Pendekar Keabadian

Pendekar Keabadian
Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Setelah pulang Xiou Yu dan Bai Lianhue pun langsung berlatih kembali. Mereka latih tanding dan berakhir dimenangkan oleh Bai Lianhue. Sekali


pun Xiou Yu belum pernah menang sekalipun, tetapi setiap kali mereka bertarung pertarungan terasa lebih sengit.


Seperti sekarang Xiou Yu bisa membuat Bai Lianhue sampai mengerahkan kemampuan penuhnya. Memang Xiou Yu masih kalah, tetapi membuat Bai Lianhue serius adalah hal yang hebat. Apalagi dia masih berada pada tahap penempaan tulang kelima.


Berbeda dengan Bai Lianhue yang sudah berada pada alam bumi kesembilan. Perbedaan tingkat


kultivasi antara keduanya cukup jauh. "Sebentar lagi kau akan menembus ke tahap alam langit," ucap Xiou Yu. Mereka sekarang sedang beristirahat. Mereka berbaring di bawah pohon sambil menatap langit yang bergerak ditiup angin.


Pemandangan yang indah. Mereka berdua menikmati kebersamaan seperti ini. "Kau juga sebentar lagi akan menembus ke tahap Fondasi qi.” Bai Lianhue tersenyum. “Aku tidak menyangka kalau kau bisa secepat ini. Bukan hanya tingkat kultivasimu saja yang berkembang sangat pesat, tetapi ilmu bela dirimu juga sangat hebat.


Aku tidak yakin kalau kita berada di tingkat yang sama, aku bisa mengalahkanmu,” ucap Bai Lianhue.


Itu perkataan jujur dari dalam hatinya. "Sejujurnya aku agak iri denganmu," tambahnya. Xiou Yu tertawa sangat keras. "Apa yang lucu?” tanya Bai Lianhue.


Xiou Yu memiringkan tubuhnya dan sekarang dia menatap tepat ke arah Bai Lianhue. Xiou Yu menatap wajah Bai Lianhue sambil tersenyum lembut. Otomatis itu membuat Bai Lianhue memerah malu.


"Kau tidak seharusnya iri," ucap Xiou Yu. Dia merapikan rambut Bai Lianhue denga jarinya.


"Seharusnya aku yang iri padamu karena kau begitu


luar biasa. Kau sangat baik, kau sangat perhatian, kau sangat cantik, kau sangat berbakat, kau sangat dan sangat apa pun itu kecuali kecerdasan. Aku jauh lebih cerdas darimu," ucap Xiou Yu.

__ADS_1


Ucapan itu membuat Bai Lianhue yang mulai salah tingkah. Langsung bangun dan memukul tubuh Xiou Yu. Tentu saja bukan pukulan yang ditujukan untuk menyakitkan. "Berhentilah omong kosong!"


teriak Bai Lianhue. Dia mengembungkan pipinya. yang membuat Xiou Yu tersenyum. Xiou Yu menarik tangan Bai Lianhue dan menyuruhnya untuk kembali berbaring. Dengan wajah yang masih memerah, dia pun kembali berbaring.


"Jangan bicara hal sebarangan lagi ucap Bai Lianhue.


"Kau tahu," ucap Xiou Yu. Wajahnya menjadi lebih suram. “Aku tidak pernah sesenang ini. Aku sangat senang bisa bertemu dengan guru, kau dan Senior Li Huang. Kalian bertiga sangat baik kepadaku. Aku akan melindungi kalian apa pun yang terjadi,” tambah Xiou Yu.


"Iya, aku juga merasa beruntung. Kalau aku tidak bertemu dengan guru. Aku tidak bisa membayangkan apa yang terjadi padaku," ucap Bai


Lianhue. "Aku akan melindungi kalian."


Pada malam harinya. Ketika semua orang tertidur, Xiou Yu masih terjaga. Dia sedang berkultivasi karena dia ingin cepat menjadi lebih kuat. Dia harus membuktikan kalau dirinya layak untuk menjadi seorang Patriarch. Sebenarnya dia tidak terlalu peduli, tetapi kalau kepemimpinan patriarch dipimpin oleh Cao Yuen. Itu akan membuat kehancuran bagi sekte Bulu Emas. Xiou Yu tidak ingin hal itu terjadi. Ini adalah tempat yang mampu menerima dirinya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya seseorang. Xiou Yu membuka matanya. Dia menoleh dan melihat Li Hong berdiri di depannya dengan tatapan tidak


senang. Xiou Yu pun berdiri dan memberi hormat.


"Aku tidak pernah menyuruhmu untuk berlatih pada malam hari," ucap Li Hong.


"Aku tahu, tetapi aku ingin cepat naik ke tahap fondasi qi. Aku sudah cukup lama berada di tahap


penempaan tulang kelima. Aku rasa aku harus naik tingkat,” jawab Xiou Yu. Jawaban yang tidak Li Hong sukai. Tetapan Li Hong semakin tajam. Xiou Yu tahu kalau dia dalam masalah.

__ADS_1


Dia langsung meminta maaf. Li Hong masih tetap saja menatapnya tajam. Xiou Yu terus meminta maaf dan kali ini berjanji tidak akan mengulanginya lagi.


"Aku harap kau memegang janjimu," ucap Li Hong.


Li Hong pun pergi dari sana. Xiou Yu terpaksa juga harus pulang.


Dia pun kembali ke kamar miliknya. Tidak butuh waktu lama buat dia tiba di kamar miliknya karena memang dekat. Xiou Yu berusaha menutup matanya,


tetapi beberapa saat kemudian dia kembali bangun.


"Sedikit lagi," gumam Xiou Yu. Dia pun kembali bersila dan mulai berkonsentrasi. Dia melakukan


pernapasan yang diajarkan oleh Li Hong.


Itu adalah pernapasan Bulu Emas. Pernapasan yang diajarkan kepada murid Li Hong. Bai Lianhue dan Li Huang juga melakukan pernapasan yang sama. Xiou Yu merasa sudah sangat dekat dengan tahap fondasi qi, tetapi dia masih kesulitan untuk menembus. Dia pun terus melakukannya dan satu jam kemudian dia mendapat pencerahan dan akhirnya dia pun tembus ke tahap fondasi qi kesatu.


"Aku harap guru tidak marah," batin Xiou Yu. Di tempat lain atau lebih tepatnya di luar kediaman Li Hong ada dua orang yang sedang mengawasi Xiou Yu. Kedua orang itu adalah pembunuh bayaran yang Cao Yuen bayar untuk membunuh Xiou Yu, tetapi malam ini mereka hanya akan mengawasi kegiatan Xiou Yu dan keadaan kediaman Li Hong saja.


"Ternyata mereka sudah tidur ketika hari sudah hampir tengah malam," ucap salah satu dari mereka. Mereka pun mencatat informasi itu untuk mereka laporkan. Ketika mereka berpindah tempat. Mereka melihat target mereka sedang duduk sendirian tanpa ada siapa pun yang menjaga dirinya. Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Keduanya sama-sama mengangkat bahu.


"Bos hanya meminta kita untuk mengawasinya saja," ucap salah satu dari mereka. "Tetapi ini adalah kesempatan yang bagus. Kita tidak akan mendapatkan kesempatan ini lagi. Apa tidak sebaiknya kita serang dia sekarang? Kalau menurut informasi, dia hanya berada di tahap penempaan tulang kelima.


Kita bisa membunuhnya hanya dalam beberapa menit. Setelah itu kita bergegas pergi," ucap satunya lagi. “Entahlah. Aku ragu," ungkap rekannya. “Aku akan bertanggung jawab," ucap rekannya satunya lagi. Dia pun menatap Xiou Yu dengan penuh semangat. Kalau dia berhasil. Maka, dia akan mendapatkan bonus dan ada kemungkinan dia akan naik jabatan.

__ADS_1


"Ayok!" ajaknya, tetapi tidak ada jawaban sama sekali. Dia pun menoleh ke arah rekannya dan betapa kagetnya dia ketika melihat Li Hong berada di sebelahnya. Wajah pria itu langsung pucat.


__ADS_2