
Selama ini Li Hong tidak pernah memberikan token miliknya kepada orang lain. Dia tidak pernah menyuruh utusan untuk mewakili dirinya dan itu sudah menjadi informasi umum. Itulah alasan kenapa Pengurus itu sangat marah. "Apa kau tidak ingin pergi?" bentak Pengurus itu. Bai Lianhue langsung maju. Dia menatap tajam Pengurus itu. Tatapan itu membuat Pengurus itu sedikit canggung. Dia bukan takut, tetapi dia terpesona melihat wajah Bai Lianhue. Bahkan pengurus itu memerah malu.
"Dia bukan penipu,” bela Bai Lianhue.
“Hah?” Pengurus itu mengerutkan keningnya. Dia baru sadar kalau Bai Lianhue sejak tadi sudah ada di sana. Yang berarti Bai Lianhue datang bersama dengan bocah yang ada di hadapannya sekarang. “Kenapa kau bersama dengan bocah itu?” tanya Pengurus itu. Dia menggaruk kepalannya. Dia kebingungan. "Dia adalah murid baru Guru. Dia datang ke sini karena diperintahkan Guru untuk bertemu dengan tuan Lu Lin. Seharusnya kau tidak memarahi dirinya. Kau seharusnya memperlakukan Xiou Yu dengan ramah,” keluh Bai Lianhue.
Pengurus itu terdiam. Dia mulai ingat kalau Li Hong atau Patriarch mereka memiliki murid baru, tetapi dia tidak menyangka kalau Xiou Yu itu adalah bocah yang ada di depannya sekarang. Wajah Pengurus itu langsung panik. "Pokoknya aku tidak akan mengizinkan dia bertemu dengan guru karena guru sibuk. Dia tidak menerima tamu sama sekali,” ucap Pengurus itu. Dia tidak ingin menarik kembali kata-katanya karena itu akan membuat harga dirinya menurut. Apalagi di depan Bai Lianhue.
"Apa kau membantah perintah Guru?" tanya Bai Lianhue. Pengurus itu terdiam. Dia menggaruk kepala sambil berusaha berpikir keras agar dia tidak malu. Sedangkan, Xiou Yu juga terdiam. Dia merasa bersalah karena kekurangan informasi, tetapi dia berani mengambil keputusan yang nekad.
Karena ketergesa-gesaan nya, itu membuat Bai Lianhue menjadi kerepotan."Aku masih tidak bisa
mengizinkan dia bertemu dengan guru. Bagaimana pun guru mengatakan kalau dia tidak ingin bertemu orang dulu dalam satu minggu ke depan," jawab Pengurus itu. Dia masih berusaha mempertahankan
keputusannya.
__ADS_1
Bai Lianhue pun mendekat dan bertengkar dengan Pengurus itu. Keributan itu membuat pengunjung yang lain melihat ke arah mereka. Xiou Yu merasa tidak enak. Dia pun memegang tanam Bai Lianhue. Dia ingin mengajaknya pulang. Tetapi ketika Xiou Yu ingin mengajak Bai Lianhue pulang. Tiba-tiba terdengar suara di pikiran mereka semua. Bai Lianhue, Xiou Yu dan Pengurus itu langsung terdiam.
Mereka tidak berani untuk mengatakan apa pun.
"Jiang Ze, antar mereka ke ruanganku!" ucap suara itu. Jiang Ze tidak punya pilihan selain mematuhi perintah gurunya. Dia pun mengangguk. Suara itu hanya bisa didengar oleh mereka bertiga. Itu adalah suara Lu Lin. Kemampuan itu hanya bisa dilakukan oleh orang yang sudah berada di tingkat surga abadi. Lu Lin sudah berada di tahap surga abadi ke 4.
Dia adalah yang terkuat ketiga di dalam sekte Bulu Emas. Dia sangat disegani, tetapi dia tidak memiliki pengaruh sebesar tetua lainnya. Dia lebih fokus untuk meningkatkan kultivasi miliknya. Dia ingin mencapai tahap tertinggi kultivasi dan ingin mengetahui apakah ada tingkatan yang lebih tinggi daripada tahap surga abadi ke 9.
Menurut Lu Lin, sangat tidak masuk akal kalau tahap surga abadi ke 9 adalah akhir dari tahap kultivasi karena tujuan kultivasi adalah keabadian, tetapi pada tahap surga abadi ke 9 pun. Mereka masih bisa mati karena tua. Paling lama cultivator yang pernah hidup adalah 400 tahun. Itu yang Lu Lin ketahui.
terpesona dengan ruangan milik Lu Lin. Di sana banyak terdapat buku bertebaran dan terjang banyak sekali kaligrafi berbagai bentuk dan ukuran.
Semua kaligrafi itu memiliki keunikan nya tersendiri.
"Kau boleh keluar," ucap Lu Lin. Jiang Ze kaget, tetapi dia langsung pamit dan keluar dari ruangan itu. Sebelum keluar, Jiang Ze menutup pintu ruangan itu lebih dulu. Dia tahu kalau Gurunya tidak suka kalau ada yang mengganggu dirinya ketika adatamu.
__ADS_1
Bai Lianhue dan Xiou Yu langsung duduk di tempat yang sudah tersedia di sana. Mereka merasa agak canggung. Bai Lianhue sudah lama di sekte Bulu Emas, tetapi dia tidak pernah bertemu dengan Lu Lin satu kali pun. "Apa yang kau ingin bicarakan bocah penipu?" tanya Lu Lin. Dia menatap Xiou Yu sambil
tersenyum. Baru kali ini ada yang berani mencuri token milik Li Hong.
Keberanian Xiou Yu patut dihargai menurut Lu Lin. Meski, apa yang Xiou Yu adalah salah. "Aku akan menjadi Patriarch," ungkap Xiou Yu. Lu Lin bukannya kaget, tetapi dia langsung tertawa. Suara tawa itu sangat keras hingga membuat ruangan itu penuh dengan suara tawa miliknya. Padahal dia sudah tidak muda lagi, tetapi dia masih memiliki semangat anak mudah.
"Apa yang membuatmu yakin kalau si Tua itu akan mengangkat mu sebagai pengganti dirinya? Dia tidak akan sebarangan memilih orang. Bahkan Li Huang yang sudah dia angkat sebagai anak saja masih tidak dia pilih dan kau juga tidak dia pilih,” ucap Lu Lin sambil menunjuk ke arah Bai Lianhue.
"Sebenarnya tidak ada aturan Patriarch harus pria di sekte Bulu Emas. Aku sudah ada di sini selama 120 tahun. Peraturan itu tidak pernah ada. Itu hanyalah omong kosong yang Li Hong karang karena dia tidak mempercayai kalian." Bai Lianhue terdiam. Dia tidak ingin menjadi Patriarch sama sekali, tetapi tetap saja fakta yang diucapkan oleh Lu Lin membuat dirinya tersentak. Dia merasa hatinya tertusuk cukup keras.
"Yang Li Hong cari adalah orang yang jenius dan juga cerdas. Li Huang memiliki kecerdasan, tetapi dia tidak jenius dalam kultivasi dan Kau memang jenius, tetapi sayangnya kau tidak cerdas," lanjut Lu Lin masih sambil menatap ke arah Bai Lianhue.
Wajah Bai Lianhue semakin tertunduk. “Aku memiliki keduanya," ucap Xiou Yu secara tiba-tiba. Dia bahkan berdiri sambil menatap tajam ke arah Lu Lin. “Aku sudah berada di tahap penempaan tulang ke 5 hanya dalam satu minggu dan aku juga sudah bisa menguasai dasar bela diri hanya dalam beberapa hari latihan. Dan aku cukup percaya diri dengan kecerdasanku."
"Kalau begitu buktikan!" ucap Lu Lin dengan wajah yang langsung serius. "Coba kau bertahan hidup selama satu bulan ke depan. Kalau bisa maka aku akan menjadi pendukungmu," tambah Lu Lin. “Baiklah. Aku setuju.” Xiou Yu langsung memberi
__ADS_1
hormat dan langsung pergi dari sana. Dia langsung mengajak Bai Lianhue bersama dirinya. "Kenapa dia berkata seperti itu?" tanya Bai Lianhue.