Pembalasan Queensany

Pembalasan Queensany
Bab 40.


__ADS_3

"Kenapa kalian menatap ku seperti itu?, bagaimana keadaan nya?," ucap Mastany seketika memecah keheningan.


Begitu ia sampai, hanya satu yang ingin ia dengar, putra nya selamat dan dalam keadaan baik baik saja.


Namun hanya tatapan kecewa yang terus tertuju ke arah Mastany.


Membuat nya semakin gusar dan khawatir.


"Aku tahu aku salah, aku minta maaf, aku seharusnya ada di sini untuk selalu menemani Carlos. Tapi percayalah, aku pergi karna aku punya urusan di luar yang tak bisa ku tinggal, yang terpenting sekarang aku telah kembali, oke," ucap Mastany sembari menatap sang Abi yang seakan tak mau hanya untuk sekedar menatap nya.


"Yekka, kau percaya pada ku kan?," seru Mastany seketika berbalik menatap sang kekasih yang selama ini tak pernah mempertanyakan apapun yang Mastany telah lakukan.


Namun kali ini, Yekka pun hanya diam sembari menatap kecewa ke arah wanita yang begitu ia cintai itu.


Perlahan ia menatap ke arah ruangan di mana sang putra masih tak sadarkan diri di sana.


"Dia masih kecil Mastany, apa salah nya?," ucap Yekka membuat Mastany begitu terkejut mendengar nya.


"Aku sudah jelaskan semua nya Yekka!, apa itu belum cukup untuk kalian?," seru Mastany kini berpindah menata sang Ummi.


Serril hanya tertunduk diam tanpa membela nya seperti yang biasa ia lakukan.


Kini ketiga orang yang ia begitu cintai telah kecewa begitu besar pada diri nya.


...***...


"Aku minta maaf", ucap Mastany sekali lagi setelah cukup lama semua orang mengabaikan keberadaan nya saat itu.


"Sebaik nya simpan kata maaf mu untuk cucu ku, dia malaikat kecil ku yang tak seharusnya mendapatkan perlakuan buruk seperti ini!," seru William sembari mengepal kedua tangan nya.


"Sudahlah Abi, tenangkan dirimu, yang terpenting cucu kita sudah aman sekarang," ucap Serril membuat Mastany begitu lega saat mendengar nya.

__ADS_1


Pasal nya hanya itu saja kabar yang ingin ia dengar dari sang putra.


"Bagaimana aku bisa tenang!, mungkin kata maaf dari mulut nya saja tak bisa menebus rasa sakit yang telah di rasakan Carlos saat ini," seru William sembari mencoba mengatur nafas nya yang tak beraturan karna marah.


"Tenanglah tuan, sebaik nya anda duduk kembali," ucap Yekka sembari memapah William tuk kembali duduk di kursi tunggu rumah sakit.


Sementara hanya diam yang di tunjukkan Mastany setelah nya.


Ia tak mau semakin memperkeruh keadaan dan mengakibatkan ia bisa saja di usir dari sana.


"Selamat malam," seru sebuah suara tiba tiba bergerak menuju mereka.


"Apa ada yang bisa kami bantu sir?, sahut Yekka saat menatap heran ke arah dua polisi yang tiba tiba mendatangi mereka.


Sementara Mastany berusaha untuk tak terlihat mencurigakan karna ia tahu apa yang ingin di sampaikan oleh pihak kepolisian malam itu.


"Kebetulan kalian datang ke sini, aku mau melaporkan suami ku atas kelalaian nya menjaga putra kami hingga membuat nya masuk ke rumah sakit ini," seru Mastany mencoba memperlihatkan kesedihan nya saat itu.


"Kedatangan kami kesini juga karna ingin membahas tentang tuan Albert Umma, tapi bukan karna masalah itu," sahut seorang kepala polisi.


"Maafkan kami tuan, hanya Umma Mastany lah keluarga tuan Albert yang kami ketahui," ucap seorang polisi saat melihat ada rasa keberatan yang di tunjukkan William atas kedatangan mereka saat itu.


"Kalau begitu diskusikan lah dengan nya, aku tak mau dengar apapun tentang Albert lagi," seru William hanya bisa membuat Serril mengusap usap lembut dada sang suami berharap kesehatan sang suami tak menurun saat itu.


"Umma, tuan Albert telah terbunuh malam ini," ucap sang kepala polisi membuat semua nya langsung tercengang mendengar nya.


"Terbunuh?, ta- tapi baru beberapa jam lalu aku mengambil anak ku dan ia masih terlihat bersenang senang dengan seorang wanita pelac*r di ruang kerja nya," sahut Mastany dengan berlaga begitu syok dan terluka saat mendengar nya.


Sementara William dan Serril seketika langsung menatap ke arah sang putri setelah mendengar penjelasan itu dari mulut Mastany.


Mereka begitu tak menyangka cerita macam itulah yang ternyata di alami sang putri terlepas dari kemalangan yang menimpa Carlos malam itu.

__ADS_1


Namun berbeda dengan tangkapan Yekka saat itu.


Pandangan nya masih penuh dengan tanda tanya dan asumsi besar ke arah Mastany.


Apakah kau yang telah membunuh Albert?, apa itu urusan yang ingin kau selesaikan saat anak kita sedang berjuang hidup di dalam sana?, oh tuhan!, kenapa aku tak menyadari nya sedari awal, batin Yekka namun memilih diam saat itu.


"Dia di bunuh oleh dua orang wanita di ruang bawah tanah," ucap sang polisi menjelaskan.


"Aku sudah ingatkan kepada nya berkali kali, jangan bermain dengan sembarang wanita, tapi apalah daya ku tuan, aku hanya sebatas istri yang tak di hargai oleh nya, bahkan nyawa anak nya pun ia coba jadikan lelucon," seru Mastany sembari berlaga menangis tersedu sedu saat itu.


Melihat keadaan putri nya yang begitu terlihat rapuh, Serril perlahan mendekati nya dan memeluk nya selayak nya seorang ibu kepada sang anak yang tengah bersedih.


"Jasad tuan Albert tengah kami otopsi, kami memerlukan kehadiran Umma di kantor polisi untuk proses selanjut nya," ucap sang polisi tanpa rasa curiga sedikitpun ke pada Mastany.


"La!, aku lebih baik menemani anak ku di sini dari pada mengurus lelaki itu," ketus Mastany menolak mentah mentah ajakan itu.


"Tapi kami membutuhkan persetujuan dan keterangan Umma untuk melanjutkan proses hukum ini," ucap sang polisi penuh harap Mastany bisa membantu mereka agar bekerja lebih cepat menyelesaikan masalah itu.


"La!, apa kalian tak dengar!," sentak Mastany mulai marah.


"Sudahlah sir, biar aku saja yang ikut kalian, aku juga begitu tahu kehidupan tuan Albert karna aku pernah bekerja dengan nya cukup lama," ucap Yekka menawarkan diri nya.


"Apa kau yakin tuan?," tanya sang kepala polisi begitu ragu akan keputusan Yekka saat itu.


"Sebaik nya kita pergi sekarang, biarkan mereka tenang menjaga anak dan cucu mereka di sini," ucap Yekka tak berselang lama langsung berjalan pergi bersama kedua polisi itu.


"Apa Albert seburuk itu nak?," tanya Serril begitu merasa bersalah karna telah menyalahkan sang putri tanpa mendengar keluh kesah nya tentang apa yang telah terjadi pada ia dan sang cucu.


Melihat sang Ummi mulai kembali bersimpati pada nya, Mastany langsung memanfaatkan keadaan itu dengan menunjukkan seolah olah diri nya lah yang paling menderita saat itu.


Mastany langsung mengangguk dan menangis histeris di pelukan sang Ummi.

__ADS_1


Membuat Serril serta William begitu terenyuh saat itu.


Seketika amarah mereka perlahan memudar dan berganti menjadi rasa iba kepada sang putri.


__ADS_2