Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia

Pelayan Pribadi Ekslusif Milik Tuan Mafia
Episode 35: Akhirnya


__ADS_3

Lucas dan mobilnya saat ini masih dikejar oleh beberapa mobil.


Sebelumnya, Lucas sempat berhasil menyerempet mobil yang mencoba untuk menghalanginya, dan sekarang mobil yang dicas naiki sedang mencoba mengulur waktu sampai bala bantuan tiba.


Namun musuh yang saat ini mengejar mereka mulai menembakkan pistol, membuat Lucas menjadi semakin cemas Dan panik takut jika ban mobil akan tertembak ini akan membuat kecelakaan yang hebat jika sampai terjadi.


Apalagi saat ini kecepatan yang mereka miliki cukup berat.


Dan benar saja ban mobil segera menjadi tertembak membuat keseimbangan mobil yang Lucas naiki menjadi goyah.


Untungnya, Supir yang mengendarai mobil itu cukup ahli dan sepertinya sudah sangat terlatih Untuk hal-hal gawat semacam ini jadi tetap bisa menghentikan mobil tepat waktu tanpa kecelakaan yang berarti.


Namun saat ini mobil mereka menabrak salah satu pohon walaupun itu tidak terlalu parah, namun tetap saja membuat mobil yang Lucas naiki tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan.


Dan sekarang, mobil lainnya yang dari tadi mengejar mereka segera mengepung Lucas.


Lucas lalu segera melihat ketika satu demi satu orang mengenakan topeng keluar dari mobil itu satu persatu, sepertinya jelas ingin membuat dirinya keluar dari mobil.


Lucas tentu saja tidak akan mengalah dengan mudah.


"Keluar kalian!"


Salah satu orang bertopeng, mulai mendobrak pintu mobil yang Lucas tempati.


Lucas mulai menatap ke arah jam tangannya yang sepertinya masih sedikit lagi sampai anak buahnya tiba.


Sekarang, hal ini membuat Lucas binggung.


Dirinya takut jika dirinya masih ada terus di dalam mobil mobil yang mereka tumpangi akan ditabrak oleh mobil musuh, untuk membuka paksa atau memang sengaja ingin membuat mobilnya terguling.


Hal itu jelas bukan hal yang baik.


Jadi, Lucas akhirnya membeli isyarat ke sopir jika mereka berdua harus keluar.


Namun ketika dua orang itu keluar, Lucas dan Supirnya segera melawan orang-orang yang ada di luar.


Lucas cukup ahli dengan berkelahi mulai mengambil sebuah pistol di dalam mobil, ya Untung saja dirinya membawa hal-hal ini yang jelas sangat berguna di situasi seperti ini.


Namun jelas saja lawannya juga menggunakan hal yang sama.


Lucas sangat ahli mengunakan senjata api itu, hingga benar-benar mengenai setiap target yang ditembaknya.


Itu adalah Headshot yang tepat sasaran, atau kalau tidak itu pas di tembak kebagian organ vital korban.


Kondisi Lucas, saat ini jelas baik, namun sayangnya musuh terlalu banyak sehingga tidak mungkin untuk bisa menghindari semua musuh bahkan setelah berlindung di balik pintu mobil.


Lucas segar menganti lagi peluru yang ada di dalam pistolnya terus menyesuaikan dan menembak musuh bersama dengan supir, yang juga tentu membawa senjata api.


Di tengah pertarungan sengit itu, sayangnya Lucas sampai tertembak di bagian tangan.


Itu termasuk tembakan yang cukup menyakitkan.

__ADS_1


Sangat beruntung Lucas akhirnya berhasil mengulur waktu hingga pertolongan datang dan anak buahnya tiba ke lokasi.


Lucas yang melihat beberapa orang mau melarikan diri dari sana mulai menembaki kaki orang-orang sehingga mereka tidak bisa kabur.


Jelas, dirinya harus menemukan dalang dibalik semua insiden ini bahkan walaupun dirinya sudah memiliki kesimpulan tentang kemungkinan Siapa yang melakukannya.


Pada akhirnya, Lucas yang kehilangan cukup banyak darah menjadi pingsan dan dibawa oleh anak buahnya ke rumah sakit.


Adelia awalnya tenang-tenang di Rumah Sakit, sampai ketika Alfano memberitahunya soal saat ini Lucas terlibat kecelakaan.


"Apa? Tuan Muda Lucas?"


Hal-hal itu tentu saja membuat Adelia sangat panik dan syok.


Adelia tentu tahu, jika akan selalu ada orang-orang yang mengincar Tuan Mudanya itu.


"Di.. Dimana Tuan Muda... Bagaimana sekarang keadaannya...."


"Adelia, Kamu tidak usah khawatir dia hanya mengalami luka ringan..."


"Tapi tetap saja..."


"Baik-baik aku akan mengantarmu ke sana, Dia kebetulan juga ada di rumah sakit ini jadi kamu bisa melihatnya,"


Adelia jelas langsung setuju dengan usulan itu dirinya segera berpindah ke kursi roda lalu diantar ke ruangan di mana Lucas dirawat.


Lucas tentu saja sudah bangun dari pingsannya sedikit terkejut ketika melihat Adelia datang, namun Adelia yang datang terlihat menagis.


"Tuan Muda... Jangan membuatku khawatir seperti ini, kamu benar-benar membuatku sangat takut,"


Alfano yang ada di ruangan itu segera memilih untuk keluar karena sepertinya mereka berdua membutuhkan waktu untuk berbicara satu sama lain.


Lucas yang melihat Adelia mengais, jelas mencoba untuk menghapus air mata gadis itu.


"Adelia... Tenanglah aku baik-baik saja... Kamu yang sebelumnya membuatku khawatir... kamu dijatuhkan ke dalam jenggang seperti itu dan bahkan sempat jatuh pingsan lama menurutmu bagaimana perasaanku? Kenapa kamu tidak bilang jika kamu dipanggil oleh keluarga utama? Tidakkah kamu tahu jika Keluargaku itu sangat berbahaya?"


Adelia yang tiba-tiba mendengar bombastir pertanyaan itu segera menjadi bingung Dan panik tentang bagaimana cara yang untuk menjawabnya.


"Aku hanya..."


Lucas merasa tidak tahan dengan bagaimana Adelia menjadi bingung dan sepertinya ingin membuat alasan.


Namun sejujurnya, setelah dirinya melewati berbagai hal sulit dan hampir saja mati sebelumnya, Lucas menjadi semakin sadar tentang perasaan yang dimilikinya pada Adelia.


Saat itu, yang terpikirkan olehnya adalah dirinya harus selamat agar bisa bertemu lagi dengan gadis yang ada di hadapannya itu.


Gadis yang sangat dicintainya lebih daripada yang dirinya kira.


"Adelia, Kamu paling bisa membuatku khawatir,"


"Maaf..." Kata Adelia sambil menunduk, yang terlihat merasa cukup bersalah juga.

__ADS_1


Pasti, dirinya telah membuat Tuan mudanya melakukan banyak usaha keras untuk bisa menemukan dirinya yang sampai ke dasar jurang itu.


"Tuan Muda pasti menjadi kerepotan harus mengurus dan mencariku, aku yang tidak berguna dan malah merepotkan Tuan Muda, aku yang menjadi beban Taun Muda, yang mungkin bisa menghancurkan rencana Tuan Muda sebelumnya... Maaf.... Maaf karena aku Tuan Muda harus berselisih dengan Kakek Tuan Muda, sehingga itu mengganggu rencana Tuan Muda,"


Lucas melihat tentang bagaimana gadis yang ada di depannya itu sekarang mulai kembali menangis lagi.


Lucas menjadi begitu benci dengan ekspresi sedih itu sekarang dan tentang bagaimana gadis yang ada di depannya itu mulai menyalahkan dirinya.


Lucas yang merasa tidak tahan, lalu segera menarik Adelia kedalam pelukannya, lalu mencium bibir Adelia, agar gadis itu segera diam dan tidak mengatakan apapun.


Adelia tentu saja kaget dengan ciuman tiba-tiba itu...


Itu hanya berlangsung singkat dan, Lucas melepaskan ciumannya itu.


"Apakah sekarang Kamu akhirnya diam?"


"Tuan Muda itu...."


Lucas meletakkan jaringan di bibir Gadis itu lalu segera berkata,


"kamu diamlah dulu dan jangan mengatakan apapun dengarkan apa yang aku katakan,"


Adelia yang terbiasa patuh itu hanya secara refleks menggangguk, Tentu saja tidak mengerti atau tidak tahu tentang apa yang akan dikatakan Tuan Mudanya itu.


Lucas lalu segera menarik nafasnya mencoba menstabilkan dirinya untuk mencoba mengatakan hal yang terpendam dalam hatinya.


Ini mungkin bukan waktu yang cukup baik namun dirinya merasa hal-hal ini tidak bisa ditunda lagi.


"Adelia, Aku mencintaimu,"


Kata-kata itu terasa tidak nyata di telinga Adelia, sampai Adelia kembali menanyakannya lagi,


"Apa yang Tuan Muda tadi katakan?"


"Bukankah aku sudah bilang padamu untuk mendengarkan kata-kataku? Aku sudah mengerahkan banyak energi bahkan hanya untuk mengatakannya,"


Adelia jelas menjadi bingung lagi...


"Tuan Muda itu..."


"Jangan Tuan Muda lagi, panggil namaku, Lucas... Adelia, sekarang kamu adalah Kekasihku, Kamu dulu pernah menyatakan perasaanmu padaku bukan? Sekarang aku akan memberikan jawabannya, Aku juga mencintaimu, jadi kamu sekarang adalah Kekasihku,"


Lucas mengatakannya sambil tersenyum kepada gadis itu.


Adelia, yang tiba-tiba mendengar hal itu merasa jantungnya hampir saja meledak karena kaget.


Hal-hal ini terlalu tiba-tiba dan tidak pernah dirinya...


Hanya...


Ketika mendengarnya ada juga ledakan kegembiraan...

__ADS_1


Karena tidak pernah mengira jika perasaannya ini yang dirinya kita hanya sebelah tangan ternyata dibalas oleh pria yang ada di depannya itu...


__ADS_2