suaranya sangat merdu dan lihatlah bagaimana dia bernyanyi, dengan sesuatu seperti itu, di tampah dengan penampilannya yang cukup tampan, Aku rasa memang wajar jika banyak gadis yang terpesona padanya, termasuk Nona Eve,"
Lucas tidak mendengarkan bagian terakhir dari kata-kata Adelia, hanya mendengarkan soal bagaimana semua gadis bisa terpesona olehnya.
"Lalu apakah kamu terpesona olehnya? Apakah dia lebih tampan dariku menurutmu? Lebih menyukai dia?"
Adelia merasa bingung dengan pertanyaan tiba-tiba itu namun segera menjawab dengan penuh keyakinan,
"Tuan Muda Lucas adalah yang paling tampan di mataku, Aku paling suka dengamu,"
Mendengar kata-kata penuh keseriusan dari gadis di hadapannya itu membuat Lucas menjadi cukup kewalahan tentang bagaimana cara dirinya meresponnya.
Namun ketika Lucas baru selesai berbicara, Alfano yang sedang menyanyi itu mulai menghampiri kearah Adelia, mencoba untuk mengajaknya menari.
Adelia pikir, demi kesopanan tidak baik untuk menolak ajakannya jadi dia ikut maju sekali lagi dan mulai menari.
Lucas yang tiba-tiba diabaikan itu merasa kesal lagi.
Apa-apa itu?
Kenapa Adelia sangat dekat sekali padanya?
Walaupun, barusan bilang jika dirinya yang paling baik namun tetap saja itu menyebalkan tentang bagaimana Adelia malah akrab dengan Alfano itu.
Sangat beruntung lagu itu segera selesai, dua orang itu segera selesai, dan lagi berikutnya yang di putar adalah lagu duet.
Saat ini semua orang diharuskan untuk diundi, untuk secara random di pilih untuk menyanyi berikutnya.
"Ah, Eve! Sekarang giliranmu! Lihat siapa yang akan menyanyi bersamamu berikutnya,"
Sayang sial, undian kedua itu adalah nama Lucas.
Ekpersi Eve gelas berubah menjadi muram ketika mendengar ini.
Lucas, yang melihat wajah Gadis itu yang terlihat muram itu jelas merasa tidak enak.
Segitunya kan Eve membenci dirinya?
__ADS_1
Saat ini dirinya sudah berusaha untuk move on.
Namun, ini mengingatkan Lucas pada rencana perjodohan oleh Kakeknya.
"Lucas? Kenapa kamu diam saja sana segera maju saja?" Itu adalah suara Alfano, yang sudah duduk di samping Lucas.
Lucas, merasa tidak senang juga jika Eve bersikap seperti ini padanya, lagipula dirinya juga tidak ingin terlalu memaksakan cinta yang dirinya miliki pada gadis itu, dirinya menghormati keputusan Eve untuk menolaknya, lagi pula sebuah perasaan memang tidak bisa dipaksakan, dan soal perjodohan Kakeknya itu, mari lupakan saja dulu.
Memikirkan itu, Lucas mulai membuat alasan,
"Perutku tiba-tiba sakit Aku ingin ke kamar mandi," kata Lucas lalu menyerahkan mic itu pada Alfano, lalu segera berdiri seolah mencoba keluar dari ruangan itu.
Sekarang orang-orang, lagi-lagi meminta Alfano menyanyi.
"Kalian ini aku kan sudah menyanyi dari tadi?" Protes Alfano.
"Tapi kami masih ingin untuk mendengarmu menyanyi benar bukan teman-teman?"
"Benar sekali! Ayo menyanyi lagi!!"
Alfano tidak memiliki pilihan hanya segera maju ke depan, mendatangi Eve.
Eve sendiri, menjadi terkejut tentang bagaimana Lucas malah mencoba menghindar, sikap itu benar-benar terlihat cukup aneh, biasanya Dia sangat agresif mendekat namun sekarang kenapa tiba-tiba menjadi diam?
Apakah karena penolakannya sebelumnya?
Eve tenggelam dalam lamunannya sampai tidak mendengarkan kata-kata Alfano.
"Hey? Eve? Kamu jadi ingin menyanyi atau tidak?"
Eve cukup kaget dengan suara Alfano yang begitu dekat, yang membuat Eve malah tidak sengaja menumpahkan minuman di meja sebelahnya dan menumpahi, Alfano.
Adelia menatap adegan ini dengan ekspresi terkejut tentang bagaimana Tuan Mudanya itu menolak secara halus untuk menyanyi dengan Nona Eve.
Bukankah Tuan Mudanya ingin mendekati Nona Eve?
Kenapa malah sekarang, membiarkan Nova Eve bersama dengan Tuan Muda Alfano?
Bukankah ini menjadi hal-hal yang buruk untuk Tuan Mudanya?
Adelia jelas merasa tidak senang jika Tuan mudanya nanti menjadi sedih.
Jadi, dengan sigap sebelum Eve membantu, Alfano, Adelia sudah sangat sigap untuk membantu Alfano mengeringkan celananya dengan sapu tangannya.
"Sepertinya Anda perlu ke kamar mandi," kata Adelia.
"Terimakasih banyak, Adelia. ini benar-benar tidak apa-apa kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal-hal kecil ini," kata Alfano dengan senyuman cerahnya.
Alfano, sangat suka bagaimana Adelia menjadi perhatian padanya seperti ini.
Lucas, dari luar ruangan, melihat semua rangkaian adegan itu namun tatapan matanya entah kenapa bukan menatap ke arah Eve, namun memperhatikan Bagaimana pelayan pribadinya itu bersikap sangat ramah dan perhatian pada Alfano.
Sial hal-hal ini benar-benar semakin mengganggunya!
Ada apa dengan dirinya sekarang?
Dan apa-apa tatapan Alfano ke Adelia itu?
__ADS_1
Lucas, benar-benar tidak suka tentang bagaimana Alfano yang menatap Adelia seperti itu seperti sebuah tatapan penuh cinta.