Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 25: Perasaan Yang Rumit


__ADS_3

Hari-hari segera berlalu dalam sekejap, Lucas masih belum bisa menyelesaikan kesalahpahamannya dengan Ayahnya ataupun dengan Kakeknya.


Dirinya belum bisa menemukan cara untuk, membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah.


Dan sekarang, Lucas sedang memanggil anak buahnya, untuk menyelidiki kasus ini lebih dalam.


Juga, sedang membahas rencana yang akan dirinya miliki.


"Jadi, Bagaimana perkembangan dari rencana kita? Berapa banyak orang yang ada di pihak kita?"


Adelia, yang juga ada disana sebagai penengah dan pendengar, juga merasa penasaran dengan laju rencana Tuan Mudanya itu.


"Saat ini, kami sudah mengumpulkan orang-orang yang sebelumnya berada di pihak Tuan Muda Theo, Tuan Muda Theo memiliki banyak pengaruh lebih daripada yang kita kira, jadi lebih mudah untuk mengumpulkan orang-orang,"


"Itu bagus, tetap kumpulkan lebih banyak orang untuk beralih ke pihak kita, dan juga jangan sampai hal-hal ini bocor,"


Salah satu bawahan itu, segera berkata lagi dengan penuh keyakinan,


"Tentu saja Tuan Muda, anda tidak perlu khawatir. namun untuk benar-benar rencana ini bisa berjalan kita memang membutuhkan orang luar yang bisa dipercaya, seseorang yang memiliki banyak pengaruh, apakah Tuan Muda kenal dengan orang semacam itu?"


Lucas yang ditanya itu segera terdiam.


Tentu saja dirinya memiliki seseorang seperti itu.


Seseorang dari luar keluarga ini yang memiliki pengaruh, uang, dan kemampuan untuk bisa melawan Keluarga Liones.


Alfano Crown


Dia adalah salah satu temannya saat Kuliah.


Mereka, bisa dibilang memiliki hubungan yang tidak terlalu buruk, menurutnya sih, karena Alfano selalu menempel kemana-mana ketika mereka ada di sekolah yang sama.


Ini lebih seperti, orang-orang biasanya malas berteman dengan dirinya ini, karena sikapnya yang pendiam, juga karena Latar Belakang Keluarganya, juga rumor buruk tentang dirinya.


Namun, Alfano ini benar-benar tipe yang semaunya sendiri, dan satu-satunya yang mau berteman dengan dirinya.


Bisa di bilang juga, mereka adalah sahabat?


Setidaknya itu adalah anggapan dari Alfano itu.


Tentu saja, Lucas tidak benar-benar menganggap orang bermasalah itu sebagai temannya, apalagi sahabatnya.


Lucas memiliki ekpersi cukup rumit ketika memikirkan soal, Alfano Crown yang ternyata adalah orang yang Eve suka.


Lucas sudah memikirkannya belakangan ini, sebenarnya wajar jika Eve bisa menyukai Pria semacam Alfano ini.

__ADS_1


Alfano sebenarnya orang yang ceria dan sangat ramah, orang-orang banyak yang menyukai Tuan Muda itu karena sikapnya yang ramah.


Berbeda dari dirinya yang cukup suram.


Alfano ini adalah orang yang awalnya memaksanya untuk ikut komunitas itu dari awal, yang memperkenalkannya pada komunitas suka relawan.


Tapi, Alfano sendiri yang malah jarang datang karena begitu sibuk mengurus Perusahaan.


Ketika memikiran itu, Lucas merasa semakin tidak nyaman, jika membandingkan dirinya dan Alfano, jelas ini bukan hal yang baik untuk membandingkan dirinya dengan orang lain.


"Aku akan mengurus hal-hal itu nanti yang paling penting kamu kumpulkan saja orang-orang dari dalam, yang akan ada di pihak kita,"


"Tentu saja Tuan Muda,"


Setelah itu, Lucas segera pergi dari sana, bersama dengan Adelia.


"Sepertinya, rencana Tuan Muda berjalan dengan baik,"


"Ya, kamu benar, hanya Aku tidak pernah mengira jika reputasiku di depan Kakek dan Ayah, akan segera turun seperti ini aku benar-benar tidak waspada,"


Lucas keceplosan ketika membicarakan itu.


Adelia hanya tahu, jika Ayah Tuan Mudanya memang sempat marah soal Insiden penghianat yang kabur, namun Tuan Mudanya tidak pernah bercerita soal masalah yang dimilikinya dengan Kakeknya.


"Masalah yang Tuan Muda dan Kakek Tuan Muda?"


"Tidak, tidak. Itu bukan hal yang besar aku bisa mengatasinya sendiri,"


"Tapi mungkin saja aku bisa membantu Tuan Muda,"


"Adelia, kamu tidak perlu mengatur apapun soal aku dan kakek masalah yang sebenarnya hanya masalah Aku dan Ayahku,"


Adelia tentu tidak merasa curiga dengan itu, dan hanya menurut.


"Baik Tuan Muda,"


Lalu ada sebuah keheningan di situ, sampai telepon Lucas berbunyi.


Ini telepon dari Alfano itu.


Lucas tiba-tiba memiliki ekspresi rumit ketika, melihat si penelpon.


"Ya?"


Lucas menjawab dengan cukup singkat, Alfano seolah sudah menduga jawaban itu dia segera berkata dengan panjang,

__ADS_1


'Lucas, mari kita bertemu, beberapa orang-orang dari komunitas akan pergi Karaoke bersama, ini hanya beberapa orang dan pertemuan kecil,'


Mendengar ajakan itu, Lucas segera terdiam sedang memikirkan apakah ikut atau tidak, dirinya bisanya lebih suka menolak dari pada ikut, tapi...


'Lucas, kamu itu tidak bisa hanya menyendiri seperti itu dan terus saja bekerja sekali-sekali kamu itu juga harus bersenang-senang, benar ajak juga Adelia datang,'


Lucas yang mendengar nama pelayan pribadinya itu disebut-sebut, tiba-tiba merasa tidak nyaman.


Ya, Lucas cukup tahu, jika Alfano ini memang kenal dengan Adelia, bahkan jika dirinya memikirkan lagi, mereka cukup dekat?


Dirinya ingat, sebelumnya ketika mereka masih satu kampus, dan dirinya memperkenalkan Adelia padanya, Alfano terlihat sangat antusias.


Setelah itu, Alfano kadang-kadang akan bertanya padanya soal, Adelia.


Dirinya awalnya tidak terlalu memikirkan hal itu.


Namun sekarang ketika memikirkannya, kenapa dirinya malah kesal?


Dirinya tidak suka bagaimana cara Alfano, ingin tahu soal Adelia.


Huh, apalagi setelah Alfano ini malah mengambil Eve dari dirinya!


Dan sekarang, dia mendekati Adelia?


'Hey? Lucas? Kamu tidak mendengarku? Ajak Adelia, Aku cukup merindukannya karena kami jarang bertemu,'


"Aku akan datang tapi aku tidak akan mengajaknya,"


'Kenapa kamu begitu pelit? Kamu biasanya juga mengajaknya kan?'


Lucas juga merasa jika dirinya ini tiba-tiba aneh.


Kenapa pula dirinya merasa terganggu, ketika Alfano menanyakan soal Adelia?


Kenapa dirinya merasa tidak nyamanan melihat Adelia bangun jika bertemu Alfano, akan akrab dengan Alfano?


Biasanya tidak apa-apa.


Hanya...


Sejak dirinya tahu, bahwa Adelia memiliki perasaan padanya...


Juga, sejak Insiden sebelumnya...


Segalanya soal Adelia menjadi aneh.

__ADS_1


Perasaan ini sungguh rumit, dirinya tidak mengerti.


__ADS_2