Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 24: Tuduhan


__ADS_3

Lucas hanya bisa menerima cambukan itu, tidak berani melawan pada Kakeknya lebih dari ini.


Lalu bagaimana sekarang...


Dirinya jelas tidak mungkin untuk mengusir Adelia.


"Kakek, Aku dan pelayanku sungguh tidak memiliki hubungan apapun,"


"Kamu masih mencoba mengelak? Kamu bahkan membelanya, dan tidak mengusirnya!"


"Ini tidak seperti itu,"


"Cukup!! Pergi kamu dari hadapanku!"


Lucas tahu, ini bukan saatnya untuk mencoba mengelak karena saat ini Kakeknya sedang marah.


Yang dirinya lakukan saat ini adalah mencoba keluar dari situasi ini.


Namun bagaimana?


Dengan perasaan yang cukup binggung itu, Lucas hanya bisa keluar dari ruangan itu.


Ketika dirinya sampai di ruang keluarga, berniat melewati ruangan itu dirinya bertemu dengan Ayahnya dan Asistennya, yang tidak lain adalah Saudara Ipar Ayahnya, yaitu Jimmy George.


Lucas segera menyapa ayahnya itu,


"Selamat siang Ayah."


Ayah Lucas itu, hanya menunjukkan ekspresi dingin pada putranya, dan berkata,


"Apakah kamu benar-benar sudah membereskan para penghianat sebelumnya?"


Lucas yang ditanya itu segera mengaguk dengan yakin.


"Ya, Ayah. Aku sudah membereskan mereka semua dan tidak bersisa,"


"Kamu yakin sudah melakukannya? Lalu kenapa aku dapat laporan jika salah satu pengkhianat itu berhasil membocorkan informasi tentang bisnis kita?"


Lucas yang mendengar itu jelas segera merasa terkejut.


Dirinya yakin sudah menangkap semua penghianat penghianat itu, juga membereskan mereka, namun bagaimana bisa informasi rahasia soal bisnis mereka tersebar?


Dirinya memang tidak menyukai Bisnis di balik layar milik Keluarganya, namun dirinya tidak cukup gila untuk menjual Infomasi itu, karena jika sampai ketahuan nyawa adalah taruhannya, intinya tidak bisa mengambil resiko yang terlalu besar.


Hanya bisa berpura-pura menjadi patuh dan mengumpulkan pundi-pundi kekuatannya, sedikit demi sedikit.


"Aku tidak tahu, Ayah, aku yakin sudah membereskan semua itu,"


Ayah Lucas itu segera menampar pipi Lucas dengan keras.

__ADS_1


"Aku sangat kecewa padamu, kamu bahkan membereskan hal kecil semacam itu sampai ceroboh dan sekarang, Keluarga kita yang akan terkena imbasnya karena rute perdagangan kita sudah bocor,"


Lucas yang lagi harus menerima sebuah tamparan tidak tahu lagi harus berkata apa.


Dirinya binggung, soal bagaimana bisa informasi Rahasia sampai bocor?


Memangnya sejauh apa para penghianat sebelumnya itu mendapatkan informasi?


Lagi pula beberapa informasi hanya diberikan kepada orang-orang tertentu, posisi salah satu penghianat itu memang cukup tinggi namun bukan berarti orang itu ataupun anak buahnya memiliki kesempatan untuk bisa mengakses informasi rahasia.


"Tunggu, dari mana Ayah tahu soal penghianat itu yang memiliki informasi rahasia?"


Ayah Lucas itu lalu segera menunjuk kearah Asistennya.


"Hah, sangat beruntung Aku ingin memiliki seseorang yang bisa aku percayai jadi aku menyuruh, Jimmy untuk memantau kamu dalam bekerja dan lihatlah, kamu benar-benar gagal dan membiarkan salah seorang kabur hingga menyebarkan informasi rahasia, sangat beruntung, Jimmy bisa membereskan kekacauan yang kamu buat,"


Mendengar itu, Lucas menjadi sangat kaget dan bingung, lalu tatapannya menuju ke arah seorang pria yang sedikit lebih muda dari Ayahnya itu, tersenyum seolah-olah, dia memang orang yang berbakat.


Lucas yang melihat senyuman itu, jelas saja merasa sangat curiga.


Sepertinya dari awal informasi soal penghianat itu memang dibuat-buat.


Apakah ini memang sebuah informasi yang sengaja di atur oleh Pria itu?


Paman Jimmy adalah Pamannya Deminic, adik dari Ibu Tirinya langsung, tidak perlu ditanyakan kepada siapa dia memihak.


Dirinya memang pernah menyelidiki sebelumnya bahwa informasi itu benar namun memang ada beberapa bagian yang terasa kurang.


Kecerobohan ini sepertinya membawa dirinya dalam situasi yang buruk.


Lucas tidak lagi bisa mengatakan apapun di depan ayahnya itu yang juga segera melewatinya dan pergi.


Disisi lainnya saat Jimmy melewati Lucas, dia berbisik kepada keponakan tirinya itu,


"Kamu seharusnya hanya menjadi Tuan Muda kedua yang patuh dan jangan memiliki terlalu banyak ambisi seperti sebelumnya, itu akan jauh lebih baik untukmu,"


Lalu segera pergi dari sana.


Lucas yang mendengar kata-kata itu jelas mengerti dan paham maksudnya.


Sebelumnya, ketika Kakaknya Theo masih belum koma seperti ini, hal-hal soal urusan bisnis Keluarga terutama soal bisnis di belakang Layar, di urus oleh Kakaknya.


Kakak nya selalu bilang padanya bahwa dirinya tidak boleh mengotori tangannya untuk hal-hal semacam itu jadi biarkan dia saja yang mengurus semuanya, dan dirinya hanya perlu melakukan perannya dengan baik, untuk menjadi Tuan Muda Kedua, yang terlihat tidak begitu berambisi untuk menguasai atau menjadi penerus Keluarga, namun juga tetap tidak menunjukkan sikap yang mengekecewakan.


Namun jelas saja hal-hal berubah sejak kecelakaan itu, dirinya tidak bisa diam saja sekarang, Kakaknya sudah bertaruh nyawa dan banyak hal untuk dirinya dan rencana mereka


Dirinya juga sampai sekarang tidak mengerti, kenapa Kakaknya bisa berbuat sejauh itu, bahkan untuk dirinya, rela menanggung beban yang begitu berat, dan melindungi dirinya seperti itu.


Lucas masih tengelam dalam ingatannya, sampai dia keluar dari Rumah Keluarga Lionesm

__ADS_1


Ingatan Lucas, kembali mengingat soal hal-hal di masa lalu.


Ada sebuah alasan besar kenapa Kakaknya bersikap begitu baik padanya seperti itu.


Selain fakta bahwa mereka berdua adalah saudara kandung, itu karena dulu Ibu Kandung mereka hanya menyayagi Kakaknya Theo.


Kenangan yang begitu sulit, saat itu setelah kelahirannya, Ibu Kandungnya segera mengalami Depresi dan di kurung di salah satu Paviliun di Rumah itu.


Ibunya, tidak pernah merawat dirinya dengan benar, namun sebagai anak-anak, tentu saja tetap mendambahkan Cinta dari Ibunya.


Dirinya selalu mendatangi Ibunya, namun Ibunya tidak pernah menanggapnya ada, hanya Kakaknya Theo yang selalu dia perlakukan dengan baik.


Dan semakin dirinya tumbuh sedikit lebih besar, Ibunya menjadi histeris ketika melihat dirinya, ya itu benar dirinya memiliki wajah yang mirip dengan Ayahnya, cukup mirip untuk Ibunya selalu bilang,


'Anak Iblis! Jangan mendekatiku!!'


Dan mulai berteriak histeris.


Hanya, Kakaknya Theo yang bisa menenangkan Ibu mereka.


Kakaknya, Theo adalah Kesayangan Ibu Mereka, Kakaknya selalu menjadi anak yang pintar di usia muda, bahkan cukup mengerti banyak hal tentang kesusahan Ibu mereka.


Mungkin, Kakaknya Theo, selalu merasa bersalah padanya karena Ibu mereka yang pilih kasih antara mereka berdua.


Ibu Kandungnya, yang bahkan membenci dirinya ini.


Ketika Lucas memikirkan hal-hal ini segalanya menjadi lebih membuat frustasi.


Lucas tidak sadar, jika ada seseorang yang saat ini mendekatinya, dan menatap ke arah wajahnya yang saat ini menunjukkan kesedihan.


Itu adalah Adelia yang menyusul, Lucas karena merasa cukup khawatir dengan Tuan Mudanya itu.


"Tuan Muda? Ada apa?"


Lucas yang mendengar suara dari sampingnya lalu segera menatap Adelia.


Tanpa banyak kata-kata, Lucas memeluk Adelia.


Adelia tentu saja merasa cukup bingung dengan sikap itu.


Namun, Adelia tetap membalas pelukan itu.


Lucas merasakan, ada di dalam pelukan Adelia seperti ini, memang sangat menyenangkan.


Rasanya hatinya yang begitu kacau dan pikirannya yang begitu pusing berubah menjadi sebuah ketenangan dan kedamaian.


Memang, jika tidak ada Adelia sisinya, apakah dirinya benar-benar bisa bertahan melewati semua ini?


Hal-hal dalam Keluarganya selalu begitu rumit dan memusingkan.

__ADS_1


__ADS_2