
Hari segera berlalu dalam sekejap mata, saat ini Adelia sedang bersiap-siap untuk menemani Tuan Mudanya dalam pertemuan Komunitas.
Teman-teman Tuan Mudanya di Komunitas bilang, mereka khawatir dengan keadaan Adelia, jadi mereka ingin pergi dan menjenguk Adelia.
Tapi, Adelia saat ini benar-benar sembuh, jadi Adelia menyarankan untuk sekedar melakukan pertemuan saja di suatu tempat.
Dan begitulah, acara itu akhirnya akan dilaksanakan siang ini di akhir pekan.
Makam siang bersama di salah satu Restoran, sekedar berdiskusi dan berbicara santai semacam pertemuan komunitas biasa.
Adelia sekarang memilih memakai sebuah gaun terusan selutut, terlihat sangat feminim.
Adelia jarang memakai baju-baju seperti ini namun karena ini demi penyamaran dirinya mau tidak mau harus memakainya.
Baju ini kebetulan di belikan oleh Tuan Mudanya tempo hari, dirinya sempat terkejut karena dibelikan Hadiah tiba-tiba itu karena ternyata akan ada pertemuan hari ini.
Adelia segera keluar dari kamarnya, Namun ternyata Tuan Mudanya itu sudah menunggunya di luar.
Lucas awalya duduk di kursi dekat lorong, Lucas sempat menjadi terpesona ketika melihat Adelia memakai gaun casual itu.
Terlihat manis dan cukup cantik, sangat cocok dengan Adelia.
Adelia yang ditatap dari tadi itu jelas merasa cukup malu dan mulai bertanya,
"Apakah baju ini aneh?"
"Itu sangat cantik sangat cocok untukmu,"
Lucas mengatakannya dengan jujur sesuatu yang dia pikirkan saat itu.
Adelia segera memiliki ekspresi memerah karena malu.
Namun adegan itu tidak berlangsung lama karena mereka harus buru-buru pergi ke restoran tempat pertemuan komunitas.
Ketika Adelia sampai disana, semua orang segera menyapanya dengan akrab.
Kemudian, tatapan Adelia menatap kearah Tuan Mudanya, yang saat ini terlihat sedang memiliki ekspresi bahagia ketika melihat kearah sesuatu.
Tatapan Adelia segera menuju ke arah sesuatu yang ditatap oleh Tuan Mudanya.
Disana saat ini terlihat seorang gadis cantik yang mengenakan sebuah gaun santai berwarna biru muda kombinasi putih, sedang tersenyum dan tertawa asik bersama dengan beberapa teman-temannya.
Secantik Bunga Lily.
Dia adalah Eve Letizia Amory.
Gadis yang Tuan Mudanya sukai, Adelia masih merasa tidak nyaman dengan ini namun dirinya mencoba untuk menerimanya.
Adelia segera mendatagi Tuan Mudanya itu dan berkata,
__ADS_1
"Kenapa Tuan Muda tidak kesana? Tuan Muda bisa mulai menawarkan beberapa miniman,"
Lucas lalu menatap ke arah beberapa jus yang ada di hadapannya.
Lucas lalu teringat minuman kesukaan Eve, itu adalah Jus Jambu.
Melihat ada satu disana, Lucas segera membawa hal itu dan menawarkannya pada Eve.
Eve yang awalnya tersenyum itu jelas wajahnya berubah menjadi pucat saat menatap Lucas.
Apalagi saat melihat jus jambu yang ada di tangannya.
Itu memang Jus Jambu favoritnya!
Namun bagaimana Lucas tahu?
Eve jelas merasa tidak nyaman dengan ini Namun karena saat ini ada di depan semua orang, Eve menerima mimuman itu.
"Terimakasih, Lucas,"
Lucas jelas merasa sangat senang, karena Eve mau menerima pemberiannya.
Lalu apakah Eve juga menyukai bunga yang dirinya kirimkan?
Sayangnya harapan hanyalah sebuah harapan.
Lucas yang ingin diajak berbicara berdua itu jelas saja merasa sangat senang.
Tepat ketika mereka tiba di lorong yang tidak terlalu ramai namun juga tidak begituitu sepi, Eve segera berkata,
"Lucas, Aku mau kamu menghentikan semuanya,"
Lucas yang mendengar kata-kata gadis di hadapannya jelas tidak mengerti.
"Apa maksudmu?"
"Hal-hal yang kamu berikan padaku, atau soal kamu yang mencoba mendekatiku, aku ingin kamu menghentikan semuanya,"
Kata-kata itu jelas begitu tiba-tiba, sampai Lucas tidak tahu harus merespon seperti apa.
"Tapi... Aku hanya ingin dekat denganmu,"
Lucas tidak tahu, apakah ini saat yang baik untuk mengakui perasaannya?
Eve sendiri awalnya cukup gugup, dirinya jelas tidak bisa mengungkapkan jika dirinya tahu soal hal-hal mengerikan yang pernah dilihatnya.
"Aku... Aku memiliki seseorang yang Aku sukai, jadi aku harap kamu berhenti untuk mendekati ku,"
Lucas tampak merasa kaget dan tidak bisa percaya.
__ADS_1
"Tidak! Kamu pasti berbohong bukan? Aku pikir kamu tidak memiliki seorang kekasih,"
"Sungguh, Lucas aku memiliki seseorang yang aku sukai aku hanya tidak ingin membuat dia nanti menjadi salah paham,"
"Salah paham apa? Kamu jelas hanya berbohong padaku, jika itu memang nyata siapa orang yang kamu sukai?"
Eve jelas saja hanya membuat-buat alasan ini.
Dan segera tahapan tertuju pada seorang Pria yang baru saja memasuki restoran.
Itu adalah salah satu anggota Komunitas juga, namun dia sangat jarang datang pada acara pertemuan.
Eve jelas sekali, tidak bisa sembarangan ketika menyebut seseorang yang dirinya sukai.
Walaupun ini hanya mengarang cerita, takut-takut nanti malah akan menjadi korban dari pria yang ada di depannya itu.
Alfano Crown, merupakan Tuan Muda pertama dari Keluarga Konglomerat Kaya Raya, yang seharusnya bukanlah seseorang yang cukup mudah untuk di singgung oleh Pria yang ada di depannya ini.
"Alfano, aku menyukai dia. Jadi berhentilah kamu mencoba untuk mendekati ku ataupun mengirim hadiah pada kuku benar-benar tidak menyukai itu, Aku juga benci di mana kamu mau mata-mata ikut diam-diam, kamu itu benar-benar sangat menyebalkan dan menggangguku membuatku tidak nyaman setiap kali aku melihatmu, Jadi aku harap kamu tidak pernah muncul lagi di hadapanku,"
Kata-kata itu terdengar begitu dingin dan tanpa hati.
Setelah mengatakan itu, Eve segera pergi dari sana kembali ke ruangan pertemuan, meninggalkan Lucas yang saat ini terdiam penuh dengan rasa putus asa.
Lucas bahkan baru saja ingin mengungkapkan perasaannya namun bahkan sebelum dirinya sempat mengatakan perasaannya dirinya malah sudah ditolak terlebih dahulu.
Adelia awalnya jelas penasaran tentang apa yang mereka berdua bicarakan jadi diam-diam dirinya mengikuti mereka berdua.
Mana tahu, yang dirinya lihat adalah tentang bagaimana Tuan Mudanya ditolak?
Dan Adelia melihat bagaimana wajah tuhanmu banyak saat ini sangat hancur.
Ketika sampai di ujung lorong, Eve bertemu dengan Adelia.
Adelia mendengar semua kata-kata dari gadis yang ada di depannya itu tiba-tiba merasa marah.
"Kamu! Kamu itu benar-benar menyakiti Tuan Muda Lucas dengan kata-katamu,"
Eve menatap Adelia dengan ekspresi tidak suka.
"Apakah itu ada urusannya denganmu? Aku hanya tidak suka saja Lucas yang menyebalkan itu, seorang Stalker dari Keluarga Jahat, kamu harusnya juga tahu soal latar belakang keluarganya,"
Adelia yang mendengar itu cukup terkejut bahwa Eve ternyata memang tahu sukma latar belakang dari Tuan Mudanya itu.
"Bahan walaupun dia berasal dari keluarga semacam itu, setidaknya kamu tidak boleh memperlakukan nya begitu jahat seperti itu, dia tidak seperti yang kamu kira, Tuan Muda Lucas sebenarnya adalah seseorang yang sangat baik dan perhatian, hanya saja dia tidak terlalu bisa dan tahu cara untuk memberikan dan mengungkapkan kasih sayangnya itu, kamu adalah Cinta Pertamanya!"
Eve merasa ucapan gadis yang ada di hadapannya barusan tidak masuk akal.
"Apa? Kenapa kamu begitu membelanya? Seolah-olah kamu begitu tahu segalanya soal dia? Ini terlihat seperti kamu sangat menyukai Lucas, cinta memang begitu kenapa kamu tidak bersamanya saja? Sungguh tidak masuk akal!"
__ADS_1