
Lucas yang berpura-pura ke kamar mandi itu, tidak lama dan segera kembali memasuki ruangan.
Dirinya benar-benar tidak tahan, melihat bagaimana dari tadi Alfano menempel pada Adelia.
Jadi, dirinya berinisiatif untuk mengajak Adelia segera pulang dengan cara membuat berbagai macam alasan.
"Astaga, Lucas kenapa kamu buru-buru pulang pula? Kamu belum lama datang," protes Alfano.
"Aku tiba-tiba memiliki masalah mendesak, sehingga aku harus cepat pulang,"
Adelia jelas merasa kaget dengan Tuan Mudanya yang akan mengajak pulang, bukankah seharusnya tidak ada jadwal untuk hari ini?
Jangan bilang memang terjadi sesuatu di rumah dan Tuan Mudanya segera disuruh pulang?
Astaga kali ini ada masalah apa lagi dengan keluarga Liones itu?
"Kalau kamu ingin pulang kenapa kamu tidak pulang sendiri saja? Biarkan Adelia disini," kata Alfano, mencoba agar Adelia tetap ada di sana.
Teman-teman yang lain juga terlihat setuju dengan Alfano.
"Benar, kami semua tahu jika kamu sangat sibuk Lucas, namun biarkan saja Nona Adelia tetap tinggal,"
"Kami sebelumnya datang bersama jelas aku wajib untuk mengantar Adelia pulang,"
"Biar Aku saja yang mengantar Adelia, kamu tidak usah khawatir aku pasti akan membawanya dengan selamat nanti, bukan begitu Adelia? Kamu tidak saja disini dan biarkan Lucas pulang, yakinlah aku akan mengantarmu," kata Alfano mencoba untuk membujuk Adelia.
Lucas tidak pernah mengira bahwa hidungnya untuk pulang akan berujung seperti ini.
Bagaimana jika Adelia setuju dengan tawaran itu?
Di dinyatakan tidak bisa lagi mencari sebuah alasan untuk membawa Adelia pergi, jika gadis itu sudah memutuskan untuk tetap tinggal.
"Tidak, Aku akan ikut Lucas, sebenarnya ada beberapa harga yang harus aku kerjakan hari ini jadi aku tidak bisa lama-lama di sini,"
Alfano yang melihat itu terlihat kecewa,
"Yah, sayang sekali,"
"Baiklah, Aku dan adelia akan pergi dulu sampai bertemu lagi di pertemuan berikutnya ya teman-teman," kata Lucas yang hendak pergi keluar dari ruangan itu bersama Adelia.
Namun tangan Adelia tiba-tiba digengam Alfano, dia terlihat ingin mengatakan sesuatu.
Lucas yang melihat bagaimana tangan Adelia di genggam itu, merasa tidak suka.
"Sebentar Adelia, aku sebenarnya memiliki sesuatu untukmu jadi bawalah sebelum kamu pergi," kata Alfano sambil mengeluarkan sebuah kotak.
Adelia yang menerima kontak itu segera terkejut.
"Ini..."
"Ini hanya oleh-oleh dariku ketika aku pergi keluar negeri, semua orang mendapatkannya bukan?" Kata Alfano sambil menatap teman-teman yang lain, yang saat ini mengangguk.
Adelia segera menerima hadiah itu tanpa pikir panjang dan berpikir mungkin itu benar-benar hanya oleh-oleh sederhana.
Lucas merasa cukup curiga dengan hadiah itu.
"Kenapa aku tidak dapat oleh-oleh?" Tanya Lucas.
Alfano segera menahan Lucas dengan ekpersi kesal, karena temannya itu benar-benar tidak bisa membaca suasana, seperti teman-teman yang lainnya, kembar-kembar mengerti apa maksud dirinya.
"Ah, oleh-oleh mu kebetulan tertinggal di rumah aku tadi buru-buru ke sini lagi pulang kamu datang terlambat,"
__ADS_1
Lucas yang mendengar itu segera tahu jika itu hanya sebuah alasan.
Sepertinya, itu memang hanya hadiah untuk Adelia?
Namun kenapa dia memberi Adelia hadiah?
Jangan bilang Alfano benar-benar menyukai Adelia?
"Sudahlah, Lucas bukankah kamu tadi ada urusan penting mari kita segera pulang saja," kata Adelia, sambil memasukkan kotak itu ke dalam tasnya, dan segera pergi dari situ bersama Lucas.
Ketika sampai di mobil, ada keheningan disana.
Mereka memiliki supir, jadi mereka berdua hanya duduk dengan tenang di kursi belakang.
Adelia yang paling pertama bertanya memecah keheningan,
"Ada masalah mendesak apa Tuan Muda?"
"Tidak ada masalah apa-apa,"
Mendengar itu jelas membuat Adelia binggung,
"Lalu kenapa kita buru-buru pulang tadi?"
Lucas tentu saja tidak mungkin mengaku hingga dirinya tiba-tiba pulang karena merasa terganggu dengan kedekatan Adelia dan Alfano.
"Tidak apa-apa,"
"Bukankah seharusnya kita tetap disana?"
Lucas, jang mendengar itu segera mengalihkan tatapannya pada Adelia,
"Bukan seperti itu,"
"Lalu kenapa?"
"Bukankah ini adalah saat yang bagus jika Tuan Muda ingin mendekati Nona Eve? mungkin nanti tuan muda bisa memiliki beberapa kesempatan untuk bisa membuat Nona Eve tersentuh dengan sikap Tuan Muda?"
Ekpersi Lucas, segera menjadi buruk ketika mendengar itu.
"Bukankah kamu menyukaiku? Kenapa malah kamu sangat mendukung ketika aku bersama dengan Eve?"
Adelia segera menjawab dengan tenang,
"Aku akan senang jika Tuan Muda bahagia,"
Jawaban yang terdengar tulus itu membuat Lucas kewalahan.
"Kamu itu aneh,"
Setelahnya ada lagi keheningan di sana.
Sampai kemudian, Lucas ingat sesuatu,
"Kamu tidak membuka hadiah yang tadi?"
Adelia yang tiba-tiba ditanya tuh segera mengambil kotak hadiah dari tasnya.
"Ini? Bukankah ini hanya souvenir liburan biasa? Tidak perlu buru-buru untuk membukanya nanti di rumah saja,"
"Tapi aku ingin kamu membukanya sekarang,"
__ADS_1
Adelia tidak merasa keberatan dan segera membuka kotak hadiah itu.
Ternyata, itu adalah sebuah kotak musik, dengan dekorasi indah yang juga berisi suara musik piano pengantar tidur yang indah.
Adelia merasa sangat tabjub dengan hadiah itu.
"Wow, ini benar-benar sangat indah,"
"Kamu begitu menyukai hadiah yang diberikan padamu itu?"
"Ya, aku benar-benar tidak mengira jika Tuan Muda Alfano masih ingat kata-kataku dulu, aku dulu pernah bilang bisa aku suka dengan kotak musik, saya benar-benar memberikan aku sebuah hadiah kotak musik yang indah, ini sangat bagus,"
Adelia terlihat sangat terlihat dan senang menerima hadiah itu mendapat kontak musik itu dengan kagum.
Hal itu, membuat Lucas terganggu,
"Adelia, kenapa kamu malah sangat senang menerima hadiah dari seorang pria lain seperti itu?"
"Huh? Kenapa memang?"
"Bukankah kamu bilang kamu menyukaiku? Kenapa kamu malah terlihat menyukai di goda oleh Pria lain seperti itu?"
"Aku memang menyukai Tuan Muda, namun aku tidak di goda siapapun,"
"Apakah kamu tidak merasa jika Alfano itu aneh? Dia terlihat mencoba untuk mendekatimu, jelas dia terlihat mengodamu,"
"Tuan muda terlalu berpikir berlebihan,"
"Aku tidak berlebihan hanya kamu saja yang kurang peka. Namun bagaimana jika dia benar-benar menyukaimu? Tambah karena itu semua akan mempertimbangkan dia?"
Adelia yang ditanya itu segera menjawab lagi dengan tenang.
"Tentu saja tidak, di hatiku hanya ada Tuan Muda Lucas,"
Lucas yang mendengar itu nggak rasa sekali lagi kah wanita yang ada di hadapannya itu aneh.
"Jadi, apakah kamu ingin untuk memiliki ku? Jika kamu segitunya sangat menyukai ku,"
"Tidak, Aku tidak ingin memiliki Tuan Muda. Untukku, itu adalah sebuah keinginan yang terlalu berlebihan,"
"Tapi bukankah kamu menyukaiku? Kenapa tidak ingin memilikiku?"
"Aku sudah cukup senang, berada disamping Tuan Muda,"
"Itukah juga alasan kenapa kamu setuju jika Aku bersama Eve?"
"Ya, bisa memang dia adalah wanita yang tuan muda suka high aku akan mendukungmu dengan sepenuh hati,"
"Kamu tidak marah atau cemburu?"
"Aku bisa menahannya,"
Semakin Lucas bertanya, dirinya menjadi semakin merasa Adelia aneh.
Kenapa Adelia bisa sampai seperti itu dalam mencintai dirinya?
Dia tidak mengharapkan untuk memiliki dirinya.
Juga tidak memiliki harapan untuk perasaannya di balas.
Apakah cinta memang bisa seperti itu?
__ADS_1