
Keesokan harinya, seperti yang di suruh oleh Kepala Pelayan, Adelia sedang bersiap untuk menuju kediaman utama.
Lucas sendiri, saat ini sedang bersiap untuk pergi kerja ke perusahaan, melihat Adelia sedang bersiap untuk pergi juga, jelas Lucas menjadi penasaran dan segera bertanya,
"Tumben kamu ingin pergi kamu mau ke mana?"
Adelia yang ditanya itu merasa sedikit bingung ingin menjawab apa namun dirinya segera memutuskan, mengikuti saran kepala pelayan, lagipula dirinya dipanggil seperti ini bukanlah hal yang baru.
"Aku memiliki beberapa urusan yang aku harus urus di luar Apakah tidak apa-apa jika aku meminta izin pergi?"
"Tentu saja bisa kamu selalu bisa meminta izin untuk pergi kapanpun kamu mau kamu tidak perlu terlalu mengkhawatirkan ku,"
"Terima kasih banyak Tuan Muda, sampai jumpa,"
"Ya, sampai jumpa,"
Dua orang itu segera berpisah menuju ke tempat tujuan masing-masing.
Adelia sendiri, menaiki sebuah taksi untuk menuju ke kediaman utama.
Butuh waktu sekitar setengah jam untuk tiba di sana.
Tepat ketika Adelia sudah sampai di kediaman utama dirinya tiba-tiba merasa gugup.
Kira-kira apa yang ingin dikatakan kepala pelayan padanya?
Adelia lalu segera masuk kedalam, di sana dirinya sudah disambut oleh salah satu pelayan di rumah utama, dan segera diantarkan ke ruang kerja kepala pelayan utama.
Setelah itu ketika pelayan yang sudah mengantar Adelia pergi, dan menyisakan dua orang di ruangan itu.
"Selamat pagi kepala pelayan," kata Adelia dengan ramah.
"Aku terkejut kamu datang begitu cepat,"
"Saya hanya merasa penasaran tentang apa yang ingin anda sampaikan,"
Ekpersi kepala pelayan itu segera menunjukkan rasa kekecewaan, dan berkata,
"Aku di sini untuk menyampaikan hal-hal yang dipesan oleh Kepala Keluarga,"
"Oleh Tuan Besar? Memangnya Apa hal yang ingin beliau sampaikan?"
Adelia jelas merasa kaget setelah mendengar itu.
Kepala Pelayan itu, lalu segera mengambil beberapa set foto dari mejanya, dan memberikannya kepada Adelia.
Disana, ada foto di mana Adelia dan Lucas sedang berciuman.
"Tuan Besar tidak suka Bagaimana kamu menjadi begitu dekat dengan cucunya itu,"
Adelia jelas merasa sangat kaget ketika melihat foto-foto itu, gimana bisa foto semacam itu ada di sana?
"Ini tidak seperti yang terlihat,"
__ADS_1
"Cukup kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa. Tuan Muda Lucas sebelumnya sudah membelamu di depan Kakeknya, namun malah hal itu yang membuat Tuan Besar merasa kecewa, Kamu harusnya paham ada peraturan untuk para pelayan Pribadi tidak boleh memiliki hubungan terlalu dekat ataupun menjalin hubungan asmara dengan Tuan Muda yang mereka layani,"
Adelia jelas paham betul tentang salah satu peraturan itu, itulah kenapa juga dirinya tidak pernah mengharapkan perasaannya akan dibalas oleh Tuan Mudanya.
Bahkan walaupun itu akan mendapatkan balasan, hal-hal berikutnya jelas akan terasa sangat sulit karena perbedaan status yang mereka miliki.
"Aku sungguh-sungguh berminta maaf, ini benar-benar tidak seperti yang terlihat, Aku dan Tuan Muda Lucas, benar-benar tidak memiliki hubungan apapun,"
"Adelia Aku sebenarnya ingin percaya padamu, namun aku sendiri melihat tentang bagaimana hubungan kalian berdua yang menurut ku memang sangat dekat, tidak seperti Tuan dan pelayannya, dimana Tuan Muda Lucas selalu memperlakukanmu dengan istimewa sejak dulu Bahkan dia sering merayakan hari ulang tahunmu?"
Adelia yang ditanya itu jelas segera terdiam karena hal-hal yang barusan dikatakan oleh Kepala pelayan kurang lebih benar.
"Aku kira kamu itu pintar dan waspada, namun hal-hal semacam itu sampai ke Tuan Besar, aku benar-benar tidak bisa apa-apa. Kamu sendiri yang tidak bisa menjaga jarak dengan Tuan Muda Lucas, Apakah kamu tidak sadar dengan status yang kamu miliki? Kamu itu hanya seorang Pelayan yatim Piatu,"
"Saya benar-benar mengerti dengan status yang saya miliki.
"Kalau begitu, kalau kamu sadar aku sekarang memintamu untuk berhenti menjadi Pelayan Tuan Muda Lucas, melihat pandangan kakek tuan muda terlihat Dia sangat kecewa dengan cucunya itu, keberadaanmu saja sudah membuat Tuan Muda Lucas merasa terbebani, Kamu paham apa yang aku katakan bukan?"
Adelia yang mendengar itu segera terdiam, karena dirinya tidak tahu harus berbuat apa.
"Kamu tahu ini bukanlah sebuah pilihan, ini adalah perintah dari Tuan Besar, Aku harap kamu akan memaafkanku, hal-hal di Panti Asuhan, akan tetap dilanjutkan seperti biasa, jadi pergilah dengan tenang,"
Kata-kata itu, terlihat sangat dingin dan menusuk yang membuat Adelia merasa merinding, sampai Kemudian beberapa orang masuk ke dalam ruangan itu.
Melihat orang-orang itu datang firasat Adelia menjadi buruk.
Dan benar saja mereka segera menangkap Adelia.
"Tuan... Jangan seperti ini tolong lepaskan saya..."
"Baik Kepala Pelayan,"
Adelia masih mencoba untuk memberontak, namun dirinya gagal.
"Kepala Pelayan, kumohon selamatkan aku,"
Kepala Pelayan itu, segera mendekati Adelia, dan berbisik, hingga hanya Adelia yang mendengarkan suaranya.
"Maaf Adelia, Kamu sebenarnya adalah orang yang sangat berbakat, Aku cukup sangat yakin dengan kemampuanmu namun Kamu benar-benar mengecewakanku dengan memiliki hubungan dengan Tuan Muda Lucas, bahkan walaupun kalian tidak memiliki hubungan namun jangan kamu pikir aku tidak tahu, bahwa kamu selama ini mencintai Tuan Muda Lucas bukan?"
Adelia yang mendengar itu segera terdiam karena tidak menyangka perasaan yang selama ini dirinya simpan malah bisa ketahuan seperti ini.
Adegan berikutnya, Adelia dibawa oleh beberapa orang berbaju hitam itu, keluar dari sana.
Dan ternyata, ada seseorang yang merekam adegan ketika Adelia di seret itu.
"Pfff, Aku yakin dengan ini Si Brengsek Lucas itu, akan mengamuk, sangat bagus bisa menyingkirkan Pelayan menyebalkan ini, dan bisa membuat Lucas marah, lihat nanti apa yang akan dia lakukan begitu tahu jika pelayan tercintanya itu di lenyapnya,"
Pria yang merekam itu, terlihat tertawa senang ketika melihat adegan itu.
Adelia sendiri, saat ini mulutnya dibekap, dan matanya di tutup, juga kedua tangan dan kakinya saat ini mulai diikat dan dimasukkan ke dalam sebuah mobil.
Adelia benar-benar takut.
__ADS_1
Hal yang paling dirinya pikirkan adalah, Tuan Mudanya.
Dirinya bahkan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal dengan benar.
Apakah tadi pagi akan menjadi hari terakhir dirinya bertemu dengan Tuan Mudanya?
Semakin memikirkan ini membuat Adelia semakin takut.
Namun setidaknya dirinya merasa cukup puas, sudah pernah menyatakan perasaannya pada Tuan Mudanya itu, bahkan walaupun itu tidak mendapatkan balasan namun tidak apa-apa.
Tidaknya dirinya tidak menyimpan perasaan ini sampai mati...
Adelia yang disekap di dalam mobil itu merasa sangat putus asa, cukup lama Adelia merasa ada disana, sampai mobil itu berhenti.
Kali ini, mata Adelia dibuka.
Yang ada di hadapannya adalah ujung dari sebuah tebing, ini cukup tinggi, dan jelas di bawah sana adalah jurang yang suram.
Dirinya tidak tahu ini di mana, Adelia ingin melawan namun tubuhnya sudah diikat dan membuatnya tidak bisa melawan.
Apakah ini benar-benar saat terakhirnya?
Setidaknya...
Dirinya masih ingin bertemu dengan Tuan Mudanya...
Nanti setelah dirinya pergi, Apakah Tuan Mudanya akan tidak apa-apa?
Apakah Tuan Mudanya akan sedih dengan kepergiannya?
Ataukah Tuan Mudanya tidak sedih dan hanya menganggap ini hal-hal yang berlalu?
Setelah semua dirinya ini hanya seorang pelayan.
Pelayan Pribadi Ekslusif milik Tuan Mudanya.
Hubungan mereka hanya sebatas itu, Tuan Muda dan Pelayannya...
Ah...
Seandainya saja...
Dirinya terlahir dalam Keluarga yang lebih baik, apakah dirinya akan bisa bertemu dengan Tuan Muda Lucas dengan normal?
Lalu bisa jatuh cinta padanya, dan mungkin saja mereka benar-benar bisa berakhir bersama.
Namun sayangnya kenyataan tidak bisa seperti itu.
Dirinya masihlah seorang Pelayan yang tidak layak untuk Tuan Mudanya...
Adelia menatap ke arah jurang dalam di sana, jelas dirinya merasa takut.
Dirinya benar-benar masih sangat ingin untuk melihat wajah Tuan Mudanya...
__ADS_1
Setidaknya untuk terakhir kalinya...
Dan begitulah, Adelia di lemparkan ke dalam Jurang itu oleh orang-orang itu.