
Adelia yang tiba-tiba menampar Lucas itu, jelas saja sekarang merasa malu sekali kok merasa bersalah.
Dirinya benar-benar melakukannya secara refleks, karena jarak Tuan Mudanya menjadi terlalu dekat dengan dirinya.
Belum lagi, dengan sentuhan tiba-tiba itu, yang rasanya hampir membuat detak jantungnya yang sudah keras ini menjadi terasa ingin meledak.
Ya, memang benar kartika berada dalam jarak dekat dengan pria yang kamu sukai, pasti akan menjadi salah tingkah sendiri, namun untuk tiba-tiba menampar...
"Tuan Muda... Sungguh aku benar-benar tidak sengaja aku benar-benar minta maaf!" Kata Adelia sambil menunduk pada Lucas, terlihat sekali rasa bersalah di sana.
Lucas yang melihat itu, hanya segera berkata dengan santai,
"Sudahlah kamu tidak perlu terlalu memikirkannya, mungkin Aku terlalu mengejutkan, aku hanya sedikit khawatir aku pikir kamu demam karena wajahmu sedikit merah,"
Adelia yang merasa jika dirinya tidak bisa menyembunyikan ekspresi dan emosinya itu, segera mencoba mencari alasan,
"Jelas ini semua karena cuaca sangat panas, tidakkah Tuan Muda merasa begitu?"
Lucas, lu menatap kearah sekitar yang memang saat ini sangat panas apalagi berada di luar seperti ini di mana matahari sangat terik.
Apalagi dirinya biasa berada di ruangan AC.
"Kamu benar di sini sekarang sangat panas, bagaimana kalau kita masuk saja ke Panti? Dan mulai bermain dengan anak-anak di sana,"
Adelia setidaknya merasa lega jika Tuan Mudanya tidak lagi bertanya soal hal hal itu dan percaya dengan jawabannya.
Setelahnya, mereka segera menghampiri anak-anak yang menjaganya masuk.
"Woah! Kakak Tampan Kekasih Kak Adelia datang!" Kata salah satu gadis kecil bernama Mia, terlihat sangat bersemangat.
Lucas yang mendengar itu jelas merasa cukup terkejut lalu segera menatap ke arah Adelia.
Adelia segera menggelengkan kepalanya dan mendatangi Mia.
"Astaga, Mia kamu jangan bicara aneh-aneh, Aku dan Kakak Tampan ini tidak memiliki hubungan semacam itu?"
Gadis kecil itu segera menatap kearah Lucas dan segera berkata,
"Benarkah? Bukankah itu artinya aku memiliki sebuah kesempatan, untuk bersama Kakak Tampan ini?"
Itt hanyalah kata-kata gadis kecil, yang mungkin terpesona dengan wajah tampan Lucas, ya sebagai seorang gadis kecil, iya tidak benar-benar mengerti tentang apa yang dikatakannya, atau terlalu memikirkan apa yang dikatakannya.
"Mia, kamu itu jangan bicara yang aneh-aneh kamu masih lah anak-anak berumur tujuh tahun!"
__ADS_1
"Ya kan, nanti jika Mia sudah besar!"
Lucas yang mendengar lelucon itu hanya sekedar tertawa dan mengelus rambut bocah kecil itu, sambil berkata,
"Hmm, Kakak Tampan ini sudah memiliki Kekasih,"
"Eh?? Tapi tadi kata Kak Adelia...."
Lucas segera sedikit mengetikkan matanya dan merangkul Adelia.
"Kakak Adelia hanya sedikit merasa malu, benar bukan Adelia?"
Adelia yang tiba-tiba dirangkul itu, jelas merasa kaget.
Namun melihat kedipan mata Tuan Mudanya itu, Adelia jelas tahu bahwa itu mungkin hanya sebuah lelucon untuk menenangkan anak-anak itu, agar tidak mulai memikiran hal-hal semacam itu.
Yah, dengan penampilannya yang seperti itu, yang bahkan membuat seorang gadis kecil menjadi terpesona.
Apalagi dirinya?
Astaga, dan sekarang ketika mereka berada dalam jarak gini, Adelia bisa mencium aroma wangi dan maskulin khas dari tubuh Lucas.
Aroma yang seolah memberikan rasa candu ketika menghirupnya.
Hah, jika bersama dengan dirinya Tuan Mudanya ini memang bisa begitu bebas, adang bisa melakukan hal-hal semacam ini sesuatu yang tidak pernah dirinya kira.
Jadi bagaimana dirinya tidak jatuh cinta?
Mereka sudah bersama selama dua belas tahun.
Banyak hal yang terjadi dalam waktu ini, berdirinya lebih memahami dan lebih mengerti Tuan Mudanya.
"Sudahlah, kenapa kita tidak melanjutkan membagikan hadiah?" Kata Adelia mencoba untuk mengalihkan pembicaraan juga segera melepaskan rangkuman Lucas.
Lucas yang mendengar itu, lalu segera teringat sesuatu.
"Ah benar, Aku sampai lupa jika aku membawa permen untuk kalian semua, sebentar, Aku akan mengambilnya,"
Lucas segera keluar dari sana, dan kembali menuju mobilnya.
Adelia yang melihat akhirnya Tuan Mudanya itu pergi, akhirnya merasa lega.
"Cie, Cie... Kak Adelia memiliki seorang kekasih! Aku harus memberi tahu ini kepada Ibunda!" Kata Mia lagi, terlihat didukung oleh anak-anak lainnya.
__ADS_1
Adelia di bingung sekarang tentang bagaimana menjelaskannya.
Lalu sebuah ide muncul,
"Ini adalah rahasia arah Aku dan kalian? Apakah kalian mau untuk merahasiakan hubungan Kak Adelia dan Kakak Tampan itu?"
Beberapa anak itu, segera saling tatap satu sama lain dan mengganggu.
"Tentu saja! Ini adalah rahasia antara kita!"
Mereka lalu segera tertawa.
Lucas sediri, akhirnya datang membawa satu kantong permen dan coklat,
"Tadi aku buru-buru ke sini jadi aku hanya sempat pergi ke Toko serba ada dan membeli semua ini,"
Anak-anak itu, mulai melihat kantong belanja itu, yang berisi aneka macam permen dan coklat.
Anak-anak selalu menyukai sesuatu yang manis seperti itu.
"Kakak Tampan baik! Jelas kami sudah sangat menyukainya dengan semua ini saja!"
Lucas yang mendengar itu, segera mulai membagikan isi kantong itu pada anak-anak.
Lucas ketika bersama dengan anak-anak itu, terlihat tersenyum ceria, dan anak-anak sangat menyukainya.
Adelia dari samping menatap ke arah Tuan Mudanya itu.
Ya, ini adalah bagian dari sisi Tuan Mudanya yang hanya bisa dilihat oleh beberapa orang.
Sisi lembut dan baik hati ini...
Benar-benar bertolak belakang dengan Imagenya di depan Publik.
Namun, itulah pesona paling tidak tertahankan darinya.
Ya, kelembutan yang mengisi hatinya yang kosong selama ini ketika berada di Rumah Keluarga Liones.
Terkadang cinta tidak untuk begitu banyak alasan yang rumit, hanya sesuatu yang paling sederhana sekali bisa melihat seseorang jatuh cinta.
Namun Adelia memikirkan itu juga mungkin alasan kenapa Tuan Mudanya juga jatuh cinta?
Dirinya sangat diri dengan Nona Eve ini...
__ADS_1
Sangat sayang sekali dirinya dan Nona Eve terlalu jauh berbeda jika dibandingkan.