
Yekka nampak begitu gelisah dan ketakutan di lorong ruang tunggu rumah sakit.
Tangan nya begitu gemetar tanpa henti terlebih saat melihat banyak noda darah yang menempel pada tangan dan pakaian nya saat itu.
"Sus!, bagaimana keadaan nya?," seru Yekka bergegas menghadang seorang suster yang saat itu keluar dari ruang tindakan.
"Maaf tuan, tolong beri saya ruang," ucap sang suster segera menghindar dari hadapan Yekka.
Ia begitu nampak pergi dengan tergesa gesa lalu kembali lagi dengan membawa peralatan medis yang nampak asing bagi orang awam seperti Yekka.
Suster juga nampak begitu tergopoh gopoh masuk kembali ke dalam ruang tindakan di mana Mastany tengah di tangani oleh ara dokter.
Tiba tiba, Yekka teringat akan sepucuk surat yang ia temukan di genggaman Mastany saat perjalanan mereka ke rumah sakit.
Perlahan ia duduk di lantai dan mencoba merogoh surat itu dari saku baju nya.
"Sebenar nya apa mau mu kali ini Mastany?, apa yang coba kau buktikan dengan melakukan hal bodoh seperti itu," keluh Yekka masih tak habis pikir jikalau Mastany begitu depresi dengan semua yang telah terjadi akhir akhir ini.
Hingga Mastany begitu nekat mencoba mengakhiri hidup nya sendiri malam itu.
__ADS_1
Saat ia mencoba membuka selembar surat yang telah kusut itu.
Mata nya langsung terbelalak sempurna dan bahkan membuat mata nyata tak berkedip sedikit pun saat membaca nya.
Hingga ia tak menyadari bahwa Serril telah sampai dan tengah mendekat ke arah nya dengan nafas yang masih terengah engah.
Mungkin saja jika ia bukan seorang ibu yang sedang mengkhawatirkan putri nya, ia mungkin sudah pingsan sejak berada di Kastil saat melihat darah dan raga tak berdaya Mastany beberapa saat yang lalu.
"Yekka?, bagaimana dengan putri ku?, dia selamat kan?," tanya Serril begitu tak sabar mendengar kabar tentang Mastany.
Namun, Yekka saat itu masih diam tak bergeming sedikitpun dari menatap selembar kertas di tangan nya.
Perlahan Yekka mencoba menarik nafas panjang dan mengatur kontrol nafas nya yang sangat jelas terlihat bahwa Yekka sedang dalam kondisi syok dan terkejut saat itu.
Segera Yekka berusaha mengambil Carlos dari pelukan Serril dan ia juga segera memberikan surat yang ada di tangan nya kepada Serril.
"A- apa ini?," tanya Serril merasa semakin gelisah, ia merasa akan ada lagi tulisan tulisan dari Mastany yang membuat nya semakin hancur saat membaca nya.
Setelah sebuah surat juga telah ia temukan sebelum nya di dekat perapian tepat di malam itu juga.
__ADS_1
"Assalammualaikum Ummi,".
Lewat surat ini putri mu ini hanya ingin meminta maaf atas semua kebodohan ku yang telah membuat kalian begitu kecewa.
Aku dengan mudah nya melupakan semua ajaran baik Ummi dan Abi sejak aku masih kanak kanak hingga sekarang.
Hingga membuat Abi pergi dengan membawa rasa kecewa yang begitu besar kepada diri ku ini.
Sekali lagi maafkan anak mu ini Ummi,
Abi dan Ummi jangan khawatir, aku akan mencoba menebus semua kesalahan ku itu.
Hanya Ummi satu satu nya orang tua yang kini aku miliki, yang kehadiran dan kasih sayang nya tak pernah bisa aku dapat kan di kehidupan ku yang dahulu.
Tolong berikan maaf mu itu pada ku Ummi.
Sepotong penggalan di surat pertama itu sudah begitu membuat Serril begitu syok dan remuk redam saat membaca nya.
"Apa lagi yang coba Mastany sampaikan kali ini?," seru Serril sesenggukan sembari mencoba mulai membaca surat kedua yang telah di temukan Yekka di tangan Mastany beberapa jam yang lalu.
__ADS_1