Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 21: Boleh Saja


__ADS_3

Pagi segera tiba, ketika Lucas mulai membuka matanya, kepalanya terasa sangat pusing.


Lucas lalu cara sekeliling kenalan di dunia terbangun di ruangan yang tidak begitu familiar.


Apakah ini kamar hotel?


Dia mulai mengingat-ingat lagi apa yang terjadi semalam.


Lucas ingat, kemarin sore dirinya baru saja di tolak oleh Eve, dirinya jadi sangat sedih, jadi dirinya segera mengajak Adelia ke Klub untuk hiburan, dan minum banyak disana.


Lucas tidak begitu ingat, tentang seberapa banyak dirinya mimun.


Namun semalam jelas sekali perasaannya sangat sedih dan putusasa mengingatkan nya kembali juga pada kenangan masa lalunya.


Hatinya terasa hancur ketika mengingat hal-hal saat masa kecilnya.


Lalu setelah itu....


Lucas kembali mengingat lagi dirinya yang semalam benar-benar hampir lepas kendali.


Lucas ingat bagaimana Adelia mencoba menghiburnya.


Selamam Lucas setegah sadar, dirinya cukup betah minum banyak, jadi tidak begitu mabuk, hanya...


Lucas juga tidak mengerti dengan tindakan yang dirinya buat semalam.


Saat dirinya mulai menarik Adelia kedalam pelukannya, lalu mulai menciuminya berkali-kali.


Semalam, dirinya agak samar-samar, merasakan apakah itu mimpi dan kenyataan jadi dirinya benar-benar bertindak seenaknya.


Melakukannya ciuman itu lagi dan lagi.


Dan lagi, Lucas ingat bagaimana dirinya meminta sesuatu yang aneh pada Adelia.


Sangat beruntung dirinya bisa cukup sabar untuk menghentikan semuanya tepat waktu.


Namun adegan berikutnya, membuat Lucas lebih merasa sangat syok.


Fakta bahwa ternyata Adelia ternyata mencintai dirinya, sebagai seorang Pria.


Ketika memikiran soal hal ini, perasaan Lucas jelas menjadi cukup rumit.


Dirinya sepertinya semalam langsung tertidur dan tidak sempat memberikan jawaban dengan benar.


Namun, jika memikirkannya lagi dirinya juga tidak tahu jawaban apa yang harus diberikan.

__ADS_1


Lalu, bagaimana nanti ketika dirinya bertemu dengan Adelia?


Apa yang perlu dirinya katakan?


Ketika Lucas sedang sibuk dengan pikirannya itu pintu kamar tiba-tiba terbuka.


Itu adalah Adelia, yang sepertinya sudah bangun dari awal.


Tatapan mereka berdua bertemu.


Lucas tidak tahu harus berkata apa ketika bertemu dengan Adelia.


Adelia adalah orang pertama yang mengatakan sesuatu.


"Tuan Muda sudah bangun? Saya sudah membawakan obat pereda mual," kata Adelia sambil memberikan satu gelas minuman yang dibawanya itu.


Lucas melihat bahwa pelayan pribadinya itu melakukan hal-hal seperti biasa seolah-olah kejadian semalam tidak pernah terjadi.


Lucas menjadi semakin bingung harus bersikap seperti apa.


Hanya mengambil minuman itu, dan meminumnya seperti biasa.


Namun, saat minum dan bahkan sampai minuman selesai, Lucas diam-diam menatap ke arah Adelia.


Adelia jelas sudah memikirkan semuanya dengan matang tentang hal-hal yang ingin dia katakan sekarang.


"Tuan Muda tidak perlu terlalu memikirkan hal-hal yang saya katakan semalam," kata Adelia dengan santai.


Lucas begitu segera berkata dengan heran,


"Apa? apakah yang kamu katakan semalam itu hanyalah sebuah lelucon?"


"Tentu saja bukan aku tidak mengatakan sebuah lelucon. Aku mengatakan soal perasaanku yang sebenarnya. Namun, Tuan Muda tidak perlu terlalu memikirkannya ataupun memberikan sebuah jawaban,"


Ekpresi Lucas segera menemukan ekpresi sedikit kesal.


"Apa-apaan itu?"


"Tuan Muda, anda tidak perlu merasa terganggu dengan perasaan saya. Saya hanya mengatakannya, saya paham benar soal tuan muda yang tidak memilki perasaan yang sama dengan saya, saya juga tidak pernah mengharapkan apapun, saya sadar dengan posisi saya yang hanya seorang Pelayan, itu sudah sangat lancang untuk bisa jatuh cinta pada Tuan Muda,"


Adelia mengatakan itu dengan santai walaupun di dalam hatinya masih terasa sedikit sakit sejujurnya tidak ingin mendengar penolakan yang begitu buruk dari Tuan Mudanya.


Lucas yang mendengar itu, menjadi semakin tidak tahu harus merespon seperti apa.


Adelia juga melihat tentang bagaimana Tuan Mudanya itu diam.

__ADS_1


"Tuan Muda, tidak perlu merasa terganggu dengan apapun,"


"Lalu, apakah kamu akan berhenti untuk mencintaiku?"


Adelia segera menjadi diam ketika mendapat sebuah pertanyaan yang sudah terduga.


"Saya juga tidak tahu,"


Lucas hanya bisa menghela nafas dan berkata dengan heran lagi,


"Apa-apa lagi itu?"


"Jika memang Tuan Muda sangat membenci perasaan yang saya miliki ini, saya akan berusaha menghapusnya jauh-jauh, namun tetap ijinkan saya untuk terus berada di sampingmu,"


"Adelia, kamu begitu aneh,"


"Cinta terkadang bisa menjadi sesuatu yang begitu aneh,"


Lucas sekali lagi menjadi terdiam memikirkan tentang jawaban yang harus dirinya berikan.


Jujur, saat ini dirinya tidak memiliki perasaan apapun pada Adelia, dirinya harusnya bisa menolaknya dengan tegas seperti bagaimana Eve menolak dirinya sebelumnya.


Namun kenapa dirinya masih begitu ragu untuk memberikan balasan seperti itu?


Lucas juga tidak mengerti dengan dirinya sendiri.


"Apakah menurutmu tidak apa-apa untuk tidak menginginkan Aku menjadi milikmu? Padahal kamu bilang kamu menyukaiku,"


"Tidak apa-apa, asalkan saya bisa melihat Tuan Muda, dan berada disamping Tuan Muda,"


Jawaban itu juga dikatakan dengan santai, dan Adelia terlihat tersenyum tulus ketika mengatakan itu seolah-olah hal itu adalah sesuatu yang berasal dari lubuk hatinya.


Lucas sejujurnya merasa sangat kewalahan dengan perasaan yang Adelia miliki untuknya.


Cinta memang sesuatu yang sangat misterius dan aneh.


Namun perasaan di cintai seperti itu, bukan sesuatu yang buruk.


Lucas ngerasa cukup senang dengan perasaan itu.


"Aku mengijinkan mu untuk menyukaiku,"


Adelia jelas merasa sangat kaget dengan jawaban itu.


"Maksud Tuan Muda?"

__ADS_1


__ADS_2