Pembalasan Queensany

Pembalasan Queensany
Bab 39.


__ADS_3

Mata Pio seketika langsung membulat sempurna saat menatap Albert yang telah meninggal dengan luka penuh tusukan di area perut.


"A- ada apa sebenar nya ini?," keluh Pio begitu penasaran dengan cerita di balik kematian Albert yang sempat ia lewatkan malam itu.


Pandangan nya masih berusaha mencari di mana sosok Mastany yang ia yakin telah kembali ke Kastil itu demi misi balas dendam nya.


Lalu tiba tiba pandangan nya tertuju pada Sesil yang masih saja meringkuk ketakutan di tempat nya berada.


"Kau?," ucap Pio tak habis pikir, wanita yang ia andalkan untuk melumpuhkan Albert serta Mastany nyata nya hanya bisa meringkuk ketakutan di sudut ruangan.


Dengan segera Pio mengambil pisau berkarat yang di duga kuat ialah pisau yang sama untuk membunuh Albert.


Tanpa pikir panjang, Pio segera memeriksa pisau itu sembari menatap tajam ke arah Sesil.


Belum sempat Pio mendapat kepastian dari mulut Sesil akan semua itu.


Tiba tiba suara derap polisi begitu jelas terdengar, seakan mereka telah bersiap mengepung Pio dari segala sisi.


Membuat Pio tak bisa berkutik lagi sembari secara reflek membuang pisau yang berada di tangan nya


"Jangan bergerak!," sentak seorang polisi sembari menodong Pio dengan pistol nya.

__ADS_1


"A- Apa salah saya?, seru Pio tergagap gagap.


Ia benar benar tak tahu apa yang sebenar nya telah terjadi.


"Sekarang kau ikut kami!, pembunuh harus segara di adili sesuai aturan negara ini," seru seorang polisi sembari terus menodong Pio dengan pistol nya.


Mendengar ucapan sang polisi, Pio segera tercengang dan langsung melihat ke arah kedua tangan nya yang berlumuran darah.


"Kalian salah paham, aku bukanlah pembunuh Albert!," sentak Pio tak terima.


"Sebaik nya kau jelaskan di kantor," sahut seorang polisi mencoba memborgol tangan Pio saat itu juga.


Dengan terus memberontak tak bersalah, Pio tetap saja di giring ke kereta kepolisian.


"Aku tak bersalah!, tolong lepaskan aku!," seru Sesil dengan ekspresi yang aneh.


Sekejap ia bersedih saat kepolisian meringkus nya, tetapi beberapa saat kemudian ia tiba tiba tersenyum dan tenggelam dalam pikiran nya sendiri.


Dengan cepat nya, pihak kepolisian yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit segera membawa mayat Albert untuk segera di autopsi.


Membuat semua orang yang tinggal di sekeliling bangunan kuno itu kini berhamburan keluar demi menyaksikan kejadian malam itu.

__ADS_1


Sementara di kejauhan, Mastany berjalan dengan santai nya kembali ke rumah sakit tanpa kembali mau menoleh ke belakang.


"Jangan pernah bermain main dengan Mastany," ucap Mastany sembari berjalan semakin dekat menuju rumah sakit.


Ia begitu berharap sang putra bisa selamat kala itu.


"Hanya kau nak, hanya kau lelaki terpenting dalam hati ibu saat ini, jadi kuatlah untuk ibu," ucap Mastany sembari berjalan dengan penuh penasaran.


Bahkan perasaan penasaran nya semakin besar saat tatapan tajam dan marah orang tua nya serta Yekka menyambut kedatangan nya saat itu.


Sementara di kantor kepolisian, Pio dan Sesil sedang dalam pengawasan penuh pihak kepolisian.


"Cepat masuk!," sentak seorang polisi segera mendorong tubuh Pio dan Sesil untuk masuk ke dalam sel tahanan.


"Kalian bisa aku tuntut jika nanti nya aku keluar dari sini!, ini tak adil bagi ku!, aku tak pernah melakukan itu semua!, aku bukan pembunuh!, sebagai polisi kalian begitu tak becus membedakan yang benar dan yang salah di sini!," teriak Pio terus menerus hingga membuat pihak kepolisian menjadi geram.


"Diam!, hasil pemeriksaan barang bukti lah yang akan membuktikan kau sebenar nya bersalah atau tidak dalam hal ini. Tapi secara pribadi aku begitu yakin bahwa pelaku pembunuhan itu ialah kau," seru seorang polisi seketika membuat Pio tercengang.


Seakan otak nya mencoba mencerna dan memahami apa yang tengah menimpa diri nya saat itu.


Matanya seketika terlihat begitu syok saat mendapatkan kesimpulan dari semua nya.

__ADS_1


"A- apa ini jebakan dari Mastany?," ucap lirih Pio sembari merebahkan tubuh nya terkulai lemas di sudut tembok sel penjara itu.


__ADS_2