Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 36: Satu Langkah ke Depan


__ADS_3

Itu adalah hari yang paling indah untuk Adelia, setelah dirinya baru saja mendapatkan pengakuan cinta dari Tuan Mudanya, Lucas yang selama ini hanya bisa dirinya Kagumi dan cintai dari jauh.


Hal-hal yang tidak pernah dirinya kira untuk Tuan Mudanya bisa membalas perasaannya itu.


Mungkin karena saking gembiranya Adelia mulai menangis.


Lucas yang baru saja melepaskan pelukannya dari gadis itu, jelas merasa kaget ketika melihat wajah Adelia yang saat ini penuh dengan air mata.


"Adelia? Ada apa denganmu kenapa kamu malah menangis? Apakah ada hal yang salah telah aku lakukan?"


Adelia lalu mulai menggunakan tangan untuk menyapa air mata yang ada di matanya, lalu segera berkata,


"Aku hanya sangat gembira melihat Tuan Muda juga membalas perasaanku, aku benar-benar terlalu sangat bahagia sampai tanpa sadar air mataku keluar bukankah aku ini terlihat bodoh?"


Lucas yang tiba-tiba mendengar itu jelas merasa cukup kaget namun segera tersenyum, dan menggunakan tangan kanannya untuk membantu Adelia menyeka air matanya, dan mencium salah satu ujung mata Adelia.


Adelia tentu saja cukup kaget dengan gerakan tiba-tiba itu namun itu hanya berlangsung cukup singkat sampai Lucas berkata,


"Jika kamu sudah menjadi begitu bahagia hanya mendengarkan perasaanku, dan menjadi Keksihku, bagaimana nanti setelah kamu menikah denganku? Apakah kamu akan menangis karena saking bahagianya?"


Adelia yang tiba-tiba mendengar Lucas mengatakan soal Pernikahan, wajahnya segera menjadi merah karena dirinya tidak sempat memikirkan sampai ke tahap itu.


Menikah dengan Tuan Mudanya?


Lucas melihat bahwa gadis yang ada di hadapannya itu malah menjadi diam.


"Kenapa? Kamu tidak ingin menikah denganku?"


Adelia yang mendengar kata-kata barusan jelas saja menjadi cukup kaget lalu segera berkata dengan gugup,


"Bukan seperti itu, hanya saja apakah tidak terlalu awal untuk memikirkan Pernikahan?"


Lucas yang mendengar itu segera menjadi diam dan merubah ke pose posisi berpikir, terlihat sekali dia sedang mempertimbangkan sesuatu.


"Kamu benar, kamu benar ini memang masih terlalu awal untuk memikirkan Pernikahan,"


Adelia yang mendengar itu entah kenapa sedikit kecewa menunjukkan beberapa perubahan ekspresi di wajahnya


Lucas tentu saja melihat perubahan ekspresi itu namun segera berkata,


"Maksudku, sebelum kita menikah, aku harus menyelesaikan urusan dengan Keluarga Liones, jadi setelahnya kita bisa melangsingkan sebuah pernikahan yang indah dan damai, kamu tahu bukan bagaimana keluargaku itu selama mereka masih ada hidupku tidak akan pernah damai,"


Adelia yang mendengar itu lalu segera tersenyum dan berkata,


"Tuan Muda benar, masih ada masalah dengan mereka,"


"Ya, mereka bahkan sampai membuangmu ke jurang, sungguh aku tidak ingin memaafkan mereka!"


Adelia memilih untuk tidak berkomentar setelah mendengar itu hanya langsung segera bertanya,

__ADS_1


"Jadi apakah Tuan Muda sudah memiliki rencana?"


Lucas bukannya menjawab pertanyaan itu namun sekarang tangannya beralih menuju bibir Adelia, dan berkata,


"Kamu jangan lagi memanggilku Tuan Muda, panggil aku dengan namaku, Lucas. Karena sekarang kamu adalah kekasihku. Dan soal rencana aku belum terlalu memikirkannya mungkin aku akan meminta pendapat pada kakakku karena dia akhirnya sudah sadar,"


Adelia yang tiba-tiba juga mendapatkan perintah untuk memanggil nama Tuan Mudanya secara langsung itu jelas menjadi cukup malu dan segera memalingkan mukanya, wajahnya menjadi sedikit merah.


Lucas yang melihat ekspresi itu merasa tidak tahan untuk menggodanya,


"Apa sayang? Kamu tidak ingin untuk memanggil namaku? Jadi bagaimana jika kamu, sayang saja?"


"Lu... Lucas..."


Lucas yang mendengar tentang gadis yang ada di depannya itu memanggil namanya merasa sangat senang, lalu mulai mencium Adelia disana, tidak tahan dengan ekspresi lucu yang dibuat oleh kekasih barunya itu.


Walaupun hanya sesaat dua orang itu mulai menikmati kebersamaan mereka.


Sampai hari menjelang siang, Lucas mendapatkan telepon dari bawahan jika dia sudah menangkap orang yang sebelumnya sempat menyergap Lucas.


Dan, mereka sepertinya juga orang yang sama yang meyergap Lucas di tempat longsor tempo hari.


Lucas yang mendengar kabar dari bawahannya itu jelas menunjukkan ekspresi kemarahan lalu segera bertanya,


"Apakah kamu sudah mengintrogasi mereka? Siapa dalang di balik insiden itu?"


'Seperti yang Tuan Muda kira, ini adalah suruhan dari Ibu Tiri Tuan Muda,'


Lucas yang mendengar hal itu sejujurnya sudah tidak kaget lagi karena dirinya kurang lebih tahu siapa yang akan diuntungkan jika dirinya terlibat suatu kecelakaan.


Jelas, adiknya Deminic yang akan paling dibutuhkan tentang semua identitas dan dia bisa menjadi pewaris keluarga berikutnya tanpa kehadiran dirinya ataupun kakaknya Theo.


"Pokoknya kamu introgasi terus dan temukan lagi barangkali ada kejahatan-kejahatan lain yang bisa digali dari orang itu,"


'Baik Tuan Muda,'


Setelah menutup telepon itu, Lucas segera menelepon seseorang lagi untuk memberikan kabar.


Ini adalah Kakaknya Theo.


Lucas tentu sudah menceritakan soal insiden yang baru saja dirinya alami itu dan juga menceritakan soal siapa dibalik semua itu, mencoba untuk mencari saran kakaknya tentang apa yang sebaiknya dilakukan.


'Jadi begitu, mereka memang sebaiknya tidak bisa ditinggal diamkan kita harus bergerak cepat satu langkah di depan mereka jangan berikan mereka waktu untuk berpikir dan membuat rencana baru,'


"Lalu, menurut kakak apa sebaiknya yang kita lakukan?"


'Kamu sebelumnya bercerita kalau nanti malam akan ada perdagangan dan penyelundupan senjata yang kakek serahkan padamu untuk diurus bukan?'


"Owh, benar, aku sempat melupakan itu, Kakek benar-benar akan marah jika tahu aku sampai saat ini belum pergi ke luar kota,"

__ADS_1


'Ada baiknya kamu tidak perlu ke sana. Biarkan saja sesuai keinginan adik kita itu, dia selalu ingin untuk mendapatkan pujian dari Kakek bukan?'


Lucas yang mendengar itu segera menunjukkan ekspresi terkejut, karena tidak mengerti tentang apa yang dikatakan kakaknya,


"Kenapa kesannya malah kita membantu dia untuk mendapatkan sebuah prestasi?"


Lalu terdengar suara tawa kecil dari balik telepon,


'Bukan seperti itu, Mari kita buat jebakan yang rapi untuk nanti malam memastikan agar adik tersayang kita itu ditangkap oleh Polisi,'


Lucas yang mendengar rencana itu sepertinya mulai paham apa yang dimaksud oleh Kakaknya.


"Aku mengerti apa yang kakak maksud namun ini masih saja sulit untuk menangkapnya, Keluarga Liones tentu saja memiliki kekuasaan yang cukup,"


'Kamu benar, ini akan mudah jika kita memiliki koneksi dengan keluarga yang cukup hebat dalam bidang hukum, juga membutuhkan seseorang yang memiliki pengaruh yang lebih kuat dari keluarga kita, karena jika penangkapan itu berhasil tidak hanya Deminic yang kena, namun kemungkinan seluruh Keluarga Liones juga akan kena,'


Mendegar itu, Lucas segera terdiam, karena dirinya merasa memiliki semua hal yang dibutuhkan.


"Aku memiliki beberapa kenalan yang cukup untuk bisa mengurus hal-hal itu, namun tetap saja aku tidak yakin keluarga liones benar-benar bisa ditangkap,"


'Tidak apa-apa, Kasus milik Deminic ini hanya akan kita jadikan sebagai pengalih perhatian untuk membuat kakek dan ayah sibuk lalu berikutnya kita berdua akan mengambil alih Keluarga, kamu mungkin tidak tahu namun aku sudah memiliki banyak anak buah yang cukup menjanjikan dan setia padaku sebelumnya mungkin saat ini mereka sedang menunggu aku mulai bangun dari tidurku, atau mereka mungkin menunggu kamu akan bergerak,'


"Jadi begitu rupanya aku belum mengumpulkan semua orang-orang Kakak?"


'Ya, orang-orang yang ada di pihakku adalah orang-orang yang tidak pernah kamu pikirkan ada di pihakku, jadi tidak perlu buang-buang waktu lagi Mari coba untuk langkah pertama jadi segera saja kamu menghubungi Kakek,'


"Baik, Kak."


Adelia yang duduk di sofa itu jelas merasa sedikit khawatir tentang Lucas, padahal Lucas masih cedera namun dari tadi sepertinya masih sibuk diskusi dengan anak buahnya soal berbagai hal seolah tidak berhenti untuk bekerja.


"Lucas, bukankah sebaiknya kamu istirahat dulu? Jangan terlalu banyak berpikir ingatlah kamu saat ini sedang cedera,"


Lucas yang mendengar kekhawatiran itu hanya segera tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa aku hanya mengurus beberapa hal penting, aku akan segera istirahat setelah ini,"


Banyak hal yang harus Lucas urus, termasuk menelepon Kakeknya, juga untuk meminta bantuan Alfano..


Lalu, terakhir..


Lucas memiliki beberapa keraguan ketika dirinya melihat sebuah nomor tertentu.


Eve Letizia Amory


Namun apakah gadis itu mau membantu dirinya?


Gadis yang juga merupakan cinta pertama...


Namun toh itu adalah hal-hal yang sudah lewat...

__ADS_1


__ADS_2