Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 12: Sebuah Insiden


__ADS_3

Ekpersi Adelia menjadi memerah karena merasa cukup malu setelah mendengar pujian dari Tuan Mudanya itu, Adelia segera memalingkan wajahnya untuk memastikan Tuan mudanya itu tidak melihat ekspresinya sekarang yang mungkin akan sangat terlihat sekali.


Adelia mencoba untuk menenangkan dirinya sendiri lalu segera mengalihkan pembicaraan.


"Aku tidak memiliki waktu untuk memikirkan soal Berpacaran. Sudahlah Tuan Muda, Lihat yang lainnya sudah mulai Jalan Mari kita segera cepat cepat naik,"


Lucas tidak lagi segera bertanya dan segera melanjutkan perjalanan untuk naik menuju ke tempat pengungsian.


Dan seperti yang mereka berdua kira tempat pengungsian itu saat ini dalam keadaan yang cukup mengkhawatirkan.


Ada sebuah tenda-tenda yang dibuat secara darurat dan asal-asalan di sana sedangkan para pengungsi ada di dalam tenda yang beralaskan hanya dengan tikar bahkan tidak cukup selimut.


"Sepertinya ini lebih mengkhawatirkan daripada yang kita kira mungkin kedepannya kita akan mengirim lebih banyak bantuan," kata Ketua Komunitas.


Lucas yang mendengar itu juga cukup setuju nanti dirinya akan ikut memberikan donasi lebih banyak juga.


"Ya, baik Mari sekarang kita memberikan saja hal-hal yang kita bawa,"


Setelahnya, mereka segera mulai berpencar dan memberikan bantuan mereka kepada ketua posko pengungsian, berniat ingin langsung membagikan mereka.


Namun ketika mereka sampai ke posko, para sukarelawan yang lainnya saat ini memiliki wajah yang cemas terlihat sedang sibuk dan kekurangan orang.


"Kabarnya, masih ada orang-orang yang ada di tempat longsor belum ditemukan, saat ini kami kurang tenaga untuk mencari beberapa orang di sana,"


Rio, segera menatap kearah Lucas, mencoba memikirkan Apakah mereka sebaiknya ikut berpartisipasi?


"Ya, Mari kita ikut saja berpartisipasi mencari korban-korban yang terluka," kata Lucas.


"Kamu benar, akan lebih baik jika kita bisa membantu lebih banyak orang. Nanti biar yang Pria yang pergi dan yang wanita, membantu saja di posko," kata Rio lagi, lalu mulai mencoba mengkoordinasikan teman-temannya yang lain untuk membuat beberapa tim.


Lucas kebetulan memiliki Tim nya sendiri dengan Rio disana dan para Bodyguardnya.


Adelia yang melihat Tuan mudanya itu pergi jelas segera mengikuti tim mereka.


"Tuan..."


Adelia hampir saja salah untuk memanggil Tuan Mudanya seperti ini, jadinya ingat jika saat ini dirinya sedang melakukan penyamaran jadi Tentu saja tidak bisa memanggil Tuan Mudanya dengan panggilan Tuan Muda.


Namun rasanya juga cukup aneh untuk memanggilnya dengan namanya sendiri.


"Lucas, Aku juga ingin ikut denganmu,"


Lucas yang mendengar namanya dipanggil secara langsung tanpa embel-embel itu oleh Adelia, merasa cukup terkejut juga.

__ADS_1


Lagi pula ini memang pertama kalinya, Adelia memanggil namanya seperti itu.


Ini terasa cukup aneh, namun cukup menyenangkan juga untuk dipanggil dan disebut dengan namanya sendiri seperti ini oleh Adelia.


"Kamu menunggu disini saja bersama yang lain," kata Lucas.


Rio yang ada di sana juga segera setuju dengan yang dikatakan Lucas.


"Itu benar, Nona Adelia sebaiknya di sini saja membantu orang-orang di posko di sini juga masih membutuhkan bantuan,"


Adelia segera menatap kearah Lucas, seolah memberikan sebuah kode.


Lucas jelas mengerti dengan kode yang diberikan oleh Adelia.


Ya, Adelia jelas menjadi keras kepala jika dia harus mengikuti dirinya sebagai Pelayannya, entah kamanapun itu.


"Tapi, Aku juga ingin membantu di sana aku sedikit tidak begitu nyaman di sini karena tidak memiliki orang-orang yang aku kenal," kata Adelia mencoba mencari alasan yang cukup masuk akal.


Lucas terdiam sebentar dan memikirkan itu sepertinya memang tidak ada cara untuk mencegah gadis keras kepala itu.


"Baiklah, biarkan saja Adelia untuk ikut," kata Lucas lagi.


"Tapi, di sana itu berbahaya," kata Rio terlihat tidak setuju.


Adelia lalu segera berkata lagi dengan penuh keyakinan,


Rio lalu menatap Adelia yang terlihat sangat yakin itu dan akhirnya memberikan persetujuan untuk Adelia ikut.


Dan begitulah rencana mereka, kemudian mereka segera pergi ke tempat daerah yang longsor untuk mencari korban lain yang mungkin masih selamat.


Tempat itu, memang dekat dengan sungai, jadi wajah jika longsor terjadi.


Adelia terus mengikuti Lucas dengan waspada.


Lucas terlihat begitu serius ketika melakukan tugas sukarelawan ini.


Sikap ini, adalah yang paling Adelia suka.


Namum sayangnya rombongan itu tidak menyadari jika mereka ternyata diikuti diam-diam oleh segerombolan orang mencurigakan.


Sampai ketika rombongan Lucas tiba di dekat sungai, rombongan mencurigakan itu mulai mendekat.


Mereka langsung menyerang rombongan Lucas.

__ADS_1


Beberapa orang-orang yang tidak tahu apa-apa jelas menjadi panik termasuk, Rio.


"Sial, siapa orang-orang itu?" Kata Rio panik.


"Aku juga tidak tahu yang jelas sebaiknya kita harus hati-hati," kata Lucas.


Sedangkan para Bodyguardnya Lucas, siap sedia untuk melindungi tuan muda mereka itu begitu pula dengan Adelia.


Ya, Adelia Sebenarnya cukup hebat dalam berkelahi lagi pula dia sudah mengikuti berbagai pelatihan sebagai seorang pelayan profesional keluarga semacam itu tentu saja diajari cara membela diri seperti ini.


Lucas, tentu saja dia juga sangat hebat berkelahi Tidak perlu diragukan lagi.


Lucas melawan salah satu pria bertopeng itu.


Lucas sebenarnya merasa cukup heran kenapa ada mereka disini?


Dirinya jelas paham yang diincar di sini adalah dirinya sendiri.


Kali ini, dirinya pasti akan bisa menangkap orang-orang itu untuk mencari dalang di balik semua ini yang mungkin juga ada kaitannya dengan Kecelakaan yang dialami kakaknya.


Walaupun dirinya memiliki kecurigaan siapa dibaliknya, namun Keluarga Liones sejujurnya memang memiliki banyak musuh jadi selama dirinya tidak memiliki bukti yang valid dirinya benar-benar tidak bisa menuduh orang lain secara sembarangan atau malah itu akan membuat masalah baru.


Pertarungan itu berlangsung cukup sengit, sampai Lucas terdorong di tepi sungai, sudah sangat dekat ke Sungai, lawannya itu sepertinya memang sengaja memancing Lucas agak dekat ke sungai.


Targetnya sudah jelas sekali.


Saat itu, Lucas menjadi cukup ceroboh, dan dirinya hampir tergelincir Itu semua membuat lawan mengambil kesempatan itu mencoba mendorong Lucas.


Lucas jelas merasa jika dirinya benar-benar dalam situasi yang tidak menguntungkan.


Jika dirinya masuk ke sungai ini jelas ini akan menjadi hal yang sangat buruk.


Ketika hal itu terjadi, Adelia dengan sigap menolong Tuan Mudanya itu, mendorong Tuan Mudanya jauh-jauh dari tepi sungai.


"Tidak!! Tidka Adelia!!"


Hal ini membuat Adelia yang ada di tepi sungai itu, malah terdorong oleh musuh, hingga dia tergelincir jatuh ke sungai dan hanyut.


"Adelia! Tidak! Adelia!! kamu harus bertahan aku pasti akan menyelamatkanmu!!"


Adelia yang terjatuh itu merasakan tubuhnya terasa sakit dan terasa dingin ketika dirinya mulai memasuki sungai yang memiliki arus deras.


Lagipula bencana longsor yang ada di sini itu jelas karena hujan jadi Sungai jelas menjadi penuh, dan memiliki arus yang sangat deras.

__ADS_1


Adelia sedikit bisa berenang namun dengan arus sebesar ini sangat sulit untuk mencoba pergi ke tepian.


Namun tidak apa-apa, yang paling penting Tuan Mudanya selamat.


__ADS_2