
Sesuai rencana, saat ini Adelia dan Lucas sedang menuju tempat mereka akan melakukan kegiatan sukarelawan.
Kegiatan kali ini, mereka akan memberikan sumbangan kepada korban bencana tanah longsor jadi tempat berkumpulnya orang-orang ada di tempat yang cukup jauh, ini kira-kira ada di pegunungan di pinggir kota.
Jadi tentu saja yang namanya pergi ke daerah bencana longsor, mereka harus melewati sebuah tebing.
Saat ini, Lucas kebetulan menyetir mobil nya sendiri, bersama Adelia yang duduk di sampingnya menemaninya.
Ya, alasannya tidak membawa supir, karena Lucas memang sedang ingin menyetir.
Bagaimanapun juga rencananya hari ini untuk sedikit lebih dekat dengan Eve, namun jelas ini tidak ada hubungannya dengan rencana keluarganya itu.
"Hah, Aku tidak mengira jika perjalanan ini sangat jauh," kata Lucas yang saat ini terlihat lelah karena menyetir.
"Emm, Tuan Muda apakah ingin bergantian denganku?"
"Tidak perlu lagi pula ini tidak terlalu jauh lagi,"
"Tapi Tuan Muda, harusnya dari awal saya yang menyetir, tuan muda malas jadi sudah lelah begini padahal kita belum sampai di lokasi karena kita juga tidak tahu bukan nanti kegiatannya seperti apa?"
"Hah, sungguh tidak masalah sama sekali ini hanya menyetir lagipula lokasinya tidak begitu jauh bola ini hanya satu setengah jam,"
Adelia hanya bisa menghela nafas ketika mendengar kata-kata Tuan Mudanya yang keras kepala itu.
Namun memang benar tidak lama sampai mereka berdua tiba di lokasi bencana.
Sesuai namanya tempat itu adalah sebuah lokasi bencana longsor, lokasinya begitu kacau karena adanya tanah longsor sebelumnya.
Saat ini mobil mereka segera berhenti di dekat lokasi terjadinya longsor, karena memang akibat longsor jalanan tertutup jadi mulai dari sana mereka harus berjalan kaki.
Lucas dan Adelia segera parkir lalu keluar dari mobil itu.
Begitu pula para pengawal Lucas yang mengikuti dari belakang.
Lucas sebenarnya sedikit tidak suka membawa pengawas seperti itu namun jelas dirinya tidak boleh menjadi ceroboh, karena dirinya tidak akan pernah tahu kapan musuh akan menyerang.
Lucas segera memberi perintah pada bawahannya itu,
"Kalian sebaiknya menjaga jarak dengan ku, jangan terlalu mencolok hingga orang-orang tahu jika sayang pengawal ku apakah kalian paham?"
"Tentu Tuan Muda, kami akan mengawasi dari jauh dari jarak yang aman, kami akan menyusul Tuan Muda nanti,"
"Bagus,"
Setelah itu, Lucas segera menuju ke titik tempat mereka berkumpul.
Ya, disana ada sebuah pondok, dimana Lucas dan rombongan Komunitas berkumpul.
Ketua Komunitas yang melihat kedatangan Lucas, jelas merasa senang dan menyapa nya,
"Lucas, akhirnya kamu datang juga kami sudah menunggumu,"
__ADS_1
"Ya, aku tidak mengira juga medan tempat ini cukup buruk membuatku terlambat datang,"
"Haha, tentu saja, aku suka tidak mengira jika efek longsor nya terlalu buruk,"
Mereka terlihat sedang mengobrol sampai dan bahasa basi sampai salah satu kenalan Lucas memahami kearah Adelia.
"Lalu, Lucas siapa seorang gadis yang kamu aja itu?"
Lucas lalu segera ingat jika dirinya dari tadi mengabaikan Adelia yang mengikutinya dari belakang.
Dirinya segera memperkenalkan gadis itu kepada teman-temannya.
"Ini adalah Adelia temanku, jathilan dia juga ingin ikut komunitas ini untuk menjadi sukarelawan,"
Salah satu teman Lucas disana, terlihat sangat senang ketika mendengarnya.
"Astaga, ada seorang gadis cantik lagi yang akan bergabung di sini tentu saja kami akan senang dan menerimanya. Selamat datang Nona Adelia,"
Adelia yang mendengar sapaan rama itu segera tersenyum dan segera berkata,
"Ya, salam kenal juga semuanya, Aku Adelia. Senang jika kalian mau menerimaku bergabung,"
Mereka selalu mulai mengobrol beberapa hal.
Sampai Lucas akhirnya teringat sesuatu dan melihat ke arah sekeliling.
Ketua Komunitas melihat bagaimana Lucas dari tadi melihat sekeliling,
"Kamu benar-benar tahu apa yang aku cari. Ya, aku sedang mencari nya di mana dia?"
Teman Lucas itu terlihat menjadi gugup ketika ditanya.
"Awalnya dia ingin datang ke sini namun tiba-tiba ada urusan mendadak dan membatalkan nya,"
"Ya, ada urusan mendadak, aku juga tidak tahu padahal aku baru saja bilang padanya bahwa kamu juga akan datang ke sini,"
Ketika mendengar itu, ekpersi Lucas jelas segera berubah
Ya, Lucas tahu jika Eve sepertinya memang sengaja untuk menghindari dirinya dan tidak ingin bertemu dengan dirinya.
"Begitu mungkin dia memang sedang tidak memiliki waktu,"
Berikutnya, arena semua orang sudah berkumpul mereka mulai berjalan menaiki gunung, tentu dengan membawa berbagai macam barang untuk disumbangkan nanti.
Mereka semua berbagi tugas untuk membawa barang-barang itu masing-masing membawa sebuah Tas besar, yang berisi bahan makanan ada juga beberapa atas yang berisi pakaian hangat.
Adelia juga melihat bagaimana Tuan Muda itu, saat ini memiliki ekspresi yang sedih mungkin karena tidak bisa melihat orang yang disukainya.
Sayang sekali, Nona Eve tidak datang.
Saat Adelia hendak menghibur Tuan Mudanya itu, salah satu teman Lucas mendatagi Adelia dan mencoba untuk berbicara dengan,
__ADS_1
"Nona Adelia, apakah kamu butuh bantuan untuk membawa beberapa barang barang tas itu? Aku bisa membantumu membawanya beberapa,"
Adelia yang mendengar tawaran baik dari seseorang yang bernama Rio itu, segera menolak dengan sopan,
"Tidak perlu aku bisa membawa semuanya sendiri,"
"Sungguh, tidak apa-apa jika kamu membawa sedikit barang, kamu kan wanita, biarkan Aku saja yang melakukan nya,"
Lucas awalnya terlihat sedih memikirkan Eve menghindarinya itu.
Namun sekarang tatapannya menatap kearah belakang di mana Adelia bersama dengan Rio, mereka terlihat sedang berbicara akrab dan setelahnya ada beberapa pria lain juga yang mendatangi mereka sepertinya mereka berniat untuk memberikan bantuan kepada Adelia?
Lucas yang melihat bagaimana pelayannya itu menjadi begitu populer di kalangan pria entah kenapa memiliki perasaan yang rumit.
Hah, dirinya tidak mengira jika Adelia bisa menjadi begitu populer.
Sepertinya dia memiliki pengalaman cinta yang banyak mengingat dia begitu populer seperti itu.
Adelia jelas langsung melihat ke arah depan, dan tatapannya bertemu dengan Lucas.
Adelia tentu saja tidak tahu soal pemikiran Tuan Mudanya itu, hanya segera meninggalkan semua orang yang ada di sana dan langsung menuju ke arah Lucas.
"Apa yang kamu pikirkan? Tuan Muda tidak boleh terlalu sedih, soal Nona Eve,"
Lucas segera menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak, aku sedang tidak memikirkan itu,"
"Lalu apa yang Tuan Muda pikirkan?"
Lucas lalu menatap Adelia dengan seksama.
"Adelia, kamu itu ternyata sangat populer di kalangan para pria, hmm aku baru memperhatikan ini kalau kamu ternyata sangat cantik, apalagi kalau kamu memakai baju biasa seperti ini,"
Ya, Adelia biasanya mengenakan baju seorang pelayan atau baju seorang pengawal jarang dirinya memakai baju biasa seperti ini dan mengenakan rok seperti ini.
Bahkan ketika berkunjung ke panti, Adelia mengenakan baju yang biasa dipakai ketika bekerja dengan Lucas.
Dan alasan kenapa dirinya memakai pakaian biasa dan rok seperti ini, jelas untuk penyamaran.
Dan ketika di puji seperti itu oleh Lucas, wajah Adelia menjadi memerah karena merasa malu.
"Tuan Muda bisa saja, jangan terlalu berlebihaan, aku tidak secantik itu,"
Lucas lalu segera menahan Adelia lagi, dari atas kebawah, menatap Adelia, seseorang yang dirinya sangat kenal namun penampilan itu benar-benar baru untuk dilihat.
Adelia biasanya akan mengikat rambutnya namun kali ini melepas ikatannya.
Adelia juga memakai beberapa make up tipis, yang cocok dengan pakaian yang dia pakai.
Pemandangan yang membuat Lucas sedikit terkesima.
__ADS_1
"Tapi kamu sungguh sangat cantik, ini membuatku bertanya-tanya kenapa kamu belum memiliki pacar?"