Pembalasan Queensany

Pembalasan Queensany
Bab 37.


__ADS_3

Dalam beberapa menit, Albert tiba tiba berubah menjadi pendengar yang baik akan cerita yang tengah di sampaikan oleh Mastany kepada nya.


Hal yang tak pernah ia duga sebelum nya.


Bahwa sebenar nya reinkarnasi itu bukan lah sekedar bualan orang orang semata.


Tatapan mata Albert saat itu seakan mengartikan bahwa ia begitu tak menyangka dengan kehidupan nya di masa lalu.


Apakah aku seburuk itu?, hingga mampu membunuh seseorang?, batin Albert sembari menatap ke arah di mana kerangka Queensany berada.


"Ya!, kau memang seburuk itu Albert!, benar benar buruk!, lelaki biadab!, tak bermoral!," sentak Mastany seakan bisa menebak apa yang kini terlintas di pikiran Albert.


Sementara Albert masih terdiam bingung di tempat nya berada.


"A- ku tidak tahu menahu akan semua itu, bahkan sekilas pun aku tak mengingat semua kejadian itu!, bagaimana bisa kau mau menghakimi ku atas dosa yang tak ku tahu, itu tak adil!," seru Albert mencoba membela diri nya atas perbuatan yang ia rasa tak pernah ia lakukan.


"Lalu bagaimana dengan ku Albert?, lihatlah!, kerangka ku sudah jelas terlihat di mata mu bukan!, kau bilang jangan menghakimi mu!, kau bergurau!," sentak Mastany begitu tak terima akan pembelaan Albert saat itu.


"Tidak!, kau pembohong Mastany!, ini semua hanya tipu muslihat mu!," teriak Albert mencoba meraih cangkul yang tak jauh dari nya dan segera menodong Mastany tanpa ragu.


"Kali ini tidak lagi Albert, malam ini bukan darah ku yang akan tumpah, tapi darah mu!," seru Mastany tanpa takut mulai berjalan mendekati Albert.


"Hentikan!, aku bisa saja bertindak lebih dari ini wanita iblis!," sentak Albert sembari mencoba memukul Mastany dengan cangkul di tangan nya.


Crass....!!


"Hentikan!, hentikan semua ini!," teriak Sesil dengan histeris nya saat melihat darah segar mengalir di lengan Mastany.


Namun tidak ada ekspresi ketakutan sedikitpun di wajah Mastany saat itu.


Bahkan ia terus melangkah semakin dekat ke arah Albert sembari menodongkan pisau nya semakin tinggi ke arah Albert.


"Aku tak peduli dengan apapun lagi Albert, yang ku inginkan hanyalah melihat mu mati mengenaskan seperti Petra," ucap Mastany sembari terus menepis serangan serangan dari Albert.


Melihat posisi nya begitu lemah saat itu, Albert mencoba mencari cara untuk membuat Mastany lemah dari dalam.

__ADS_1


"Apa kau tidak kasihan sedikitpun kepada putra kita?, hem!, dia mungkin sedang menangis menunggu kedatangan kita, bisa bisa nya kau di sini dengan niat ingin menghabisi ku," seru Albert namun sedikitpun tak bisa membuat todongan pisau dari Mastany melemah.


Bahkan sesaat kemudian, sebuah tawa lah yang keluar dari mulut Mastany saat itu.


Membuat Albert begitu heran di buat nya.


"Albert, Albert. Sayang, pakai otak mu!, aku bahkan rela menyewa jasa pelac*r untuk memuaskan mu setiap malam nya, aku begitu tak sudi kau menyentuh ku!, aku bahkan begitu benci dan berniat membunuh mu setiap melihat muka mu itu!," seru Mastany membuat Albert langsung mematung seketika.


"A- apa maksud ucapan mu?," ucap Albert begitu lemas di buat nya.


"Ku yakin kau sudah tahu jawaban nya bukan?, jadi jangan bawa bawa Carlos lagi untuk merayuku Albert, itu tidak ada guna nya," seru Mastany kembali tertawa dengan kencang nya.


Ia begitu puas melihat raut wajah Albert yang begitu pucat saat itu.


"A- apakah Yekka?," ucap Albert dengan nada suara yang bergetar tak berdaya menerima kenyataan itu.


"Tepat sekali," sahut Mastany membuat Albert langsung terduduk lemas di tanah.


"Kenapa kau lakukan ini semua Mastany?, kau telah menipu ku mentah mentah!," ucap lirih Albert dengan pandangan mata yang kosong penuh akan keputusasaan.


Crass!!..


Seketika darah segar mengalir di leher nya, serangan Mastany saat itu begitu sulit ia hindari.


"Aku tak mau mati, aku tak mau mati," racau Sesil semakin bertingkah tak karuan di sudut ruangan itu.


Ia begitu takut setelah urusan dengan Albert selesai Mastany juga akan membantai nya tanpa ampun.


"Itu belum seberapa Albert, kau tak akan bisa membayangkan rasa sakit nya seluruh pisau ini menembus perut mu itu berulang ulang kali seperti yang kau lakukan kepada ku dahulu," ucap Mastany sembari mengusap lembut darah yang membekas di pisau yang ada di tangan nya.


"Enyahlah dari hadapan ku wanita iblis!," teriak Albert semakin terbakar emosi.


Ia seketika berlari dan menerkam leher Mastany dengan satu tangan nya sembari satu tangan yang lain mencoba mengunci pergerakan pisau yang ada di genggaman Mastany.


Ia begitu merasa dipermainkan sebagai seorang lelaki.

__ADS_1


"Jangan coba coba Albert, aku tak akan mati di tangan mu lagi tuk kedua kali nya," ucap Mastany walaupun dalam posisi yang tak bisa berkutik saat itu.


"Jangan macam macam dengan ku Mastany, kau sudah berani berurusan dengan seorang lelaki seperti ku, bahkan kau juga telah menipu ku untuk merawat anak haram kalian!, jadi rasakan amarah ku!," bisik Albert semakin kencang mencekik leher Mastany.


"Lepaskan," ucap lirih Mastany semakin kehabisan nafas.


"Tidak akan. Dan ya, ku pikir pikir jika semua cerita mu itu benar, tak ada yang salah dengan tindakan ku di kehidupan yang dulu, untuk apa aku memilih wanita lemah dan biasa seperti mu saat ada Kristani maupun Petra atau siapa lah kau menyebut nya, yang lebih segala nya di mata ku," ucap Albert membuat amarah Mastany kembali memuncak.


"Kau!," seru Mastany namun segera di bungkam dengan cekikan yang lebih kuat lagi oleh Albert.


"Lepaskan dia tuan!, dia bisa mati," seru Sesil namun segera di hempas dengan kasar oleh Albert.


"Sudah ku bilang!, menjauh lah dari ku wanita kotor!," teriak Albert sedikit lengah dengan sasaran utama nya.


Saat ia berbalik kembali memandang wajah Mastany.


Ia langsung tertawa penuh kemenangan saat melihat bahwa Mastany telah terpejam dan tak lagi bernafas.


"Itulah akibat nya jika bermain main dengan ku Mastany," ucap Albert langsung melepaskan cengkraman nya dan kembali memungut cangkul tak jauh dari tempat nya berada.


"Tenanglah Mastany, jasad mu akan ku letakkan berdampingan dengan jasad mu yang dahulu," ucap Albert tersenyum dengan licik nya sembari tangan yang tanpa henti terus mencangkul peristirahatan terakhir tuk Mastany di samping kerangka Queensany.


Melihat fokus Albert hanya untuk menguburkan Mastany.


Sesil berusaha kabur dari sana melewati pintu masuk ke ruangan itu yang kini tidak lagi di hadang oleh Mastany.


Aku tak mau mati seperti dia, tidak!, batin Sesil sembari merangkak menuju pintu keluar.


Namun tiba tiba langkah nya di hadang oleh Albert seketika.


"Mau kemana kau?," ucap Albert menatap bengis ke arah Sesil.


"Biarkan aku pergi, aku mohon," ucap Sesil dengan berderai air mata.


"Tidak akan!, kau adalah saksi hidup atas kejadian ini, jadi kau tidak boleh keluar dari tempat ini," ucap Albert sembari menarik rambut Sesil dan menyeret nya kembali ke sudut ruangan itu.

__ADS_1


"Tetaplah di sini sampai aku selesai dengan nya!," sentak Albert membuat Sesil kembali histeris tak karuan.


__ADS_2