Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 34: Sebuah Niat


__ADS_3

Lucas yang mendengar kata-kata dari Kakaknya itu jelas menjadi cukup terkejut.


Dirinya memiliki perasaan pada Adelia?


Bagaimana hal ini bisa terjadi?


Lucas sediri, merasa belum lama sejak dirinya di campakkan oleh Eve.


Hanya...


hal-hal terjadi begitu banyak antara dirinya dan Adelia...


Semuanya berjalan dengan cukup cepat hingga membuat dirinya merasa cukup canggung jika memikirkan hubungan yang mereka miliki.


Perasaan cemburu yang dirinya miliki ketika Adelia bersama dengan pria lain...


Apakah memang tanpa sadar selama ini dirinya sudah jatuh hati ada Gadis itu?


"Lucas? Kamu tidak sadar bukan dengan perasaanmu? Hah, kamu itu memang selalu kurang peka aku merasa kasihan dengan Adelia, yang selama ini selalu memberikan perhatian lebih padamu namun kamu tidak pernah memperhatikan perasaan yang dia miliki bukan?"


Lucas segera tersadar dari lamunannya berkat kata-kata kakaknya itu namun sekarang dirinya menjadi bingung harus berkata apa.


"Lucas, kamu ini masih binggung? Bagaimana misalnya, Adelia tiba-tiba di dekati oleh Pria lain, lalu Adelia mulai melupakan perasaan yang dia miliki padamu?"


"Tidak, hal-hal seperti itu tidak bisa,"


Theo yang mendengar kata-kata adiknya itu segera tersenyum, dan berkata,


"Maka segeralah bergerak cepat sebelum dia diambil orang,"


Lucas terlalu banyak berpikir namun akhirnya menyadari tentang perasaan yang dirinya miliki mungkin perasaannya pada Adelia, sudah berkembang dari rasa sebagai bawahan dan teman yang bisa dipercaya, menjadi sesuatu yang lain seperti cinta.


Cinta, di mana dirinya ingin memonopoli Adelia.


"Kakak benar, Aku rasa... Aku harus bertindak cepat.."


"Sana, pergilah dulu nyatakan Perasaanmu padanya, jangan khawatirkan Aku, aku baik-baik saja sekarang tinggal rehabilitasi dan kamu juga bisa menyuruh para pengawal setiamu untuk menjagaku di luar kamar,"


Lucas yang mendengar kata-kata Kakaknya itu, segera pergi dari sana.


Itu benar, dirinya ingin mengatakan cintanya ini pada Adelia.


Adelia jelas tidak bisa bersama dengan Pria lain, termasuk Alfano.


Dirinya tahu, Mungkin sedikit bahaya untuk membiarkan Adelia berada di sisinya...

__ADS_1


Namun dirinya akan memastikan bahwa dirinya bisa menyingkirkan semua bahaya yang ada sehingga, Adelia aman...


Lucas yang akhirnya tahu tentang perasaan yang dimilikinya itu entah kenapa begitu gembira dan ingin segera memberitahu Adelia.


Lucas menyadari sikapnya selama ini yang, mengabaikan cinta Adelia..


Adelia bahkan tidak marah padanya tentang semua yang terjadi...


Dengan semua kebaikan itu bagaimana bisa dirinya mempermainkan hati dan menggantung perasaan Adelia?


Lucas ingat, bagaimana dirinya bilang pada Adelia, bahwa Adelia boleh mencintai dirinya...


Namun dirinya tidak pernah memberikan kejelasan pada Gadis itu soal perasaan yang dirinya miliki bahkan sampai detik ini.


Sebetulnya itu hal-hal yang sangat menyebalkan untuk perasaan di gantung seperti itu.


Lucas yang memikirkan tindakannya di masa lalu merasa sangat bodoh.


Hanya...


Dirinya tahu rasanya sakit hati Namun Kenapa dirinya malah menggantung perasaan orang seperti itu?


Akhhh...


Lucas yang saat ini sedang di dalam mobil itu segera memukul-mukul kepalanya sendiri memikirkan tindakan bodohnya di masa lalu.


Dirinya tidak bisa datang dengan tangan kosong.


Akhirnya, Lucas memutuskan untuk mencoba mencari hadiah untuk Adelia.


Namun sayangnya ketika perjalanan itu terjadi, sopir yang menyupir mobil Lucas segera menunjukkan wajah panik.


"Tuan Muda, sepertinya ada sebuah mobil yang mengejar mobil kita,"


Lucas yang mendengar kata-kata itu segera menunjukkan ekspresi kemarahan.


Apa?


Di saat seperti ini?


Kenapa pula orang-orang sampah itu harus muncul di saat penting seperti ini?


Apakah kedatangan mereka tidak bisa ditunda saja?


"Pak Supir, cepat percepat mobil ini dan mencoba untuk lepas dari kejaran mereka,"

__ADS_1


Lucas merasa cukup ceroboh sekarang karena saat ini dirinya hanya didampingi oleh sopir, ya itu karena dirinya buru-buru ingin menemui Adelia, dan menyuruh pada Pengawalnya untuk menjaga Kakaknya baik-baik, karena keselamatan Kakaknya yang paling penting.


Siapa yang tahu jika musuh akan menyerang Kakaknya setelah tahu jika Kakaknya sudah sadar?


Lucas ingat, sebelum kakaknya terlibat dalam sebuah kecelakaan, Kakaknya sempat terlibat dalam bisnis Keluarga, dan sepertinya sempat menemukan bukti-bukti penting yang mencurigakan.


Namun sebelum semua itu bisa dikatakan Dan disampaikan dengan baik kakaknya malah terlibat kecelakaan.


Jadi hal-hal mencurigakan itu, hilang bersama dengan kecelakaan Kakaknya.


Ya, Kakaknya memiliki banyak bukti tentang kekotoran Keluarga Liones.


Dan sekarang, yang para musuh incer ternyata adalah dirinya.


Lucas sejujurnya cukup gugup saat berada di dalam mobil.


DUAKKK DUAKKK


Suara mobil bergesekan segera didengar.


Mobil yang Lucas tumpangi, di desak oleh salah satu mobil yang mengikuti mobil Lucas.


"Pak! Tolong percepat sedikit mobilnya!"


"Maaf Tuan Muda ini akan sulit dikendalikan jika kita mempercepatnya apalagi kondisi jalan yang seperti ini takutnya malah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,"


"Pokoknya coba cari cara!"


Lucas lalu segera mengambil ke arah ponselnya untuk menghubungi anak buahnya yang lain untuk meminta pertolongan.


"Tuan Muda Lucas!! Ternyata di depan ada yang menghadang kita!"


Lucas melihat di depan ada sebuah mobil hitam, yang berada di tengah jalan seolah-olah mencoba mencegah mobilnya untuk melewati jalan ini.


Ekspresi Lucas segera menjadi buruk.


"Serempet saja mobil itu!"


"Ini mungkin sedikit berbahaya,"


"Tidak apa-apa berbahaya daripada kita tertangkap ini lebih berbahaya, lebih baik untuk mencoba mengulur waktu sebanyak mungkin, sampai bawahanku datang,"


"Baik Tuan Muda, Saya akan berusaha semaksimal mungkin,"


Kecemasan Lucas segera bertambah.

__ADS_1


Sial, baru dirinya ingin menyatakan perasaannya namun malah ada inti dan semacam ini.


Kenapa seolah-olah dunia tidak bisa membuat hidupnya tenang?


__ADS_2