Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 17: Tidak Tahan


__ADS_3

Eve yang melihat Lucas tiba-tiba itu, jelas saja merasa cukup ketakutan apalagi mengingat kejadian burutal yang baru saja dilihatnya.


Memikirkan, jika tangan yang barusan menyentuhnya juga merupakan tangan yang digunakan untuk menarik pistol dan membunuh orang-orang sebelumnya membuat Eve merasa sangat ngeri.


Tapi Eve, mencoba untuk menjaga ekspresinya sebisanya, karena takut, jika dirinya ketahuan melihat adegan tadi hal-hal buruk mungkin saja bisa terjadi.


Eve lalu berkata dengan nada tenang mungkin,


"Aku... Aku tidak apa-apa, aku hanya sedang buru-buru saja,"


Lucas awalnya cukup kaget tentang bagaimana Eve bahkan menepis tangannya itu.


Namun melihat kata-kata Eve yang terlihat biasa saja, Lucas kembali memasang senyum ramahnya dan berkata,


"Apakah kamu ingin aku antar kebetulan mobilku ada di dekat sini,"


Eve tanpa pikir panjang segera berkata,


"Tidak perlu sama sekali, Aku tidak ingin merepotkanmu,"


"Sungguh, Aku tidak repot sama sekali,"


Eve menjadi bingung harus berkata apa lalu segera tatapannya menuju ke arah seorang gadis yang di samping Lucas, dan mencoba mengalihkan pembicaraannya.


"Ah? Bukankah kamu sedang bersama seseorang? Aku tidak ingin mengganggu kalian berdua,"


Lucas baru saja ingat jika dirinya saat ini bersama dengan Adelia, dan melihat Eve menunjukkan respon seperti itu jelas Lucas tidak ingin membuat dia salah paham dan segera memperkenalkan Adelia.


"Dia adalah Asistenku, Adelia. Kebetulan kami baru saja melakukan beberapa pertemuan penting di dekat sini, jadi tentu saja kamu tidak akan mengganggu kami berdua, benar begitu Adelia?"


Adelia yang tiba-tiba namanya disebut itu segera mengangguk dan memperkenalkan dirinya,


"Itu bener, Saya hanya Asisten Tuan Muda Lucas. Saya, Adelia salam kenal, Nona,"


Eve dengan canggung segera memperkenalkan dirinya,


"Aku, Eve Letizia Amory, salam kenal juga Adelia,"


Adelia melihat bagaimana dua orang itu sekarang terlihat cukup canggung, apalagi Lucas yang sepertinya kehabisan alasan untuk mencoba mengajak Eve, dan mengantarnya.


"Saat ini, kami berdua juga sudah selesai dengan urusan kami, kebetulan mobil juga mengagur, kenapa Nona Eve tidak ikut saja?"


"Sungguh, aku benar-benar tidak ingin merepotkan lagipula tempat yang Aku tuju cukup dekat,"


"Tidak, apa-apa Nona, Eve,"


Namun sekali lagi, Eve mencoba mencari alasan dengan membuka ponselnya,


"Ah, temanku sudah menungguku, Aku hanya buru-buru janjian dengannya, dia sudah menungguku di taksi, jadi kalian tidak perlu repot-repot, Aku permisi dulu,"


Eve segera langsung melarikan diri dari sana.


Adelia dan Lucas menatap heran dengan kepergian Eve, yang sekolah seperti dikejar setan atau sesuatu dan ketakutan seperti itu.

__ADS_1


Hal ini jelas membuat Lucas menjadi sedih.


Apakah Eve benar-benar menghindari dirinya?


Atau bahkan takut padanya, setelah dia tahu soal Latar Belakang Keluarganya?


Adelia yang melihat itu, segera menepuk pundak Tuan Mudanya itu.


"Tuan Muda, baik-baik saja? Tidak perlu khawatir dia mungkin hanya sedang buru-buru,"


Lucas yang cemas itu segera menjadi sadar dengan kata-kata gadis yang ada di sampingnya ini.


Ya, Lucas menyadari bahwa Adelia ini memang selalu perhatian padanya.


"Ya, kamu benar."


"Mari nanti bisa mengirimkan bunga untuk Nona Eve? Saya akan membantu memilihkan Bunganya,"


"Ya, kamu benar. Nanti aku akan mengirimkan bunga ke rumahnya, baiklah mari sebaiknya kita segera ke toko bunga saja biar bunga itu bisa diantar nanti malam karena setelah ini sepertinya masih banyak hal yang harus kita urus,"


Dengan itu, keduanya segera menuju ke toko bunga.


Lucas tentu saja tidak memiliki pengalaman dengan memilih bunga, Lucas menatap deretan benga itu dengan ekspresi binggung.


Adelia yang melihat itu, segera menatap kearah ponselnya, melihat hal-hal yang ada di data Eve, disana sepertinya ada sebuah foto dimana Eve sedang menyiram bunga di halaman rumahnya, dari foto itu Adelia kira itu bunga kesukaan Nona Eve?


Adelia lalu segera menahan kearah bunga-bunga indah itu, ada satu bunga seperti di foto.


"Tuan Muda, bagaimana jika memilih Bunga Lily? Sepertinya Nona Eve suka dengan bunga Lily, berdasarkan data yang kita selidiki sebelumnya,"


"Kamu benar, mari membeli bunga Lily putih ini, Aku senang ada kamu yang bahkan mau membantuku untuk urusan urusan tidak jelas seperti ini,"


Adelia yang di puji itu hanya tersenyum dan berkata,


"Tentu saja, masalah cinta Tuan Muda adalah sesuatu yang penting juga saya jelas akan mendukung Tuan Muda sepenuhnya serahkan pada saya,"


Adelia bahkan memilihkan bagaimana buket itu di rancang, juga soal pemilihan kata-kata ucapan, dan lainnya, hingga buket bunga itu selesai.


Lucas melihat bagaimana Adelia sangat cekatan membantunya itu benar-benar sangat senang.


Jadi, ketika sudah selesai dengan buket bunga itu, dan hendak membayar, Lucas kebetulan melihat bunga mawar biru yang sangat cantik, yang mengigatkannya pada Adelia yang selalu setia, dan ada disisinya selama ini, sosok yang cantik juga seperti Adelia.


"Pelayan itu sekalian, Bunga Mawar Biru yang ini," kata Lucas sambil mengambil 1 tangkai bunga mawar itu.


"Apakah mau di gabung?"


"Tidak ini sendiri saja seperti ini,"


Dan segera penjaga toko, membungkus bunga mawar itu.


Adelia sendiri, melihat-lihat bunga di tempat lainnya, berpikir jika bunga-bunga di sini terlihat sangat indah, membuat dirinya iri pada Eve, yang akan diberikan sebuket bunga indah oleh Tuan Mudanya.


Adelia memikirkan, kapan dirinya akan diberikan bunga yang sangat indah seperti itu oleh seseorang?

__ADS_1


Apalagi itu oleh Tuan Mudanya, pasti akan sangat senang.


Ketika Adelia memikirkan itu, ada serangkai bunga mawar biru di hadapannya, membuat Adelia kaget.


"Itu untukmu," kata Lucas sambil tersenyum pada Adelia.


"Untukku?" Kata Adelia terlihat sangat kaget dengan bunga yang ada di hadapannya itu tiba-tiba.


"Ya, Ketika aku melihat bunga ini, ini mengingatkanku padamu, anggap saja hadiah dariku,"


Adelia jujur merasa sangat senang sekali dan segera menerima bunga itu tanpa pikir panjang.


Dirinya tidak mengerti kenapa Tuan mudanya itu memberinya bunga namun dirinya sangat senang.


Ukhh, kalau Tuan Mudanya terus seperti ini, bagaimana dirinya akan bisa move on?


####


Sore itu, Eve sedang bersantai di Rumahnya, sampai tiba-tiba Pelayan di Rumahnya, memberikan sebuah buket bunga padanya.


Eve menatap kearah bunga Lily yang indah itu.


Ini adalah bunga kesukaannya?


"Dari mana kamu mendapatkan ini?"


"Tidak tahu Nona, tadi ada seseorang dari toko bunga yang mengirimikan ini, bilang untuk Nona Eve, soal pengirimannya siapa, ada di bunga itu,"


Setelah mendengar penjelasan itu, Eve segera menyuruh pelayan pergi, lalu membawa buket bunga itu ke kamarnya, dan melihat isi surat dari sana.


'Bunga itu sangat cantik dan lembut, ketika Aku melihatnya, ini mengigatkanku padamu, Eve Letizia, kamu secantik bunga ini,


~Lucas~'


Ketika Eve melihat nama itu, Eve langsung menjatuhkan bunga di tangannya, tiba-tiba merasa ngeri dengan bunga itu.


Itu adalah bunga kesukaannya, dirinya dan Lucas baru bertemu beberapa kali, namun bagaimana Lucas bisa tahu, lalu memilih bunga itu?


Jangan bilang, Lucas menyelidiki soal dirinya?


Ada saat dimana dirinya merasa di buntuti oleh seseorang.


Jangan bilang itu suruhan Lucas?


Eve menjadi semakin takut.


Tidak!


Ini tidak bisa dibiarkan, di sesi berikutnya mereka bertemu dirinya harus menegaskan pada Lucas, bahwa dirinya tidak ingin memiliki hubungan dengannya.


Eve tidak tahan, ketika membayangkan di dekati oleh orang mengerikan seperti Lucas, yang bahkan menyelidiki dirinya diam-diam.


Dan sebelumnya mereka sempat bertemu beberapa kali ketika dirinya tidak ada jatwal, apakah itu memang karena Lucas dari awal juga tahu jatwal yang dimilikinya?

__ADS_1


Semakin memikirkannya, Eve menajadi semakin takut.


__ADS_2