
Hari saat ini sudah menjelang petang, ketika Adelia akhirnya cukup memulihkan suhu tubuhnya, setidaknya itu sudah melewati masa-masa krisis hipotermia dan sekarang Adelia dalam keadaan cukup baik.
"Aku sudah baik-baik saja, Tuan Muda, kamu bisa mulai melepaskanku," kata Adelia ekspresi yang cukup tenang.
Lucas yang mendengar itu, sekali lagi memastikan untuk mengecek suhu tubuh Adelia dengan tubuhnya sendiri , setelah merasa suhunya setidaknya sudah meningkat dan tidak sedingin sebelumnya, Lucas segera berkata,
"Baiklah, Aku akan pergi sekarang, aku rasa kamu sudah cukup baik-baik saja, lalu..."
Lucas sedikit ragu ketika mengatakan itu, lalu segera berkata lagi,
"Adelia, bisakah kamu menutup matamu sebentar?"
Adelia jelas menjadi bingung dengan perintah yang tiba-tiba itu.
Lucas melihat bagaimana Adelia binggung, dan segera berkata lagi,
"Maksud ku, Aku akan mulai memakai bajuku, kamu bisa memakai jaketku dulu, baju-bajunya sepertinya sudah agak kering daripada sebelumnya seharusnya tidak apa-apa untuk dipakai sementara,"
Adelia paham jika sepertinya Tuan Mudaya merasa cukup malu jika dirinya melihat tubuh telanjang Tuan Mudanya itu, dan segera memejamkan matanya.
"Aku mengerti. Aku tidak akan melihat apapun,"
Tepas saat itu, Lucas mulai bangun dari posisinya, membiarkan Adelia tertutup oleh jaketnya, Lucas jelas mencoba sebisa mungkin untuk tidak menatap kearah Adelia, yang membat dirinya merasa aneh, dan pikirannya bisa berlari menjadi liar, jika sampai menatap Adelia.
Lucas tidak begitu mengerti soal perasaan yang dirinya miliki ini, mungkin juga karena dirinya selama ini tidak pernah memiliki hubungan atau terlibat dengan wanita manapun jadi untuk berada dalam jarak yang sangat dekat dengan seorang wanita, hal ini membuat dirinya sangat berdebar.
Lucas mencoba untuk berhenti memikirkan hal-hal ini dan fokus untuk memakai pakaiannya sendiri.
Sedangkan Adelia, saat ini menutup matanya tidak berani sedikitpun untuk mengintip, walaupun dalam hatinya dirinya sangat ingin sedikt melihat tubuh Tuan Mudanya.
Jelas ini pikiran yang cukup sesat, Adelia juga menyadari itu juga sekarang wajahnya malah tambah memerah karena memikirkan hal-hal tidak senonoh.
Kemudia, Adelia saat ini menyadari jika dirinya saat ini tidak memakaki baju apapun, lalu yang melepaskan bajunya sebelumnya, apakah itu Tuan Mudanya?
Apakah Tuan Mudanya, itu telah melihat semuanya sebelumnya?
Semakin dirinya memikirkannya dirinya menjadi semakin malu.
Astaga, untuk berpikir jika, Tuan Mudsnya ternyata telah melihat semuanya jelas membuat adelia merasa terganggu.
Ukuhh, ini terlalu memalukan untuk dipikirkan.
Tidak lama setelahnya Lucas sudah selesai berpakaian dan segera mengambilkan pakaian untuk adilia pakai sementara, dan giliran Lucas yang sekarang menutup matanya menunggu Adelia untuk berganti baju, yah walaupun Lucas sebelumnya sempat melihat beberapa hal, jelas saja dirinya akan tambah merasa sangat malu jika melihatnya sekarang.
__ADS_1
Tidak banyak hal yang terjadi setelahnya, Lucas membantu Adelia untuk berdiri dan segera membawanya pergi dari tempat itu menuju ke posko.
Sangat beruntung ditengah jalan sempat bertemu beberapa orang jadi, Adelia bisa mendapatkan perawatan lebih baik misalnya diberikan beberapa minyak hangat.
Setelahnya, mereka segera ke pokso dan Adelia mulai mengantuk bajunya, dan Lucas membawa Adelia ke Rumah Sakit untuk pemeriksa lebih lanjut.
Sangat beruntung, tidak ada masalah serius setelahnya, setelah mengunakan Infus yang menstabilkan suhu tubuh sekitar satu setengah jam, Adelia sudah diizinkan untuk pulang dari Rumah Sakit.
"Adelia, kamu istirahat dulu mulai dari sekarang,"
"Ya, Tuan Muda."
Hanya ada itu percakapan ketika ada di mobil, keduanya entah kenapa merasa canggung terutama setelah kejadian sebelumnya.
Lucas sendiri masih merasa sangat malu, jika memikirkan soal dirinya sendiri.
Apalagi disaat-saat seperti itu bisa-bisanya, dirinya memiliki pikiran tidak senonoh sampai-sampai tubuhnya bereaksi berlebihan.
Lucas diam-diam menatap ke arah samping di mana saat ini Adelia berada, Adelia sekarang terlihat mulai tertidur, dan tiba-tiba kepala Adelia ada di bahu Lucas.
Lucas cukup terkejut dengan gerakan itu, namun dirinya jelas tidak bergerak sedikit pun takut membuat Adelia malah bangun, Adelia pasti sangat lelah setelah kejadian sebelumnya.
Sekarang Lucas bisa melihat bahwa gadis yang ada di sampingnya ini sudah sedikit menunjukkan cahayanya, tidak lagi pucat seperti sebelumnya, bibir Anya sudah kembali ke warnanya semula, merah muda samar.
Ketika Lucas menatap bibir itu, Lucas kemudian memikirkan soal nafas buatan sebelumnya.
Tentu saja, itu tidak bisa di sebut sebuah ciuman...
Namun tetap saja, itu mungkin bisa di hitung?
Saat itu, bibir Adelia sangat dingin, tidak ada perasaan apapun saat itu karena dirinya panik, hanya Lucas menjadi ingat betapa lembutnya bibir Adelia.
Itu membuat Lucas tanpa sadar, menyentuh bibir Adelia dengan tangannya.
Dan seperti yang Lucas duga, sekarang bibir ini cukup hangat.
Membuat Lucas kepikiran, kira-kira bagaimana rasanya mencium bibir itu sekarang?
Dan ketika Lucas mulai menyadari sekiranya yang tidak masuk akal dirinya segera menggeleng-gelengkan kepalanya, dan menarik tangannya.
Sungguh, kenapa bisa dirinya makin tidak senonoh seperti ini?
Akhhh...
__ADS_1
Lucas masa begitu malu dengan pikirannya sendiri.
Hanya dirinya jelas tidak bisa memiliki pikiran seperti ini.
Dirinya jatuh cinta pada Eve bukan?
Bagaimana sekarang dirinya mulai memikirkan soal gadis lain?
Apalagi, ini adalah Adelia, Pelayan Pribadinya sendiri.
Lucas, lagi-lagi mencoba menyangka pikirannya itu dan menyenangkan dirinya untuk menstabilkan detak jantungnya yang tidak karuan itu.
Lucas, benar-benar ingin melupakan semua kejadian sebelumnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Namun mana tahu, di malam hari itu ketika Lucas tertidur pulas di kamarnya sendiri, dia mulai bermimpi.
Itu adalah adegan mimpi yang familir, di lokasi yang sama seperti sebelumnya.
Namun kali itu di dalam mimpinya, Lucas melihat bagaimana Adelia dalam mimpinya, bertindak cukup agresif, dan terlihat sangat seksi tanpa memakai apapun itu.
Itu adalah sebuah mimpi tidak senonoh untuk Lucas, dan itu juga pertama kalinya Lucas memiliki mimpi seperti itu dengan seorang gadis nyata dalam mimpinya.
Terlebih, itu wajah Adelia!!
Lucas di pagi hari, benar-benar merasa syok ketika melihat tempat tidurnya basah.
"Sial, kalau begini caranya bagaimana, Aku akan bisa menatap wajah Adelia?"
Lucas terlihat frustasi dengan dirinya sendiri yang bahkan memimpikan hal-hal tidak senonoh itu.
Hal-hal yang seharusnya tidak pernah ada dalam pikirannya.
Dirinya harusnya menjaga pikirannya tetap murni, karena dirinya mencintai Eve...
Bahkan dirinya tidak pernah bermimpi semacam ini soal Eve...
Namun Adelia...
Bisa-bisanya dirinya bermimpi seperti itu!
Akhhh...
Lucas terlihat sangat frustasi dengan mimpinya itu, nantinya sendiri dengan perasaannya yang tidak karuan.
__ADS_1
Lucas hanya bisa mengalahkan insiden yang pada mereka alami sebelumnya.