Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 19: Penghiburan


__ADS_3

Adelia menjadi terdiam begitu dirinya mendengar kata-kata dari Eve barusan.


"Kamu benar-benar tidak mengerti apapun!! Aku harap kamu tidak akan pernah menyesalinya menolak dia seperti itu!" Kata Adelia lagi.


Eve yang mendengar itu segera tertawa dan berkata,


"Tentu saja aku tidak akan pernah menyesal, Aku tidak akan bersama dengan pria macam Lucas itu, aku benar-benar tidak menyukai orang itu."


Setelah mengatakan semua itu, Eve segera pergi dari hadapan Adelia.


Adelia sendiri, segera menghampiri tempat di mana Lucas berada.


Lucas, saat ini masih terdiam dan termenung tenggelam dalam pikirannya sendiri memikirkan sakit hati yang dia miliki.


Dirinya tidak pernah mengira Cinta Pertamanya akan berakhir dengan seperti ini.


"Tuan Muda? Apakah anda tidak apa-apa?"


Suara Adelia barusan segera membiarkan lamunan Lucas.


"Aku juga tidak tahu Mari kita segera pergi dari sini saja, aku mungkin butuh sedikit merilekskan pikiranku,"


Lucas terlihat memiliki wajah yang murung.


Adelia yang melihat itu jelas saja merasa tidak nyaman.


Keduanya, lalu segera pergi dari situ sebelumnya sempat mengirimkan pesan pada Rio bahwa mereka akan pulang duluan.


Namun keduanya, tidak segera pulang namun mampir kesebuah Club.


Saat itu masih sore, namun tetap saja tempat itu tentu saja masih sangat sepi dan bahkan belum buka.


Namun karena ini adalah salah satu Club milik Keluarga Liones, Lucas diizinkan untuk masuk ke dalam.


Dan sekarang hanya ada Lucas dan Adelia di dalam ruangan itu, di dekat Bar, dimana disana ada berbagai macam minuman.


Adelia menatap bagaimana Tuan Mudanya itu, meminum gelas demi gelas dari mimuman itu.


"Aku tidak mengerti kenapa dia menolakku," guna Lucas tiba-tiba.


Adelia yang diajak bicara itu jelas tidak tahu harus bersikap seperti apa namun dirinya jelas tahu bahwa saat ini yang dibutuhkan oleh Tuan Mudanya adalah sebuah penghiburan.


Dirinya berharap bisa menghiburnya.


"Tidak apa-apa, Nona Eve hanya tidak mengerti tentang seperti apa Tuan Muda sebenarnya,"

__ADS_1


Lucas lalu segera berkata lagi dengan rasa kesal.


"Apakah ini tentang latar belakang keluargaku? bahkan Siapa yang mau untuk terlahir di keluarga gila seperti ini?"


Adelia tidak mengatakan apa-apa hanya mendengarkan apa yang ingin Tuan Mudanya katakan.


"Aku bahkan tidak ingin lahir dalam Keluarga sial ini, dan kenapa Aku harus lahir? Kelahiranku bahkan membuat Ibu Kandungku menjadi frustasi dan menjadi gila... Hanya ketika Dia akhirnya memiliki kesempatan untuk bisa keluar dari Keluarga Liones gila itu, dia malah hamil Aku saat itu... Membuat dia harus kembali terkurung di dalam Keluarga Liones lagi..."


Adelia yang mendengar itu jelas merasa ikut sedih juga, dirinya tahu soal masa lalu Tuan Mudanya itu, dan Kisah tentang Ibu Tuan Mudanya.


Dari awal, Ibu Tuan Mudanya Elena Rose di paksa untuk menikahi Ayah Tuan Mudanya, melahirkan Putra Pertama mereka, Theo Liones adalah batas kesabaran dari Elena saat itu, setelah bertahan sampai Putra Pertamanya cukup besar, itu adalah kesempatan untuk Elena akhirnya bisa pergi dari Keluarga itu karena sudah memenuhi kewajibannya untuk melahirkan calon pewaris mereka, seorang anak laki-laki tertua.


Dia harusnya bisa bebas dan tidak lagi menjadi tawanan mereka, namun berbeda dengan harapannya, Elena hamil anak keduanya.


Belum lagi saat itu, Ayah Tuan Mudanya membawa wanita lain juga untuk di nikahi lagi, dan kehamilan kedua yang membuat jiwa Ibu Tuan Mudanya terguncang, bahkan sempat ingin mengugurkan kandungannya, namun sekali lagi, itu adalah keturunan Keluarga Liones yang berharga yang harus di lindungi oleh Keluarga Liones.


Di tahan dan di kurang bertahun-tahun dalam Keluarga Liones, siapa yang akan tahan?


Hal-hal yang akhirnya berujung dalam sebuah Tragedi lainnya.


Adelia yang mengingat kisah masa lalu itu juga jelas merasa sedih,lu segera memeluk Tuan Mudanya.


"Tidak apa-apa, semuanya akan baik-baik saja, saya yakin Tuan Muda akan bisa menyelesaikan hal-hal itu,"


"Hanya Nona Eve itu saja yang tidak mengerti seberapa baik Tuan Muda, jadi Tuan Muda tidak perlu terlalu sedih untuknya,"


Lucas lalu segera berkata lagi,


"Tapi Aku sangat mencintainya... Ya, di Komunitas itu bukan pertama kalinya kita bertemu, dahulu ketika kita masih kecil, kita pernah bertemu sebelumnya... Dia adalah malaikat penyelamatku, cahayaku... Orang lain pertama yang memberiku kehangatan..."


Adelia jelas tidak tahu soal cerita masa lalu ini, bagaimanapun juga dirinya baru masuk ke Keluarga Liones ketika Tuan Mudanya sudah memasuki usia remaja Jadi apa yang terjadi sebelumnya dirinya tidak tahu apa-apa.


Jadi begitu, itu sebenarnya adalah cinta masalalu, dan cinta pertama yang memiliki banyak cerita.


Adelia tidak tahu, jika perasaan Tuan Mudanya akan sedalam itu.


Hati Adelia juga merasa sedih dan hancur ketika memikirkan itu...


Orang yang di cintainya mencintai oleh lain dengan begitu dalam...


Dirinya iri pada Nona Eve...


"Tidak apa-apa Tuan Mudanya, sekarang Tuan Muda masih memiliki Aku. Aku akan melakukan apapun untuk bisa menghibur Tuan Muda, jadi Tuan Muda tidak perlu lagi merasa terlalu sedih."


Lucas saat ini dalam keadaan setengah sadar karena terlalu banyak minum.

__ADS_1


Lucas mulai melepaskan pelukannya, dan menatap Adelia dengan erat.


"Benarkan itu? Kamu akan melakukan apapun untukku?"


"Ya, Tuan Muda," kata Adelia dengan penuh keyakinan.


Lucas lalu segera mencium bibir Adelia, itu bukan hanya ciuman singkat, namun sebuah ciuman yang cukup dalam dan panas.


Sama seperti bagaimana itu dalam mimpi Lucas.


Adelia tentu saja cukup terkejut dengan ciuman yang diterimanya.


Namun Adelia menerimanya, jika memang ini bisa sedikit menghibur hati Tuan Mudanya, ini tidak masalah sama sekali.


Ciuman itu berlangsung cukup lama, sampai keduanya hampir kehabisan nafas.


Lucas saat ini benar-benar mabuk, hampir tidak bisa membedakan apakah ini mimpi ataukah kenyataan.


Dan tepat setelah ciuman itu berakhir, Lucas memulai sebuah ciuman yang baru yang kali ini bahkan lebih menggairahkan daripada sebelumnya.


Adelia mau tak mau, tenggelam dalam ciuman itu, terlalu terbawa suasana panas itu juga.


Lucas mencium Adelia berkali-kali disana, lagi dan lagi, seolah dengan sebuah ciuman, meningkatkan hasrat dan keinginan yang lebih.


Sampai sekarang, ketika ciuman itu akhirnya terlepas, ada keinginan lainnya yang timbul.


"Adelia... Maukah kamu melakukannya denganku?"


Adelia hampir saja menjadi kaget ketika mendengar hal itu.


Namun Adelia tidak terlalu banyak memikirkannya.


"Aku adalah Pelayan Ekslusif Milik Tuan Muda, jadi Tuan Muda bisa meminta apa saja dariku..."


Lucas yang mendengar itu segera menjadi tertawa,


"Benar, Kamu adalah milikku..."


Lucas lalu segera memeluk tubuh Adelia lagi.


Ada aroma minuman kuat dari tubuh Lucas.


Adelia jelas segera memiliki firasat tidak enak.


"Emm, setidaknya apakah kita tidak naik ke Kamar di atas? Jangan di sini,"

__ADS_1


__ADS_2