
Mendengar pertanyaan Adelia itu, Lucas segera berkata lagi,
"Seperti apa yang aku katakan sebelumnya, Aku tidak melarang mu untuk menyukaiku ataupun mencintaiku namun... Aku tidak tahu apakah aku bisa membalas perasaanmu atau tidak, sejujurnya aku tidak tahu bagaimana untuk merespon perasaan mu,"
Adelia yang mendengar jawaban itu juga sedikit terteguh.
Sebenarnya, dirinya sudah memikirkan sebuah kemungkinan terburuk seperti bulan muda di depannya ini akan menolaknya dengan tegas atau malah bakal membenci dirinya, mulai menjaga jarak antara mereka.
Jadi jawaban yang diterimanya barusan sebenarnya cukup tidak terduga untuk Adelia.
Tuan Muda Lucas, tidak menolak dirinya ataupun menerima dirinya.
Namun jika dipikirkan lagi mungkin itu juga jawaban yang cukup bagus.
Mungkin Tuan Mudanya dak ingin memiliki hubungan sanggup padanya aja dimulai mempertimbangkan perasaannya?
Entahlah, Adelia juga tidak tahu tentang isi pikiran pria yang ada di hadapannya itu.
Dan Adelia juga merasa jawaban itu saja sudah cukup.
"Terimakasih Tuan Muda,"
Lucas yang mendengar ucapan terima kasih itu jujur tidak tahu lagi harus menanggapi seperti apa.
Setelahnya ada sebuah ke canggung diantara mereka.
Ketika ada suasana canggung itu, Lucas lalu menjadi ingat soal perbuatannya yang tidak senonoh pada Adelia semalam!!
Dirinya mencium Adelia!
Terlebih, sempat mengajak Adelia untuk tidur dengannya!
Untung saja, semalam dirinya menjadi cukup waras untuk tidak melakukan hal-hal yang berlebihan.
Jika sampai dirinya melakukannya...
Dan setelah mempertimbangkan perasaan Adelia, Lucas merasa tidakannya semalam benar-benar keterlaluan.
Apakah dirinya perlu minta maaf?
Namun, ketika Lucas menatap kearah gadis yang ada di sampingnya itu, sepertinya tidak ingin membicarakan lagi hal-hal soal kejadian semalam.
Akhirnya, tidak ada dari antara mereka yang membicarakan soal hal-hal semalam atau soal ciuman semalam.
Ketika Lucas memikirkan soal ciuman semalam, perasaannya menjadi begitu rumit.
Ya, ciuman semalam rasanya sangat menyenangkan, hampir membuatnya lupa diri, dan melupakan segala kesedihannya, yang membuat dirinya bahkan memiliki pemikiran yang sedikit lebih, hingga mengajak Adelia untuk....
Lucas tiba-tiba merasa malu dengan pikirannya sendiri, ini jelas karena kejadian sebelumnya, juga mimpi tidak senonoh sebelumnya.
Namun, ketika Lucas memikirkan tindakannya sendiri dan mimpinya, Lucas tiba-tiba merasa ragu.
Apakah di dalam hatinya, dirinya memang memiliki beberapa perasaan pada Adelia?
Namun ini Adelia...
Adelia bukan seperti itu untuknya...
__ADS_1
Dirinya tahu bagaimana rasanya jatuh cinta.
Dirinya sebelumnya bahkan jatuh cinta pada Eve, bahkan walaupun baru saja dikatakan harusnya sisa-sisa perasaan itu masih ada.
Semakin Lucas memikirkannya, semakin Lucas merasa pusing.
Adelia melihat ke arah pria yang ada di sampingnya itu yang dari tadi merubah ekspresinya dan memiliki wajah tidak bahagia.
"Ada apa Tuan Muda? Apa yang sedang anda pikirkan?"
Lucas yang ditanya itu, hanya segera menjawab secara refleks.
"Soal ciuman semalam..."
Lucas segera menutup mulutnya sendiri karena keceplosan.
Adelia merubah sedikit ekspresinya dan ketika mengingat kejadian semalam tiba-tiba merasa malu juga.
Adelia mencoba menenangkan pikiran, dirinya tahu Tuan Mudanya mungkin sangat terganggu dengan hal itu.
Jadi, Adelia mencoba menenangkannya,
"Itu mungkin hanya fungsi fisiologis normal, bagaimanapun juga Tuan Muda adalah seorang Pria, cukup wajar untuk memiliki keinginan semacam itu, ini hanya respon tubuh secara normal,"
Mendengar jawaban itu, Lucas menjadi terdiam juga, kita dipikirkan memang hal itu cukup masuk akal.
Mungkin karena dirinya selama ini tidak pernah berhubungan dengan gadis manapun, jadi tiba-tiba ada kejadian semacam itu, itu membangkitkan keinginan terdalam nya sebagai seorang Pria!
Ini adalah hal-hal yang normal?
Bukankah keinginan ini bisa menjadi hal-hal yang berbahaya?
Bagaimana jika karena keinginan terpendam ini, dirinya akan melakukan hal-hal semcam itu pada setiap gadis yang dirinya temui?
Tentu saja, Lucas tidak memiliki keinginan untuk hal itu.
Ya, jadi mungkin dengan beberapa ciuman sebentar, ini akan menurunkan keinginannya?
Apakah tidak apa-apa sekedar mencium Adelia?
Atau dirinya malah mengambil keuntungan dari perasaan Adelia?
Adelia melihat pria yang ada di sampingnya itu menjadi diam dan kembali berpikir serius.
"Tuan Muda, benar-benar tidak perlu merasa bersalah, lagipula jika aku tidak mau aku selalu bisa mendorong Tuan Muda, Akulah yang salah, karena memiliki keinginan semacam itu pada Tuan Muda, Akulah yang mengambil keuntungan pada Tuan Muda, dan terbawa suasana karena keinginanku sendiri, yang terlalu menyukai Tuan Muda, dan menikmatinya setiap hal yang Tuan Muda lakukan padaku, aku yang bersalah di sini jadi Tuan Muda tidak perlu merasa bersalah,"
Mendengar itu, sekali lagi, Lucas menjadi kaget.
Jadi, Adelia juga memiliki keinginan semacam itu pada dirinya?
Dan tiba-tiba terbesit dalam pikirannya.
"Lalu bolehkah, Aku menciummu lagi?"
Permintaan itu sungguh terlalu tiba-tiba.
Adelia tentu saja tidak menganggap lebih permintaan itu mungkin itu hanya sebuah keinginan fugsilogis Tuan Mudanya.
__ADS_1
"Ya, ini harusnya tidak apa-apa. Anggap saja kita berdua sama-sama mengambil keuntungan dari satu sama lain,"
Lucas, yang terlalu pusing memikirkannya hanya tidak mau lagi terlalu memikirkannya.
Entah kemana nanti arah hubungan mereka, namun melakukan hal-hal itu dengan Adelia bukan hal yang buruk?
Pagi itu, mereka sekali lagi terbawa suasana, dalam sebuah ciuman panas, namun hanya sebatas itu, tidak lebih dan tidak kurang.
####
Di salah satu ruangan, saat ini terlihat ada seorang Pria Tua, yang menatap foto yang ada di hadapannya.
Itu adalah foto tentang Lucas dan Pelayan Pribadinya itu saat berciuman, yang ternyata mereka sepertinya menjalin hubungan tertentu.
Pria tua itu adalah Kakek Lucas.
Hal-hal ini jelas tidak bisa di biarkan, Lucas itu seharusnya tidak berbuat seperti ini, dirinya memang sudah lama tidak suka dengan Pelayan Lucas itu, dan ternyata dia itu malah berani untuk menggoda Cucunya!
Hanya seorang anak yatim piatu biasa, namun dia memiliki keinginan yang begitu besar hingga menggoda Cucunya?
Tidak, ini jelas tidak bisa dibiarkan.
Kakek Lucas itu, segera menelepon Cucunya, dan memintanya untuk segera datang.
Dirinya jelas harus meminta penjelasan soal ini.
Dan dirinya jelas akan membuat Pelayan Lucas itu menyingkir dari kehidupan Lucas!
Pelayan itu, jelas tidak bisa merusak masa depan Cucunya itu.
Cucunya haruslah menikah dengan seseorang dari Keluarga Kaya Raya terpandang di Kota ini, agar bisa meningkatkan status Keluarga mereka saat ini.
Di luar pintu, Deminic yang sebelumnya memberikan foto itu kepada Kakeknya secara diametral jelas merasa senang.
Ya, rencananya setidaknya berhasil, mari sekarang lihat apa nanti huru-hara yang akan terjadi.
Namun jelas, tidak hanya sebatas ini rencananya.
Deminic lalu segera pergi dari sana dan bertemu dengan Ibunya yang sudah tidak sabar untuk mendengar kabar dari keterangan itu.
"Bagaimana?"
Deminic segera menjawab dengan tenang,
"Kakek marah seperti yang kita duga,"
"Itu bagus sekali, jadi mungkin kita bisa menjalankan rencana kedua, Pelayan itu benar-benar sangat mengganggu dalam rencana kita, coba saja tempo hari dia tidak perlu menyelamatkan Lucas itu, mungkin Lucas itu sudah tersingkir, hah aku sangat tidak suka dengan pelayan itu,"
"Mama benar, Pelayan itu sungguh sangat sombong dan menyebalkan,"
"Ya, dari sini kita harus membuat Kakek membenci Lucas, dan membongkar semua kartu yang Lucas miliki, sehingga dia bisa diusir atau di menyiapkan dari keluarga kita, seperti nasip Kakaknya Theo,"
"Mama benar, dan setelah itu aku akan menjadi Penguasa di Rumah ini," kata Deminic dengan senang.
"Tentu saja putra aku kamu adalah pewaris satu-satunya keluarga ini yang layak kita akan menyingkirkan semua hal yang menghalangi mu, dan soal Ayahmu, kamu tidak perlu terlalu memikirkannya dia pasti ada di pihak kita,"
"Tentu saja Mama,"
__ADS_1