
"Ayolah!, ayolah kakek buyut!, berikan harta mu itu pada ku!," racau Albert sembari terus mencangkul tanah di ruang bawah tanah hingga tak menghiraukan lagi keringat yang mengucur di sekujur tubuh nya.
Sementara Mastany terus saja menatap ke arah galian yang semakin lama semakin dalam di gali oleh Albert.
Perasaan nya begitu bercampur aduk saat itu.
Inilah, inilah saat nya, kebebasan mu Queensany!, batin Mastany hampir tak berkedip menanti lubang itu tergali sampai ke dasar.
Dengan tangan itu kau mengubur ku, dan dengan tangan itu pula aku bebas!, dunia harus tahu kebenaran nya, sejarah harus bisa di ubah bagaimana pun cara nya, batin Mastany tanpa menghiraukan Sesil yang semakin tertekan akan keadaan saat itu.
Lambat laun, galian tanah semakin dalam, namun semangat Albert nampak belum surut mengejar harta impian nya.
Beberapa saat kemudian, cangkul Albert berhenti bergerak.
Dengan cepat Albert segera membuang cangkul nya dan meneruskan galian nya dengan kedua tangan nya serta mencoba memastikan apa yang mungkin membentur cangkul nya secara tiba tiba.
Di sisi lain, Mastany tak sadar jika saat itu air mata nya mulai menetes menyaksikan semua nya.
Apa yang ia impikan selama ini benar benar telah terwujud.
Dengan begitu tak sabar, Albert terus mencari cari benda keras yang telah membentur cangkul nya.
Perlahan, Albert berhenti bergerak, badan nya mematung seketika, tatapan nya membulat sempurna tanpa berkedip.
Wajah nya tiba tiba berubah menjadi pucat pasi.
"Kau sudah menemukan harta mu sayang?," ucap Mastany sembari menyeka air mata nya sendiri.
Ia mencoba menata niat nya kembali dan mencoba agar tidak lemah dengan kembali ke tujuan awal nya.
Menghancurkan Albert dan membalaskan dendam nya di masa lalu.
Seketika tubuh Albert tersentak ke belakang, sebuah benda keras yang sempat ia pegang kini ikut terpental hingga tepat mendarat di hadapan Sesil yang masih meringkuk ketakutan.
__ADS_1
"A- apa itu!, jauhkan dari ku!, menjijikkan!, kenapa benda seperti itu bisa ada di sini!," seru Albert dengan begitu histeris nya.
Membuat Sesil perlahan menatap ke arah benda yang membuat Albert begitu ketakutan melebihi ketakutan nya saat berhadapan dengan Mastany yang jelas jelas ingin membunuh nya.
"Arrrrgh!!!, menjauh dari ku!, tolong!, tolong jauhkan itu dari ku!, aku mohon!," teriak Sesil lebih histeris nya dari pada Albert saat menatap benda di hadapan nya yang ternyata merupakan tengkorak utuh dari Queensany di masa silam.
"Kenapa kalian begitu berlebihan?," ucap Mastany dengan santai nya sembari memungut tengkorak kepala itu.
"A- apa kau tahu tentang ini semua?, si-siapa sebenar nya diri mu?," seru Albert begitu syok akan apa yang tengah terjadi saat itu.
Tangan nya begitu gemetar, ia begitu tak percaya telah memegang sebuah tengkorak kepala manusia beberapa detik yang lalu.
Sementara Sesil masih menangis histeris sembari terus mencoba mendobrak pintu di belakang nya, ia begitu berharap bisa terlepas dari situasi itu.
"Tolong!, siapa pun tolong aku," rintih Sesil begitu tak berdaya saat itu.
"Apa kau percaya jika ku katakan kalau aku adalah Queensany?," ucap Mastany sembari menatap tajam ke arah Albert yang nampak begitu keras mencoba mencerna ucapan daru Mastany.
"Aku memang Mastany Albert, tapi di kehidupan ku yang dulu aku adalah Queensany, dan ini adalah tengkorak milik ku," ucap Mastany dengan mata yang basah saat mengatakan kenyataan itu.
Sesaat Albert nampak tercengang mendengar semua itu.
Bahkan Sesil yang mendengar semua itu, seketika ikut terdiam dan mencoba mencerna apa yang tengah di utarakan Mastany saat itu.
Ia seakan merasa, tidak ada kebohongan dari mulut Mastany saat mengungkapkan itu semua.
Sesil mulai mendengarkan percakapan antara Albert dan juga Mastany setelah nya.
Ia bak seorang penonton di sebuah teater yang begitu penasaran akan cerita tersembunyi dari cerita yang tengah di perankan para tokoh nya.
Walaupun ketakutan dalam diri nya masih tak bisa ia redam saat itu.
"A- apa yang kau maksud Queensany istri pertama kakek buyut ku yang tak tahu diri itu!," seru Albert membuat Mastany semakin marah di buat nya.
__ADS_1
"Tutup mulut mu!. Jika aku bisa!, aku akan memutar otak mu itu agar bisa mengingat masa lalu dengan jelas Yossep!," sentak Mastany sembari mengacungkan pisau nya tepat kehadapan Albert.
Membuat Sesil kembali syok dan meringkuk ketakutan.
"Turunkan pisau mu!, turunkan!," ucap lirih Sesil dengan nada suara yang bergetar.
"Kau memanggil ku Yossep?," ucap Albert begitu bingung di buat nya.
"Kau adalah reinkarnasi Yossep!, itulah kenyataan nya Albert!," seru Mastany membuat Albert begitu tak percaya di buat nya.
"Kau gila!, kau benar benar gila!," sentak Albert tak menganggap ocehan Mastany adalah sebuah kebenaran.
"Itulah kenyataan nya, bagaimana pun keras nya kau mengelak nya Albert. Dan ya!, aku lah yang membunuh kekasih mu Petra!, dan apa kau tahu siapa itu Petra?, perempuan yang menjadi sumber semua penderitaan ku di masa lalu!," seru Mastany sembari menangis meluapkan rasa sakit nya selama ini.
Sesaat Albert terdiam mendengar ucapan Mastany.
Lalu perlahan ia mulai bangkit dari rasa takut nya dan mencoba masuk ke dalam cerita yang di bawa oleh Mastany malam itu.
"Kau mau bilang kalau Petra itu Kristani?, nenek buyut ku?. Jika itu benar, lalu kenapa kau dendam kepada kami?, hem!, harus nya aku lah yang dendam pada mu!, wanita yang tak tahu diri yang telah meninggalkan suami nya dengan pria lain bahkan di malam pernikahan nya!," seru Albert membuat Mastany tertawa begitu kencang nya.
"Itulah cerita yang kalian buat untuk menjatuhkan nama ku, untuk membuatku buruk di mata dunia!. Berpikirlah Albert, jika semua cerita leluhur mu itu benar, kenapa aku bisa berakhir dengan mengenaskan di ruang bawah tanah Kastil ini, apa itu tak terdengar janggal buat mu?, hem!," ucap Mastany sembari menatap binar ke arah kerangka nya yang masih membekas sisa sisa gaun pengantin yang membalut nya walaupun sudah tak utuh lagi.
Cukup lama Albert terdiam, otak nya mencoba mengingat kejadian yang tengah di ceritakan oleh Mastany saat itu.
Namun seberapa keras ia mencoba, ia bahkan tak mengingat apapun di masa kehidupan nya yang dulu.
Albert begitu bimbang, kebohongan atau kebenaran lah yang sedang Mastany ungkapkan saat itu.
Entah kenapa, hati nya tak lagi mengelak bahwa cerita yang tengah Mastany sampaikan saat itu adalah benar ada nya.
"Apa yang aku lakukan kepada mu saat itu?," tanya Albert memecah keheningan.
"Kau tak tahu?, baiklah akan aku ceritakan sayang. Di malam pengantin kita, kau memperkenalkan Kristani kepada ku, dengan tipu daya, kau membuatku menyerahkan semua harta ku dengan suka rela pada mu. Namun semua itu belum cukup untuk kalian, dengan pisau ini, pisau yang di bawa oleh Kristani, kalian mengejar ku tanpa ampun, sembari tertawa bahagia kalian menyiksa ku!, dan ku rasa kau tahu akhir nya Albert," seru Mastany menceritakan kisah nya di masa lalu dengan berlinangan air mata.
__ADS_1